Road to 2023

Tanya Jawab

This category contains 10 posts

Mahasiswa STMJ


Mahasiswa STMJ. SMSIni kisah kadaluarsa. Malam minggu yang lalu saya mendapat SMS curhat dari seorang mahasiswa di Jember. Nggak nanggung-nanggung : dikirim pas jam tahajud. Beruntun dan buanyaak banget. Mirip tabrakan karambol di jalan tol. Mestinya curhat yang panjang begini bisa lewat email. Mungkin pengirimnya berpikir lebih praktis mengirim lewat SMS. Sepraktis merubah channel TV menggunakan remote. Atau dipikirnya saya mesti buka laptop dan colokin modem dulu buat baca email?. OoEmJi, hari gini kagak online?. Plis deh Mas, smartphone murah sudah bertebaran dimana-mana.

Continue reading

Advertisements

Kegalauan Si Ganteng Kalem (bagian 2)


Galau Understanding(Sambungan dari bagian 1) . . . Dek Rekli curhat kepada saya kalau dia galau dan tidak semangat akibat diputus oleh pacarnya yang sangat-sangat dan sangat-sangat dicintainya. Kata sangat sengaja saya ulang-ulang sebab begitulah yang saya tangkap dari pengakuannya. Berikutnya saya tidak memberikan nasihat maupun perkataan yang tegas bahwa pacaran itu salah dan tidak dikenal dalam agama kita. Saya hanya menyarankan kalau lupakan saja urusan pacaran. Sebab lebih penting urusan sekolahmu. Lihatlah, kenyataan mengatakan kalau sebentar lagi kamu harus menjalani ujian akhir SMA. Kamu sudah kelas 3, Dek. Saat ini adalah tahun yang sangat menentukan masa depanmu. Fokuslah terhadap UNAS. Pikirkan dengan bijak akan kuliahmu nantinya. LUPUS : Lupakan Urusan Pacaran Utamakan Sekolah.

Continue reading

Kegalauan Si Ganteng Kalem


Galau1Kawan-kawan semua,

Dalam perjalanan di atas kereta api menuju kota Jember, saya mendapati sebuah pesan singkat masuk di layar HaPe. Hmm, nomer asing. Mencurigakan. Naluri detektif saya bangkit. Sebab bunyi SMS-nya begini : “Mau nanya tentang galau pak, boleh ga?”. Saya curiga barangkali ini SMS kiriman salah satu kawan yang iseng atau mau ngerjain saya. Maklum, banyak yang iri sama calon orang terkenal seperti saya. He..he.
Ini SMS singkat sekali. Tanpa didahului salam : Assalamu’alaikum, kek. Selamat malam, kek. Hebatnya lagi tidak ada nama pengirimnya. Saya jadi bingung ini yang ngirim statusnya perempuan apa laki-laki. Atau jangan-jangan Si Laora (Lanang Ora Wadon Ora), Hiiiiii. Continue reading

Mengatasi Rasa Bosan


Lagi BosanMengatasi Rasa Bosan. Kawan-kawan semua, ini salah satu pertanyaan yang saya dapat ketika mengisi kajian di Kantor salah satu Badan Amil Zakat di Surabaya tanggal 22 Februari kemarin. Pertanyaannya adalah “Bagaimana mengatasi rasa bosan?”. Dikarenakan waktu yang tidak mencukupi maka saat itu saya hanya menjawabnya dengan ringkas. Khawatir kalau jawabannya tidak memuaskan maka saya memutuskan untuk menulis artikel ini sebagai pengembangannya. Bagaimana jika setelah membaca artikel ini ternyata rekan penanya tersebut tetap belum terpuaskan?. Ah, gitu aja kok repot. Barangkali saya harus mengatakan : “Kalau Anda kurang puas dengan jawaban saya mohon maaf, karena saya bukan alat pemuas”. (^_^)

Continue reading

Mata dan Komunikasi Non Verbal


Kawan-kawan semua,

Selepas “melayani” konsultasi dengan tiga orang mahasiswa di sebuah masjid kampus, sebelum membaca doa kafaratul majelis salah seorang mahasiswa didepan saya mengajukan pertanyaan diluar dugaan. Mas, apakah seorang Trainer harus berani menatap mata seseorang yang bertanya dihadapannya?.

“Kenapa kok nanya gitu Dek?”, saya pun balas bertanya.

“Karena dalam diskusi kita tadi saat ada pertanyaan saya perhatikan mas jarang berkedip dan selalu menatap mata saya” jawabnya.

“O, tatapan saya bikin takut ya? Atau jangan-jangan mata mas ada belek-nya? (belek : kotoran mata).

Sejenak kami tertawa. Setelahnya baru saya tahu kalau rupanya mereka tidak terbiasa menatap lawan bicara pada saat berbicara di depan forum.

Saat itu karena ada agenda di tempat lain maka saya putuskan untuk menjawab pertanyaan tersebut melalui tulisan di blog saja. Sebab insya Allah menjelaskan melalui tulisan dapat lebih jelas dan terstruktur ketimbang melalui lisan secara langsung.

Untuk sementara inilah tulisan yang bisa saya persembahkan :

Continue reading

Mental Blok dan Cinta Galau untuk FD di Surabaya (bagian 4 – Habis)


Ayolah, jangan menjadi laki-laki bermental tempe yang hancur hatinya hanya karena seorang wanita. Masa depan masih panjang untuk dilalui, Bung. Bagi seorang mahasiswa mencintai seorang mahasiswi itu berarti sama dengan mematikan pergerakan kemahasiswaannya. Ketika kamu memutuskan memberikan perhatian kepada seseorang yang kamu anggap spesial itu berarti kamu menutup peluang lain yang jauh lebih spesial datang menghampiri dirimu. Ada banyak hal diluar sana untuk diperhatikan. Kasih dan sayangmu tidak khusus hanya untuk satu orang wanita. Rekan-rekanmu, adik-adik kelasmu, orangtuamu, guru-gurumu, anak yatim dan mereka yang diluarsana juga butuh kasih sayang yang sama dengan yang diberikan pada kekasih wanitamu. Lagipula apa tujuan utamamu menjadi mahasiswa?. Mengasah kedewasaan tidak butuh melalui pacaran atau hubungan khusus seperti tunangan, dan sejenisnya. Agama kita tidak mengajarkan hal seperti itu. Kalau kamu berani langsung saja lamar dia dan nikahi. Masalahnya modal kamu sekarang apa? Cuma wajah tampan setengah culun tidak akan berhasil mencuri kepercayaan dari orangtuanya.

Continue reading

Mental Blok dan Cinta Galau untuk FD di Surabaya (bagian 3)


Kembali lagi ke permasalahan mas FD. Tiba saatnya membahas masalah ketiga : Cinta dan jodoh.

Cinta adalah suatu hal yang sulit didefinisikan. Meminjam bahasanya Pak Anis Matta, cinta seperti angin yang membadai. Kau tak melihatnya tapi kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun atau meluluhlantakkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan. Begitulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi dahsyat.

Seperti banjir menderas, engkau tak kuasa mencegahnya. engkau hanya bisa ternganga ketika ia meluapi sungai-sungai, menjamah seluruh permukaan bumi, menyeret semua benda angkuh yang bertahan di hadapannya. Dalam sekejap ia menguasai bumi dan merengkuhnya dalam kelembutannya. Setelah itu ia kembali tenang : seperti seekor harimau kenyang yang terlelap tenang. Demikianlah cinta. Ia ditakdirkan jadi makna paling santun yang menyimpan kekuasaan besar.

Continue reading

Mental Blok dan Cinta Galau untuk FD di Surabaya (bagian 2)


Saat terlahir ke dunia, kita lahir hanya dengan satu pikiran yaitu pikiran bawah sadar. Bekal lainnya adalah otak yang berfungsi sebagai hard disk yang merekam semua hal yang kita alami. Secara lazim ini disebut pikiran sadar. Sejak lahir, dan sejalan dengan proses tumbuh kembang, kita mengalami pemrograman pikiran terus menerus, melalui interaksi kita dengan dunia di luar dan di dalam diri kita.

Pada anak kecil, yang memprogram pikirannya adalah terutama kedua orangtuanya, pengasuh, keluarga, lingkungan, guru, TV, dan siapa saja yang dekat dengan dirinya. Saat masih kecil pemrograman terjadi dengan sangat mudah karena pikiran anak belum bisa menolak informasi yang ia terima. Ketidakmampuan memfilter informasi ini disebabkan karena pada saat itu critical factor, atau faktor kritis, dari pikiran sadar belum terbentuk. Kalaupun sudah terbentuk critical factor masih lemah.

Continue reading

Mental Blok dan Cinta Galau untuk FD di Surabaya


 

Kawan-kawan semua, saya  ingin berbagi cerita nih.

Malam itu, selepas memberikan materi “Studium Generale” bagi adik-adik mahasiswa di wilayah Nginden-Surabaya, seorang mahasiwa (bukan mahasiswi) yang cukup good looking (Tinggi, tidak kurus ataupun gemuk, rambut oke, pakaian rapi, kulit putih, gigi rata, senyum mantap. Yah ciri lainnya kurang lebih mirip-mirip saya begitu) menghampiri dan menjabat tangan saya. Ia menanyakan judul buku yang isinya sempat saya bahas panjang lebar dalam studium generale barusan. Setelah memberikan judul buku berikut nama penulisnya kamipun berkenalan dan bertukar handphone . . eh bertukar nomer handphone. Ia mengaku sebagai mahasiswa di salah satu kampus negeri  ‘XXXX’ di Surabaya. Sebut saja nama mahasiswa ini “Melati”. Halah, kok Melati sih Mas?. Kayak inisial korban pelecehan seksual di koran-koran kriminal. Baiklah, saya revisi. Sebut saja namanya “FD”. Sungguh momen menyenangkan dan menjadi penghargaan tersendiri bagi saya bisa menyapa dan menjabat tangan mas FD dikesempatan yang singkat itu.

Continue reading

Tanya Jawab #1


Rekan-rekan semua,

Barangkali memang sudah ndak laku, atau sudah banyak Trainer baru yang lebih muda dari saya. Setelah mengantongi 102 jam terbang dalam hal mengisi materi maka di tahun 2011 yang baru berakhir ini saya lebih banyak introspeksi dan merenung. Tahun 2011 kemarin adalah tahun dimana saya “sepi panggilan”. Sebagai “lelaki panggilan” (julukan untuk profesi Trainer dimana saya sering diundang/dipanggil lewat SMS atau telpon langsung ke HaPe) untuk mengisi sebuah acara pelatihan atau materi tentunya kesepian ini cukup membuat hati terasa galau. Rasanya ada bagian diri ini yang hilang. Di tahun 2011 kemarin saya ‘hanya’ menerima 8 panggilan/undangan (6 undangan untuk mengisi materi pelatihan dan 2 undangan untuk konseling pribadi). Dari 8 undangan tersebut hanya 5 undangan yang bisa saya hadiri. 3 undangan lainnya terpaksa ditolak secara halus karena diwaktu bersamaan saya sedang dinas diluar kota. Namun demikian saya tetap mengucap Alhamdulilah dan mensyukuri nikmat ini. Sebab kalau ndak bersyukur khawatirnya nanti malah di-bogem Malaikat yang lagi lewat. Bisa mati berdiri saya.

Well, memang tahun kemarin sepertinya saya kurang bisa membagi waktu dengan baik sehingga perhatian memasok makanan hati & jiwa melalui kegiatan seorang trainer menjadi minim. Di tahun 2012 ini saya mencoba terobosan lain untuk bisa menyentuh “klien” saya melalui forum tanya jawab melaui email. Walhasil diakhir tahun kemarin saya woro-woro lebih intens saat mengisi materi di ITS maupun di UNAIR untuk tanya jawab lewat email tersebut. Hasilnya? di awal januari ini ada sudah ada 1 orang mahasiswa yang bertanya. Tulisan berikut adalah tampilan perdana atas pertanyaan yang muncul dari ‘adik-adik’ saya yang ingin berbagi pikiran atau sekedar menyapa.

Continue reading

Road to International Islamic Followership Trainer

June 18th, 2023
5.7 years to go.

Buku Karya Pertama

JTIG : Jadi Trainer itu Gampang

Jadi Trainer Itu Gampang (JTIG) : Panduan Praktis untuk Memulai Menjadi Trainer dan Pemandu Pelatihan di Usia Muda. (Terbit : Januari 2013 - Jakarta)

Buku Karya Kedua

Buku The Jongos Ways (bisa dibawa pulang dari toko buku Gramedia terdekat di kota Anda)

The Jongos Ways (TJW) : Pekerja Tangguh yang Bahagia dan Penuh Manfaat itu Anda. (Terbit : Desember 2013 - Jakarta)

Buku Karya Ketiga

Buku Berani Berjuang karya Muhsin Budiono & Pengurus SPPSN

Follow me

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: