Road to 2023
Nulis Lepas

Tanda Karir Mentok


RMB : KarirKarir Anda mentok alias jalan di tempat? Bekerja keras tanpa ada kemajuan meski loyalitas terhadap perusahaan sudah Anda tunjukkan. Namun, Anda malah diserang bimbang mengambil keputusan untuk resign dari pekerjaan lama.

Josh Shipp, ahli karir Amerika Serikat mengungkapkan, “Anda perlu memperhatikan tanda ketika sudah tiba waktunya pergi keluar dan menemukan karir baru”. Dan berikut inilah tanda-tandanya :

1. Tidak dipromosikan

Jika rekan kerja mendapat promosi sementara Anda tidak, maka Anda perlu segera mencari tahu perihal tersebut. Jika memang Anda telah berusaha melakukan yang terbaik untuk perusahaan, maka maju dan mintalah penjelasan dan tanggung jawab pada atasan Anda.

Bersikaplah jujur jika Anda menginginkan kesempatan untuk tantangan pada level tugas yang lebih berat. Yakinkan atasan dengan menunjukkan diri Anda bisa dan mampu berada pada level tersebut. Tapi ingat, jangan ragu untuk segera keluar dari perusahaan tersebut jika ternyata atasan ragu dan melihat Anda tidak cukup berharga untuk diperjuangkan.

2. Mimpi menjadi yang lain

Keinginan menjadi seorang penulis terhenti karena Anda merasa tidak berkembang di perusahaan retail yang menjual alat-alat olahraga. Ini memang bukan situasi yang biasa. Anda dengan keterpaksaan mengejar jam kerja rutin seven to four (7 pagi – 4 sore).

Berikanlah peluang pada diri Anda untuk berkembang lebih baik. Jika memang keluar dari perusahaan lama adalah cara terbaik, lakukan saja. Toh, itu semua Anda lakukan demi mewujudkan mimpi Anda, bukan? (Nulis beginian gampang nih. Tapi buat ngelakuinnya susah banget) ^_^

3. Malas pergi bekerja

Memang fitrah manusia adalah menyukai kemalasan. Kenapa saya mengatakan seperti ini? Karena dalam dzikir Pagi-Petang tuntunan Rasulullah terdapat doa yang menyebutkan “. . . Rabbi a’udzu bika minal kasali wa suu`il kibari. Rabbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qabri (. . . Wahai Rabb, hamba berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan keburukan di masa tua. Ya Allah, hamba berlindung kepada-Mu dari azab neraka dan azab di dalam kubur).  Maka dari itu, berhati-hatilah jika Anda mulai dilanda rasa malas setiap akan pergi bekerja. Tidak hanya membenci hari senin (sindrom Blue Sundays) tapi keseluruhan dari atmosfir di lingkungan bekerja berhasil membuat Anda gerah.

Ya, tidak merasa bahagia di kantor bisa membuat Anda ‘terbunuh’, yang artinya Anda mati ide, menjadi tidak produktif dan mulai mencari-cari masalah di kantor karena dilanda stres dan kesal. Jika memang merasa sudah tidak bahagia di tempat Anda bekerja, jangan lama-lama. Segeralah menyusun rencana dan persiapan untuk pindah. Beranilah memulai mencari tempat bekerja yang membuat Anda nyaman.

(Sumber : Suara Merdeka; dengan sedikit penambahan)

About muhsin budiono

Karyawan, Followership Practitioner dan Penulis Buku. Mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember jurusan Marine Engineering (Lulus tahun 2006) dan Narotama University studi Management (Lulus tahun 2014). Followership Practitioner pertama di Indonesia [Certified by Ira Chaleff, Belgium-2017]. Anggota ILA (International Leadership Association). Pemegang Rekor MURI (Museum Rekor Dunia-Indonesia). Disaat banyak orang Indonesia memuji dan mendalami Leadership, muhsin memilih jatuh hati pada Followership sejak 2007 yang lalu. Di tahun 2013 muhsin menulis buku tentang belajar Followership ala Indonesia berjudul "The Jongos Ways" (TJW) yang fenomenal dan menggugah ribuan pekerja di Indonesia. Berbekal buku TJW muhsin semakin getol membumikan Followership ke seluruh penjuru nusantara secara cuma-cuma/tanpa memungut biaya melalui kegiatan-kegiatan seminar, bedah buku, pembuatan video animasi hingga konsultasi gratis. Hal itu dilakukan sebab menurutnya Indonesia sudah “terlambat” lebih dari 23 tahun dalam mengembangkan Followership. Atas upayanya tersebut pada akhir tahun 2014 muhsin mendapat undangan khusus dari International Leadership Association untuk menghadiri International Followership Symposium di Amerika sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia. Disana ia intens berdiskusi dengan beberapa pakar followership dunia dan dinisbatkan sebagai pemerhati followership pertama dari Indonesia. Di tahun 2016 Muhsin juga mendapat kehormatan untuk berbicara tentang Followership dihadapan ratusan praktisi Human Resources di Indonesia dalam forum nasional the 8th Indonesia Human Resources Summit (IHRS). Sementara ini muhsin berkarya di Perusahaan Migas Nasional kebanggaan Indonesia: PT Pertamina (Persero) dan sedang mengumpulkan serta menyusun kerikil demi kerikil untuk dijadikan batu lompatan dalam meraih cita-cita sebagai International Islamic Followership Trainer di tahun 2023 mendatang. Muhsin juga memiliki keinginan kuat untuk resign bekerja agar bisa kuliah/belajar lagi di Saudi Arabia guna mendalami teori Islamic Followership yang sedang dikembangkannya.

Discussion

No comments yet.

Your Comment Please . . .

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Road to International Islamic Followership Trainer

June 18th, 2023
4.7 years to go.

Buku Karya Pertama

JTIG : Jadi Trainer itu Gampang

Jadi Trainer Itu Gampang : Panduan Praktis untuk Memulai Menjadi Trainer dan Pemandu Pelatihan di Usia Muda. (LMT Trustco - Jakarta)

Buku Karya Kedua

The Jongos Ways : Pekerja Tangguh yang Bahagia dan Penuh Manfaat itu Anda (Penerbit : Elex Media Komputindo)

Buku Karya Ketiga

Berani Berjuang: Realita Cinta, Pertamina dan Bangsa Indonesia (A tribute to Mr. Ugan Gandar). Elex Media Komputindo

Buku Karya Keempat

Memorable Book Banjir Bandang Kota Bima - NTB tanggal 21 & 23 Desember 2016 (Elex Media Komputindo)

Follow me

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: