Road to 2023
Muhtivation

Penyemangat Buat Kamu-kamu yang Masih Sekolah


Demi Tempat Duduk, Siswa SD di Brebes Masuk Jam 3 Pagi !!

Untuk mendapatkan kursi duduk pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2012, siswa SD di Brebes rela berangkat jam 3 pagi. Padahal sekolahan belum dibuka.

Gambar sebelah kiri : Berian tersenyum senang mendapatkan kursi depan meski berangkat jam 3 pagi. (gambar lainnya di artikel ini cuma ilustrasi/bukan foto-foto murid SD di Brebes).

Mungkin inilah cara unik dan fenomenal yang dilakukan hanya oleh para siswa baru di SD Negeri Pasar Batang 4, Brebes. Setiap tahun ajaran baru tiba, para siswa menyambutnya dengan antusias serta rela berangkat ke sekolah sejak dinihari hanya untuk memperebutkan kursi yang diinginkan.

Karena sekolahannya digeruduk siswa, penjaga sekolah pun akhirnya membuka pintu gerbang pukul 04.00 WIB, dan begitu gerbang dibuka, orang tua murid dan anaknya langsung berlarian ke kelas masing-masing untuk mendapatkan kursi duduk paling depan.

Setelah memasuki ruang kelas, orang tua siswa dan siswa hanya menaruh tas di sekolah dan langsung meninggalkan sekolah. Meski sebenarnya jarak sekolah yang ditempati oleh para siswa masih satu kampung dengan gedung sekolah, namun mereka khawatir tidak mendapatkan kursi di deretan terdepan.

Salah satu orang tua murid baru, Murni (36) warga Kelurahan Pasarbatang Brebes mengaku rela mengantarkan anaknya pada pukul 03.00 WIB. “Kalau tidak cepet-cepet, takutnya gak kebagian kursi depan, karena dengan duduk di depan, saya berharap anak saya bisa berprestasi,” ujar Murni sumringah.

Begitu juga dengan siswa kelas lainnya yang berangkat ke sekolah sudah dengan berbaju seragam rapi. Berian (9) tahun siswa kelas tiga ini mengaku, meski berangkat dari rumahnya pada pukul 03.00 WIB, ia sudah tidak mengantuk. Dan ia rela berangkat pagi supaya bisa mendapatkan kursi paling depan, agar menjadi anak pandai.

“Nggak ngantuk, supaya duduk di depan,” ujar Berian.

Sementara itu menurut Idos (32), penjaga sekolah mengaku dirinya semalaman tidak tidur. Karena berebut kursi terdepan memang sudah menjadi tradisi warga di sekitar sekolahan saat hari pertama masuk sekolahan pada tahun ajaran baru.

“Semalam saya tidak tidur, karena saya tahu pasti akan ada berebut kursi terdepan, dan ini sudah sejak puluhan tahun yang lalu,” ujar Idos.

Dan para siswa yang sudah mendapatkan kursi, mereka memulai pelajaran sambil menunggu para guru datang, mereka hanya bermain-main meski matahari pagi belum menyongsong. Begitu juga dengan orang tuanya yang menunggu anaknya.

Ditulis ulang dengan sedikit peruban dari sumbernya : http://kabar17.com

Membaca berita diatas, sungguh saya sangat salut dan angkat topi sama anak2 SD tersebut. Pokoknya two thumbs up deh. Jadi ingat  pengalaman saya dulu waktu masih di bangku SD. Saya malah datang pagi-pagi biar bisa dapat bangku paling belakang, soalnya ada mitos kalau bangku paling belakang itu setengah “keramat” sebab posisinya yang strategis. Strategis buat nyontek, strategis buat ngobrol, strategis buat ngamatin temen cewek yang bening dibangku depan, dan -yang paling penting- strategis buat tidur pas pelajaran. Celakanya hal itu berlanjut sampai SMP, SMA dan waktu kuliah. Ah, jadi malu saya. Kenapa bisa kalah sama anak kecil yang semangat belajarnya tinggi sampai datang ke sekolah jam 3 pagi ya. Contoh dari saya jangan ditiru Kawan, contoh saja mereka-mereka yang bagus itu.

Tetap semangat,

muhsin-budiono

Advertisements

About muhsin budiono

Karyawan, Followership Practitioner dan Penulis Buku. Mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember jurusan Marine Engineering (Lulus tahun 2006) dan Narotama University studi Management (Lulus tahun 2014). Followership Practitioner pertama di Indonesia [Certified by Ira Chaleff, Belgium-2017]. Anggota ILA (International Leadership Association). Pemegang Rekor MURI (Museum Rekor Dunia-Indonesia). Disaat banyak orang Indonesia memuji dan mendalami Leadership, muhsin memilih jatuh hati pada Followership sejak 2007 yang lalu. Di tahun 2013 muhsin menulis buku tentang belajar Followership ala Indonesia berjudul "The Jongos Ways" (TJW) yang fenomenal dan menggugah ribuan pekerja di Indonesia. Berbekal buku TJW muhsin semakin getol membumikan Followership ke seluruh penjuru nusantara secara cuma-cuma/tanpa memungut biaya melalui kegiatan-kegiatan seminar, bedah buku, pembuatan video animasi hingga konsultasi gratis. Hal itu dilakukan sebab menurutnya Indonesia sudah “terlambat” lebih dari 23 tahun dalam mengembangkan Followership. Atas upayanya tersebut pada akhir tahun 2014 muhsin mendapat undangan khusus dari International Leadership Association untuk menghadiri International Followership Symposium di Amerika sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia. Disana ia intens berdiskusi dengan beberapa pakar followership dunia dan dinisbatkan sebagai pemerhati followership pertama dari Indonesia. Di tahun 2016 Muhsin juga mendapat kehormatan untuk berbicara tentang Followership dihadapan ratusan praktisi Human Resources di Indonesia dalam forum nasional the 8th Indonesia Human Resources Summit (IHRS). Sementara ini muhsin berkarya di Perusahaan Migas Nasional kebanggaan Indonesia: PT Pertamina (Persero) dan sedang mengumpulkan serta menyusun kerikil demi kerikil untuk dijadikan batu lompatan dalam meraih cita-cita sebagai International Islamic Followership Trainer di tahun 2023 mendatang. Muhsin juga memiliki keinginan kuat untuk resign bekerja agar bisa kuliah/belajar lagi di Saudi Arabia guna mendalami teori Islamic Followership yang sedang dikembangkannya.

Discussion

No comments yet.

Your Comment Please . . .

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Road to International Islamic Followership Trainer

June 18th, 2023
4.9 years to go.

Buku Karya Pertama

JTIG : Jadi Trainer itu Gampang

Jadi Trainer Itu Gampang : Panduan Praktis untuk Memulai Menjadi Trainer dan Pemandu Pelatihan di Usia Muda. (LMT Trustco - Jakarta)

Buku Karya Kedua

The Jongos Ways : Pekerja Tangguh yang Bahagia dan Penuh Manfaat itu Anda (Penerbit : Elex Media Komputindo)

Buku Karya Ketiga

Berani Berjuang: Realita Cinta, Pertamina dan Bangsa Indonesia (A tribute to Mr. Ugan Gandar). Elex Media Komputindo

Buku Karya Keempat

Memorable Book Banjir Bandang Kota Bima - NTB tanggal 21 & 23 Desember 2016 (Elex Media Komputindo)

Follow me

Error: Please make sure the Twitter account is public.

Follow me on Twitter

Advertisements
%d bloggers like this: