Road to 2023
Uncategorized

MENGENAL KOMUNIKASI ASSERTIVE


Alkisah, ada seorang jongos yang sudah beberapa kali terlambat datang ke kantor. Walhasil dia dipanggil sang atasan untuk menghadap ke ruangannya. Pada atasan yang pandai memotivasi, biasanya “teguran” yang dilayangkan pada sang Jongos menggunakan bahasa komunikasi assertive. Komunikasi assertive merupakan komunikasi yang berdiri pada titik tengah antara komunikasi pasif dan agresif  dimana komunikasi ini mengedepankan cara pandang mengemukakan pendapat dan perasaan tanpa memaksakan kehendak serta tidak melanggar hak-hak orang lain. Kira-kira teguran yang bernuansa assertive itu seperti ini :

“Saya merasa cemas dan bingung tanpa kehadiran kamu tepat waktu, lain kali mohon tidak terlambat lagi karena ketepatan waktumu dalam bekerja adalah cermin dari kemampuan managerialku. Bisa ya? Saya berharap besar kamu menepatinya”.

Orang dengan tipe asertif lebih mengedepankan kesamaan yang dimiliki oleh semua orang. Mereka lebih menerapkan sifat inklusif dan akomodatif daripada eksklusif. Pada umumnya, mereka memiliki karakter sebagai berikut:

  1. Moto dan Kepercayaan
    • Yakin bahwa diri sendiri berharga demikian juga orang lain.
    • Asertif bukan berarti selalu menang, melainkan dapat menangani situasi secara efektif.
    • “Aku punya hak. Demikian juga orang lain.”
  2. Pola Komunikasi
    • Efektif, pendengar yang aktif.
    • Menetapkan batasan dan harapan.
    • Mengatakan pendapat sebagai hasil observasi bukan penilaian.
    • Mengungkapkan diri secara langsung dan jujur.
    • Memperhatikan perasaan orang lain.
  3. Karakteristik
    • Tidak menghakimi.
    • Mengamati sikap daripada menilainya.
    • Mempercayai diri sendiri dan orang lain.
    • Percaya diri.
    • Memiliki kesadaran diri.
    • Terbuka, fleksibel dan akomodatif.
    • Selera humor yang baik.
    • Mantap.
    • Proaktif dan Inisiatif.
    • Berorientasi pada tindakan.
    • Realistis dengan cita-cita mereka.
    • Konsisten.
    • Melakukan tindakan yang sesuai untuk mencapai tujuan tanpa melanggar hak-hak orang lain.
  4. Isyarat Bahasa Tubuh (Non-Verbal cues)
    • Terbuka dan gerak-gerik alami.
    • Atentif, ekspresi wajah yang menarik.
    • Kontak mata langsung.
    • Percaya diri.
    • Volume suara yang sesuai.
    • Kecepatan bicara yang beragam.
  5. Isyarat Bahasa (Verbal cues)
    • “Aku memilih untuk …. .”
    • “Apa opsi-opsi untukku ?”
    • “Alternatif apa yang kita miliki?”
  6. Konfrontasi dan Pemecahan Masalah
    • Bernegosiasi, menawar, menukar dan kompromi.
    • Mengkonfrontir masalah pada saat terjadi.
    • Tidak ada perasaan negatif yang muncul.
  7. Perasaan yang dimiliki
    • Antusiame.
    • Mantap.
    • Rasa percaya diri dan harkat diri.
    • Terus termotivasi.
    • Tahu dimana mereka berdiri.

Dalam kemampuan komunikasi dikenal tentang komunikasi asertive. Assertive itu sama dengan tegas, tidak mengorbankan hak-hak pribadi dan tetap menghormati hak orang lain terutama hak untuk tidak dipermalukan. Orang Assertive itu diantara prilaku orang Agresif dan orang pasive.

Komunikasi asertive adalah suatu cara berkomunikasi yang menunjukkan rasa hormat diri anda, dan juga hormat terhadap hak orang lain, perhatian pada orangnya, empati padanya tetapi tetap merujuk pada tujuan akhirnya (tujuan tidak berubah).

Supaya lebih mantap, berikut ilustrasi berupa dialog tentang komunikasi yang mungkin ditempuh oleh seseorang dalam kehidupan nyata. Mas Otong sedang berada dalam antrian di kasir sebuah supermarket yang ramai, dan tiba-tiba antriannya diserobot orang yang tanpa merasa berdosa langsung berdiri didepannya. Ada 3 gaya komunikasi yang bisa ditampilkan : Pasif, Agresif dan Assertive.

PASIF :
Otong: Ehem (aksi puta-pura batuk), Bung, tolong antri dong jangan nyerobot. Kami disini sudah pada antri lama.
Penyerobot: Wah, maaf saya penting banget nih. Cuma beli mi instan sebungkus. Emang kenapa kalo saya duluan? (nada menantang sambil mamerin tato di dada)
Otong : (menelan ludah) Eh, ngg… ngaak kenapa napa sih

AGRESIF
Otong : Mas, lihat-lihat dong!. Dasar, udah kagak permisi nggak tahu malu pula. Ini dibelakang saya anak kecil juga ikut antri. Nggak berpendidikan ya?! Dasar, Gorila bunting, kutu kupret, dinosaurus, brontosaurus, dll.
Penyerobot : Oh ya maaf Mas. (Sambil menggerutu, awas kau ya!)
(Dampak yang muncul : Penyerobot merasa dipermalukan dan timbul rasa dendam yang sangat tinggi)

ASSERTIVE
Otong : Maaf Pak, Mohon bisa mengikuti antrian agar kita semua nyaman
Penyerobot : Emang napa sih kalo saya mau duluan? (Sambil melotot dan pamer otot)
Otong : Saya tahu Bapak mungkin sudah capek dan lapar, demikian saya juga. Mohon hormati hak-hak orang lain. Saya yakin Bapak bijak dan bisa mengerti kami yang sudah antri duluan.
Penyerobot : Okelah (berlalu sambil cemberut)

Assertive, keuntungannya Bisa mengasihi diri dan jati diri baik, karena bisa menjaga personal space. Bisa bersahabat dengan baik. Dalam pernikahan hubungan intim dan sehat. Tegas, bisa mengambil keputusan, tetapi relax

Harga yang harus dibayar untuk menjadi assertif. Rasa tidak enak waktu berterus terang, butuh kemauan keras dan pergumulan, serta berani mengambil resiko. Sulit untuk dilakukan, sulit melepaskan kebiasaan submissive dan agressif. Ada kalanya bahasa assertive bisa gagal dan kita malah diacuhkan/bahkan dimusuhi. Tapi apapun itu selama niat kita baik dan tulus ikhlas insya Allah akan ada kemudahan dan pertolongan dari “yang diatas”.

Tetap semangat Bung!

muhsin-budiono

 

Advertisements

About muhsin budiono, B.Ss., CFT

MUHSIN BUDIONO. Bukan Siapa-Siapa, Cuma Followership Trainer. Trainer dan Penulis Buku. Pakar Followership pertama di Indonesia. Member of ILA (International Leadership Association). Pemegang Rekor MURI (Museum Rekor Dunia-Indonesia) Sementara ini berkarya di sebuah Perusahaan Migas Nasional. Sedang mengumpulkan dan menyusun kerikil demi kerikil untuk dijadikan batu lompatan dalam meraih cita-cita sebagai Pembicara Internasional (International Islamic Followership Trainer) di tahun 2023 mendatang (insya Allah). Sedang menghimpun biaya untuk bisa kuliah lagi, menafkahi keluarga tercinta, bayar utang dan bersedekah.

Discussion

No comments yet.

Your Comment Please . . .

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Road to International Islamic Followership Trainer

June 18th, 2023
5.6 years to go.

Buku Karya Pertama

JTIG : Jadi Trainer itu Gampang

Jadi Trainer Itu Gampang (JTIG) : Panduan Praktis untuk Memulai Menjadi Trainer dan Pemandu Pelatihan di Usia Muda. (Terbit : Januari 2013 - Jakarta)

Buku Karya Kedua

Buku The Jongos Ways (bisa dibawa pulang dari toko buku Gramedia terdekat di kota Anda)

The Jongos Ways (TJW) : Pekerja Tangguh yang Bahagia dan Penuh Manfaat itu Anda. (Terbit : Desember 2013 - Jakarta)

Buku Karya Ketiga

Buku Berani Berjuang karya Muhsin Budiono & Pengurus SPPSN

Follow me

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: