Dunia keuangan kita lagi heboh.
Bayangkan. Di tengah hantaman sanksi pembekuan indeks oleh MSCI dan anjloknya IHSG yang memicu trading halt beruntun, sebuah fenomena langka terjadi: Petinggi OJK dan BEI mundur berjamaah. Hampir barengan.
Apa gorengan, eh gerangan penyebabnya?
Saya baca tulisannya Said Didu, Syauqi Zuhdi, dkk. Setidaknya ada tiga kemungkinan yang melatar belakangi alasannya.
Pertama, soal integritas. Ini soal followership. Pemimpin sekaligus pengikut yang tahu diri. Sebagai followers, mereka merasa gagal menjaga marwah bursa dari praktik “goreng-menggoreng” saham. Lalu, memilih mundur sebagai bentuk tanggung jawab moral. Gentle. Kalau di teori courageous follower-nya Ira Chaleff ini disebut Courage to leave (Take moral action when needed).
Kedua, ini yang lebih seru: pembersihan paksa. Dugaan kuatnya, pemerintah lagi berupaya memutus rantai afiliasi oligarki. Pemerintahan Presiden Prabowo lagi gerah. Bursa dianggap sudah jadi “taman bermain” oligarki. Tempat pengeruk uang rakyat melalui skema manipulatif (pump & dump, wash sales, dll) yang berjalan dengan “restu” diam-diam dari regulator. Maka, “pembersihan” pun dilakukan. Purging.
Ketiga, soal dana pensiun. Pemerintah baru saja menaikkan limit investasi dana pensiun (Dapen) ke bursa. Dari 8 persen jadi 20 persen. Angka yang besar. Sangat besar.
Memasukkan dana pensiun rakyat secara masif (hingga 20%) ke dalam pasar modal yang sedang dicap “kotor” oleh dunia internasional adalah perjudian tingkat tinggi. Para pejabat tersebut sepertinya menyadari bahwa kebijakan ini berpotensi moral hazard—menggunakan uang tabungan hari tua rakyat untuk melakukan bailout terhadap kejatuhan pasar.

Selamat datang di blog sederhana saya.
Salam kenal, nama saya Muhsin Budiono. Biasa dipanggil ‘muhsin’ atau ‘budiono’. Bila ingin lebih akrab saya memiliki panggilan lain yang lebih keren tapi jarang dipakai: Dion. Saya seorang penulis buku dan pemerhati dalam bidang yang di Indonesia sedang berkembang: Followership. Sejak tahun 2009 perlahan tapi pasti saya mulai jatuh hati pada followership.
Sejak di bangku SMA saya senang sekali berdiskusi dan berbagi ilmu seputar pengembangan diri. Pernah mendirikan lembaga motivasi dan pengembangan pelajar bertajuk “High Motivation Indonesia” serta Sanggar belajar dan bermain Anak di Desa Gebang–Sidoarjo. Kerap diundang sebagai pembicara dalam acara kajian, pelatihan maupun seminar di berbagai sekolah, kampus dan perusahaan. Baru-baru ini mendapat kehormatan untuk membumikan followership di forum nasional the 8th Indonesia Human Resources Summit (IHRS) 2016 sebagai pembicara.
Sementara ini asyik bekerja berkarya di PT. Pertamina (Persero) dan sedang berjuang mengumpulkan serta menyusun kerikil demi kerikil untuk dijadikan batu lompatan dalam meraih cita-cita menjadi International Islamic Followership Trainer di tahun 2023 mendatang (insya Allah). Disamping juga tengah menghimpun biaya untuk bisa melanjutkan kuliah, menafkahi keluarga tercinta, bayar utang dan bersedekah. 🙂
Mohon doa dari Anda agar cita-cita diatas bisa tercapai dan semoga saya menjadi orang baik penuh manfaat serta sukses di dunia maupun diluar dunia.
Terimakasih atas kunjungannya.
muhsin-budiono
Pemerhati Followership Pertama di Indonesia
Member of International Leadership Association (ILA)
Buku karya muhsin budiono :
2. The Jongos Way : Pekerja Tangguh yang Bahagia dan Penuh Manfaat itu Anda (2013. Penerbit: Elex Media Komputindo)
3. Berani Berjuang : Realita Cinta, Pertamina dan Bangsa Indonesia (muhsin budiono & Pengurus SPPSN, 2015. Penerbit: Elex Media Komputindo)
4. Tangguh Bersama : Jepretan Lensa dan Catatan Sederhana Pekerja Terminal BBM tentang Bencana Banjir Bandang di Kota Bima (muhsin budiono & Tim Relawan TBBM Bima – 2017. Penerbit: Elex Media Komputindo).
—————————————————————————————————————–
You must be logged in to post a comment.