Apakah kamu pingin jadi pengusaha? mau jadi entrepreneur muda? masih galau, bingung atau sudah merintis tapi kerasa berat ngejalaninnya? Saya tidak berniat memberikan modal pinjaman buat jadi pengusaha, karena saya sendiri juga butuh pinjaman modal. ^_^. Yaah, kecewa deh. Disini saya ingin berbagi info tentang film yang very-very recommended untuk ditonton sebab sangat memotivasi bagi para pengusaha maupun calon pengusaha.
Tolong jawab pertanyaan ini : Bayangkan kalau ada lima ekor burung sedang bertengger bersama di sebuah ranting pohon (Ini bukan burung Angry Birds, jadi jangan bayangkan warna mereka kuning, biru, merah, item, dan lain-lainnya itu). Karena merasa sedang diperhatikan oleh Anda maka dua ekor diantara burung-burung itu memutuskan untuk terbang. Pertanyaannya : Siapa nama penjual burung yang ada di Pasar Burung Petekan Surabaya? He..he, maaf bukan itu pertanyaannya. Pertanyaan yang benar adalah : Berapa ekor burung yang masih tetap bertengger di ranting pohon?.
Kenapa harus beli BBM non subsidi?
Pertanyaan ini sering terlontar dari adik-adik kelas, keluarga maupun kenalan saya. Barangkali karena mereka mafhum kalau saya kerja di bidang perminyakan mestinya harus bisa ngasih alasan bagus atas pertanyaan tersebut. Ya, saya berharap juga demikian, tidak enak rasanya kalau jawaban yang kita berikan tidak bagus. Masalahnya kata “bagus” itu sifatnya relatif, tergantung siapa yang memaknai.
Saat berkunjung ke Lampung, saya pernah ditanya oleh seorang pekerja outsourcing sebuah perusahaan disana. Kira-kira nanyanya begini : “Apa rahasianya biar kita bisa sukses dalam hidup dan dalam bekerja?”. Waktu itu saya jawabnya nggak jelas atau muter-muter kayak tong gembong dan roller coaster.
This article is not written by myself. It is a translation of an article titled “Paspor”, written by Rhenald Kasali, first published in the newspaper “Jawa Pos” on 8th of August 2011. Rhenald Kasali is an Indonesian academic and business practitioner and a professor (Guru Besar) of Management Science at the Faculty of Economics, Universitas Indonesia (UI). Hopefully this article could inspire myself and other people to open their eyes and see more of the world!
source : click here
Passport
Whenever I am lecturing, I always start by asking my students, how many of them have already owned a passport. Not surprisingly, only around 5% of them would raise their hand. However, when asked whether they have flown on a plane before, many more students would say yes. Almost 90% of my students have seen a cloud from the top, yet, most of our young people are only local traveler.
Therefore, instead of giving written assignments and papers like other lecturers, in my classes I begin by asking my students to complete the required paperwork and get a passport. Every student must have this ticket to the globalised world.
Judul diatas berasal dari bahasa latin. Artinya Setelah ini, karena itu, karena ini. Kenapa saya harus menggunakan istilah bahasa latin?. Sepele, saya tidak sanggup menjelaskan sesuatu dalam tulisan blog menggunakan bahasa tubuh, bahasa kalbu, apalagi bahasa binatang. Susah rasanya.
Kawan-kawan semua,
Pagi ini saya menerima sepucuk email dari rekan kerja saya yang juga seorang ketua Serikat Pekerja Sepuluh Nopember (SPSN) Surabaya.
lsinya singkat sekali : FYI (For Your lnfo).
Rupanya ini email terusan dari rekan-rekan Serikat Pekerja lainnya dalam rangka menanggapi tulisan Menteri BUMN kita, Pak Dahlan lskan.
Tulisannya berjudul “Membuat Pertamina Tidak Diejek-ejek Sepanjang Masa”.
Mengapa tulisan ini demikian penting bagi kami? Sebab didalamnya tercantum gamblang tentang satu objek vital nasional yang sedang diperjuangkan oleh kawan-kawan Serikat Pekerja Pertamina agar kedepannya tidak “jatuh” ke tangan asing lagi.
Kawan-kawan semua,
Tulisan ini sebenarnya bisa dibaca di buku ke-2 saya, namun tidak ada salahnya kalau saya posting juga disini juga. Judul aslinya “Menjauhi Politik Labil dan Memilih Politik Stabil”, ini merupakan tips kalau kita mau menjadi seorang Jongoszers.
Saya memiliki seorang kawan yang telah bekerja selama 5 tahun dan memilih untuk resign dari perusahaan. Alasannya? Ia merasa tersingkir oleh rekan-rekannya dikantor yang menerapkan politik kotor (menjilat, aji mumpung, kolusi, cari muka, memfitnah, dsj) untuk mengamankan posisi atau meraih jabatan. Kawan saya ini akhirnya memilih berwirausaha dengan jalan berdagang.
Membanggakan !. Alhamdulilah. Laba terbesar sepanjang sejarah.
Selangkah lebih dekat untuk menjadi perusahaan kelas dunia.
Optimist Mode : ON !!!
Kalau disini ada sebutan atasan saya gila maka itu bukan berarti saya harus membawanya berobat ke psikiater atau ke rumah sakit jiwa terdekat. Sebab gila yang saya maksud bukan seperti mereka yang pikirannya terganggu lantas berjalan telanjang bulat sambil mulutnya komat-kamit sendirian dijalanan kota.
You must be logged in to post a comment.