Road to 2023
Muhtivation

Rumus Bilangan Eksponensial


Teman-teman yang saya cintai,

Sebenarnya ini menyangkut pelajaran yang dulu semasa SMA saya benci habis-habisan : Matematika. Tapi berhubung pelajaran ini erat kaitannya dengan artikel yang akan saya tulis maka dengan senang hati saya harus menjelaskannya.

Entah kenapa dulu saya tidak begitu cinta dengan matematika. Barangkali karena guru yang mengajar saya waktu itu kurang kreatif dan tidak secantik Nonami Takizawa atau semenarik Zhu Songhua. Atau bisa jadi karena mindset saya waktu itu terlanjur memberikan label matematika sesuai singkatannya : MAkin Tekun MAkin Tidak KAruan. Eit, kalau saat ini Anda termasuk orang yang frigid terhadap matematika maka jangan keburu kecewa dulu. Saya tidak akan mengajarkan rumus-rumus atau postulat matematika disini sebab saya yakin Anda lebih pandai ketimbang saya dalam persoalan hitung-menghitung. Tapi kalau soal hitung-menghitung pakai kalkulator tukang sayur saya berani diadu. Asal jangan dengan mata tertutup.

Gambar

Oh iya, sebelum hilang arah dan lepas kendali, ijinkan saya menekankan bahwa dalam artikel kali ini tema sentral kita adalah : Bilangan eksponensial. Ternyata pemahaman matematis terhadap bilangan perpangkatan ini bisa dikaitkan dengan perilaku kehidupan kita sehari-hari untuk diambil hikmahnya. Saya tidak berniat menjadi guru matematika dadakan, namun ada baiknya kita simak sedikit teori tentang definisi eksponensial sebagai berikut.

Fungsi eksponensial adalah salah satu fungsi yang paling penting dalam matematika. Biasanya, fungsi ini ditulis dengan notasi exp(x) atau ex. Sebagai fungsi variabel bilangan real x, grafik ex selalu positif (berada di atas sumbu x) dan nilainya bertambah (dilihat dari kiri ke kanan). Grafiknya tidak menyentuh sumbu x, namun mendekati sumbu tersebut secara asimptotik. Invers dari fungsi ini, logaritma natural, atau ln(x), didefinisikan untuk nilai x yang positif.

Gambar

Rumus-rumus eksponensial yang lazim kita tahu adalah seperti ini :

Gambar

Secara sederhanya bisa didefinisikan sebagai : An exponent is when you times a number by it self by a certain number of times. People used exponents because it saved them time in not writing all those zeroes.

Dari penjabaran singkat diatas, bilangan eksponensial ini kalau mau digali pemaknannya maka bisa menjadi nasihat dan mewakili representasi diri kita dalam menjalani hidup ini. Nasihat yang ada kurang lebih berbunyi : Upayakan agar tidak terfokus pada membesarkan bilangan pangkat, tetapi fokuslah pada membesarkan bilangan pokok. Misalkan Xy = A, maka X adalah bilangan pokok dirimu dan Y adalah bilangan pangkatnya, sedangkan A merupakan bilangan representasi dari nilai dirimu. Bilangan pokok adalah segala sesuatu hal yang engkau miliki di dalam (internal) dirimu. Inner life skill capability yang engkau punya dan melekat pada subjek diri. Misalnya : seberapa baik kepribadianmu, seberapa luas wawasanmu, seberapa banyak karya kamu, seberapa dalam skill penguasaan Informasi dan Teknologimu, seberapa baik kemampuanmu menggagas sesuatu, jejaring/kenalan-kenalan kamu, leadership kamu, ketakwaan kamu, pengalaman terkendali, manajemen emosi, kepercayaan dan keyakinan diri, spiritualitas, kecerdasan intelektual dan kecerdasan romantisme, dan sejenisnya. Sedangkan bilangan pangkat mewakili segala aspek dan material yang melekat pada diri luar (eksternal) dan bersifat menunjang performance-mu dalam sementara waktu saja. Contohnya seberapa tampan/cantik wajahmu, seberapa keren pakaian yang engkau kenakan, seberapa mewah rumahmu, seberapa mahal mobil yang nongkrong di garasimu, merek arloji, tabungan, deposito, kecanggihan fitur HP, gadget milikmu, sepatu, sepeda motor dan sebagainya.

Gambar

Jadi bagaimana kaitannya dengan Xy = A ?. Begini, anggap nilai bilangan pokok (X) dirimu saat ini adalah 1. Jika engkau hanya berupaya membesarkan bilangan pangkat (Y) dengan terfokus pada memiliki HP mahal nan canggih, sibuk keluar masuk salon kecantikan, modifikasi kendaraan, belanja pakaian mewah, dan sejenisnya, maka nilai Y-mu memang bertambah banyak, namun nilai dirimu (A) tidak berubah. Tetap bernilai 1. Bukankah 12,15,19 atau sekalipun 11000000 nilainya tetap sama?. Tetap bernilai 1. Berbeda halnya jika engkau membesarkan bilangan pokok terlebih dahulu. Meskipun bilangan pangkat (baca : aksesoris penghias diri)  hanya bernilai 3 maka nilai dirimu (A) akan terus bertambah besar jika anda terfokus pada usaha membesarkan bilangan pokok (23 = 8,maka 33 = 27 dan 43 = 64).

Jadi fokuslah pada membesarkan bilangan pokok, insya Allah nilai dirimu akan menjadi bertambah dan selalu lebih baik.

Selamat membesarkan bilangan pokok.

muhsin-budiono

Advertisements

About muhsin budiono

Karyawan, Followership Practitioner dan Penulis Buku. Mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember jurusan Marine Engineering (Lulus tahun 2006) dan Narotama University studi Management (Lulus tahun 2014). Followership Practitioner pertama di Indonesia [Certified by Ira Chaleff, Belgium-2017]. Anggota ILA (International Leadership Association). Pemegang Rekor MURI (Museum Rekor Dunia-Indonesia). Disaat banyak orang Indonesia memuji dan mendalami Leadership, muhsin memilih jatuh hati pada Followership sejak 2007 yang lalu. Di tahun 2013 muhsin menulis buku tentang belajar Followership ala Indonesia berjudul "The Jongos Ways" (TJW) yang fenomenal dan menggugah ribuan pekerja di Indonesia. Berbekal buku TJW muhsin semakin getol membumikan Followership ke seluruh penjuru nusantara secara cuma-cuma/tanpa memungut biaya melalui kegiatan-kegiatan seminar, bedah buku, pembuatan video animasi hingga konsultasi gratis. Hal itu dilakukan sebab menurutnya Indonesia sudah “terlambat” lebih dari 23 tahun dalam mengembangkan Followership. Atas upayanya tersebut pada akhir tahun 2014 muhsin mendapat undangan khusus dari International Leadership Association untuk menghadiri International Followership Symposium di Amerika sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia. Disana ia intens berdiskusi dengan beberapa pakar followership dunia dan dinisbatkan sebagai pemerhati followership pertama dari Indonesia. Di tahun 2016 Muhsin juga mendapat kehormatan untuk berbicara tentang Followership dihadapan ratusan praktisi Human Resources di Indonesia dalam forum nasional the 8th Indonesia Human Resources Summit (IHRS). Sementara ini muhsin berkarya di Perusahaan Migas Nasional kebanggaan Indonesia: PT Pertamina (Persero) dan sedang mengumpulkan serta menyusun kerikil demi kerikil untuk dijadikan batu lompatan dalam meraih cita-cita sebagai International Islamic Followership Trainer di tahun 2023 mendatang. Muhsin juga memiliki keinginan kuat untuk resign bekerja agar bisa kuliah/belajar lagi di Saudi Arabia guna mendalami teori Islamic Followership yang sedang dikembangkannya.

Discussion

2 thoughts on “Rumus Bilangan Eksponensial

  1. mas saya suka cara menjelaskannya. mudah2an bisa saya tularkan ke mahasiswa saya

    Like

    Posted by belajarmengajar550145430 | 25 February 2018, 23:49

Your Comment Please . . .

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Road to International Islamic Followership Trainer

June 18th, 2023
5.2 years to go.

Buku Karya Pertama

JTIG : Jadi Trainer itu Gampang

Jadi Trainer Itu Gampang : Panduan Praktis untuk Memulai Menjadi Trainer dan Pemandu Pelatihan di Usia Muda. (LMT Trustco - Jakarta)

Buku Karya Kedua

The Jongos Ways : Pekerja Tangguh yang Bahagia dan Penuh Manfaat itu Anda (Penerbit : Elex Media Komputindo)

Buku Karya Ketiga

Berani Berjuang: Realita Cinta, Pertamina dan Bangsa Indonesia (A tribute to Mr. Ugan Gandar). Elex Media Komputindo

Buku Karya Keempat

Memorable Book Banjir Bandang Kota Bima - NTB tanggal 21 & 23 Desember 2016 (Elex Media Komputindo)

Follow me

Error: Please make sure the Twitter account is public.

Follow me on Twitter

Advertisements
%d bloggers like this: