Road to 2023
Nulis Lepas

Duduk Diluar Jendela


Petugas Check in CounterYang saya tulis ini barangkali sepele, cuma soal interaksi dengan petugas check in counter di Bandara. Akhir-akhir ini saya memang sering bepergian keluar kota dengan pesawat. Salah satu hobi saya adalah “menggoda” petugas bagian check in. Eits, jangan negatif thing-thing dulu, yang dimaksud menggoda disini dalam hal positif lho Bung. Tiap saya mengantri di depan meja check in seringkali saya dapati petugas yang berjaga disana terlihat KSL2MS (baca: Kesel to Mas) artinya Kurang Semangat, Lesu, Lelah dan Minim Senyum.

Barangkali karena sudah berjam-jam duduk di depan monitor komputer, bertemu banyak wajah dan mesti melayani para penumpang dari berbagai penjuru dunia yang perangai, penampilan dan kelakuannya bermacam-macam.

Nah, kalau pas “nemu” petugas check in yang menunjukkan gejala KSL2MS ini saya akan menyapanya dengan cara yang sedikit berbeda. Pertama, saya menyapanya dengan “selamat malam atau selamat pagi”, dengan kondisi berlawanan pada waktu sebenarnya. Ini akan sedikit menarik antusiasme dan mengacaukan saraf berpikir nomalnya. Misal ketika saya menemuinya di waktu malam, maka saya akan menyapanya dengan “Selamat Pagi” (bukan Selamat Malam). Dan begitu pula sebaliknya. Kalau petugas check in didepan saya kondisinya masih “fresh” biasanya dia akan protes dan berbalik menegur dengan tersenyum sambil berkata : “Selamat Pagi juga”. Ketika salam terbalik tadi berbalas maka itu tandanya kami sudah satu frekuensi dan “kegilaan” saya sudah menular. He..he.

bandara-husein

Langkah selanjutnya adalah dengan memesan kursi di dekat jendela. Dari awal pertama kali dulu naik pesawat, saya selalu memilih untuk duduk tepat di sebelah jendela. Kenapa? Karena saya tidak begitu suka kalau dapat tempat duduk yang di tengah. Anda tahu, duduk diapit oleh dua orang asing yang tidak kita kenal itu rasanya bisa kurang nyaman. Bayangkan apa yang jadinya pas kita ngantuk hebat terus tanpa sengaja kepala kita jatuh tepat di bahu atau dada orang sebelah?. Tengsin khan. Kalau makhluk di sebelah kita mirip Agnes Monica itu namanya rejeki. Tapi kalau mirip Aming itu namanya musibah.

Nah, untuk persoalan duduk di dekat jendela ini biasanya naluri iseng saya untuk “menggoda” muncul dengan mengatakan “Dekat jendelanya yang di dalam ya Mbak, jangan yang diluar jendela!”. Ini memang hal sepele, tapi kalau saya benar-benar ditaruh di luar jendela jelas saya ndak bisa sampai kota tujuan. Memang respon yang saya dapat variatif sekali. Ada yang tertawa, senyum kecil, balas ngobrol sampai ada yang cuek pura-pura ndak dengar. Well, apapun respon yang saya dapat tidak menjadi masalah. Yang penting niat ini lurus dan baik. Lagipula yang begitu itu sedikit banyak menjadi hiburan bagi saya. Nah, bagaimana dengan Anda? Berani coba duduk diluar jendela?. ***

jendela pesawat supersonic

Advertisements

About muhsin budiono

Karyawan, Followership Practitioner dan Penulis Buku. Mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember jurusan Marine Engineering (Lulus tahun 2006) dan Narotama University studi Management (Lulus tahun 2014). Followership Practitioner pertama di Indonesia [Certified by Ira Chaleff, Belgium-2017]. Anggota ILA (International Leadership Association). Pemegang Rekor MURI (Museum Rekor Dunia-Indonesia). Disaat banyak orang Indonesia memuji dan mendalami Leadership, muhsin memilih jatuh hati pada Followership sejak 2007 yang lalu. Di tahun 2013 muhsin menulis buku tentang belajar Followership ala Indonesia berjudul "The Jongos Ways" (TJW) yang fenomenal dan menggugah ribuan pekerja di Indonesia. Berbekal buku TJW muhsin semakin getol membumikan Followership ke seluruh penjuru nusantara secara cuma-cuma/tanpa memungut biaya melalui kegiatan-kegiatan seminar, bedah buku, pembuatan video animasi hingga konsultasi gratis. Hal itu dilakukan sebab menurutnya Indonesia sudah “terlambat” lebih dari 23 tahun dalam mengembangkan Followership. Atas upayanya tersebut pada akhir tahun 2014 muhsin mendapat undangan khusus dari International Leadership Association untuk menghadiri International Followership Symposium di Amerika sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia. Disana ia intens berdiskusi dengan beberapa pakar followership dunia dan dinisbatkan sebagai pemerhati followership pertama dari Indonesia. Di tahun 2016 Muhsin juga mendapat kehormatan untuk berbicara tentang Followership dihadapan ratusan praktisi Human Resources di Indonesia dalam forum nasional the 8th Indonesia Human Resources Summit (IHRS). Sementara ini muhsin berkarya di Perusahaan Migas Nasional kebanggaan Indonesia: PT Pertamina (Persero) dan sedang mengumpulkan serta menyusun kerikil demi kerikil untuk dijadikan batu lompatan dalam meraih cita-cita sebagai International Islamic Followership Trainer di tahun 2023 mendatang. Muhsin juga memiliki keinginan kuat untuk resign bekerja agar bisa kuliah/belajar lagi di Saudi Arabia guna mendalami teori Islamic Followership yang sedang dikembangkannya.

Discussion

No comments yet.

Your Comment Please . . .

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Road to International Islamic Followership Trainer

June 18th, 2023
4.9 years to go.

Buku Karya Pertama

JTIG : Jadi Trainer itu Gampang

Jadi Trainer Itu Gampang : Panduan Praktis untuk Memulai Menjadi Trainer dan Pemandu Pelatihan di Usia Muda. (LMT Trustco - Jakarta)

Buku Karya Kedua

The Jongos Ways : Pekerja Tangguh yang Bahagia dan Penuh Manfaat itu Anda (Penerbit : Elex Media Komputindo)

Buku Karya Ketiga

Berani Berjuang: Realita Cinta, Pertamina dan Bangsa Indonesia (A tribute to Mr. Ugan Gandar). Elex Media Komputindo

Buku Karya Keempat

Memorable Book Banjir Bandang Kota Bima - NTB tanggal 21 & 23 Desember 2016 (Elex Media Komputindo)

Follow me

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Follow me on Twitter

Advertisements
%d bloggers like this: