Akhir-akhir ini saya sering dibuat jengkel oleh kebiasaan para “ahli hisap” yang merokok di sembarang tempat. Asapnya itu lho, mengganggu sekali. Bau dan bikin sesak di dada. Mbok ya kalau merokok ditelan sekalian sama asap-asapnya. Memang merokok adalah hak mereka, tapi kalau sampai mengganggu hak orang lain itu artinya sudah dzalim. Merampas kebahagiaan orang.
Apakah kamu pingin jadi pengusaha? mau jadi entrepreneur muda? masih galau, bingung atau sudah merintis tapi kerasa berat ngejalaninnya? Saya tidak berniat memberikan modal pinjaman buat jadi pengusaha, karena saya sendiri juga butuh pinjaman modal. ^_^. Yaah, kecewa deh. Disini saya ingin berbagi info tentang film yang very-very recommended untuk ditonton sebab sangat memotivasi bagi para pengusaha maupun calon pengusaha.
Pengertian Halal Bihalal & Sejarahnya
Secara bahasa, halal bihalal adalah kata majemuk dlm bahasa Arab & berarti halal dgn halal atau sama-sama halal. Tapi kata majemuk ini tak dikenal dlm kamus-kamus bahasa Arab maupun pemakaian masyarakat Arab sehari-hari. Masyarakat Arab di Makkah & Madinah justru biasa mendengar para jamaah haji Indonesia –dengan keterbatasan kemampuan bahasa Arab mereka- bertanya ‘halal?’ saat bertransaksi di pasar-pasar & pusat perbelanjaan. Mereka menanyakan apakah penjual sepakat dgn tawaran harga yang mereka berikan, sehingga barang menjadi halal utk mereka. Jika sepakat, penjual akan balik mengatakan “halal”. Atau saat ada makanan atau minuman yang dihidangkan di tempat umum, para jamaah haji biasa bertanya “halal?” utk memastikan bahwa makanan / minuman tersebut gratis & halal utk mereka.
BIMBINGAN BERHARI RAYA IDUL FITHRI
Oleh : Ustadz Abu Sulaiman Aris Sugiyantoro
MENGAPA DINAMAKAN ‘ID?
Secara bahasa, ‘Id ialah sesuatu yang kembali dan berulang-ulang. Sesuatu yang biasa datang dan kembali dari satu tempat atau waktu.
Kemudian dinamakan ‘Id, karena Allah kembali memberikan kebaikan dengan berbuka, setelah kita berpuasa dan membayar zakat fithri. Dan dengan disempurnakannya haji, setelah diperintahkan thawaf dan menyembelih binatang kurban. Karena, biasanya pada waktu-waktu seperti ini terdapat kesenangan dan kebahagiaan.
Di antara amalan yang dianjurkan ketika seseorang bertemu dengan lailatul qadar adalah memperbanyak do’a ampunan.
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ « قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى »
Dari ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha-, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa do’a yang mesti kuucapkan?”
Tolong jawab pertanyaan ini : Bayangkan kalau ada lima ekor burung sedang bertengger bersama di sebuah ranting pohon (Ini bukan burung Angry Birds, jadi jangan bayangkan warna mereka kuning, biru, merah, item, dan lain-lainnya itu). Karena merasa sedang diperhatikan oleh Anda maka dua ekor diantara burung-burung itu memutuskan untuk terbang. Pertanyaannya : Siapa nama penjual burung yang ada di Pasar Burung Petekan Surabaya? He..he, maaf bukan itu pertanyaannya. Pertanyaan yang benar adalah : Berapa ekor burung yang masih tetap bertengger di ranting pohon?.
Yang terbaik bagi seorang muslim dalam perkara yang menyangkut urusan orang banyak dan demi maslahat persatuan adalah menyerahkan urusan tersebut pada pemerintah kaum muslimin. Jika seandainya suara kaum muslimin itu satu dalam berhari raya dan memulai puasa, itu lebih baik.
Namun demikianlah sebagian ormas dan golongan tertentu mementingkan egonya masing-masing. “Pokoknya besok kami puasa“, ujar mereka. Padahal yang sesuai sunnah Rasul, hari raya dan puasa diumumkan oleh penguasa, bukan individu atau ormas. Kita pun diperintahkan berpuasa dan berhari raya dengan pemerintah kita. Jadi tunggu saja hasil sidang itsbat dari pemerintah RI malam ini.
Kawan-kawan semua,
Berikut adalah penampakan dari buku karya kedua saya. Buku ini berjudul “The Jongos Ways : Pekerja Tangguh yang Bahagia dan Penuh Manfaat itu Anda”. Buku “The Jongos Ways” -biasa disingkat TJW- menceritakan tentang beberapa pemikiran, pengalaman dan pemaknaan saya terhadap pekerjaan selama lebih kurang 5 (lima) tahun bekerja, eh…berkarya di perusahaan tercinta : Pertamina. Kenapa kata “Bekerja” barusan tadi saya coret? Sebab pemahaman kita perlu diselamatkan. Mindset antara “Bekerja” dan “Berkarya” punya andil yang sangat penting dalam memajukan diri pribadi kita. Seberapa pentingnya sih? silahkan baca di artikel saya sebelumnya : Jongoszers adalah “Karyawan”, bukan sekedar Pekerja.
Buku TJW barangkali bukan termasuk buku apik yang isinya mengilhami sampai-sampai Anda harus merekomendasikannya ke orang lain. Namun buku ini disusun berdasarkan pada beberapa kisah nyata yang menyampaikan pesan kuat untuk mendongkrak sikap kita terhadap kerja dan kehidupan. Apa yang membedakan buku ini dengan buku-buku manajemen lainnya? Sebenarnya bedanya banyak, diantaranya adalah penulis buku ini jauh lebih tampan dan lebih manis dibanding penulis buku lainnya. Hehe. Narsis ^_^. Sekarang serius, kalau di buku-buku manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) lain seringkali membahas tentang persoalan leadership (kepemimpinan) maka di buku ini Anda akan diberikan wawasan lain yang sama pentingnya dengan leadership namun jarang sekali diajarkan dan diwacanakan. Wawasan itu adalah Followership.
Kalau di buku lain di jaman sekarang ini lebih banyak mengupas dan “mendewa-dewakan” tentang entrepreneurship (kewirausahaan) maka di buku ini Anda akan dibawa berjalan-jalan menyusuri alam pikiran seorang karyawan dengan berbagai wacana dan contoh konkret yang disajikan berimbang. Hal ini tentunya sangat dibutuhkan oleh mereka-mereka yang berniat menjadi “Bos” atau memiliki banyak orang yang bekerja untuk membantu dirinya.
Saya teringat perkataan salah satu guru bangsa kita : Pak Dahlan Iskan. Beliau pernah mengungkapkan begini, “Anda tidak bisa menjadi pemimpin yang baik sebelum menjadi bawahan yang baik. Menjadi pemimpin itu dianggap enak. Menjadi pemimpin itu dianggap bisa berkuasa. Tetapi banyak yang tidak menyadari bahwa untuk bisa menjadi pemimpin yang baik sebenarnya harus pernah membuktikan dirinya pernah menjadi orang yang dipimpin.
Ketika menjadi orang yang dipimpin itu, dia juga bisa menjadi orang yang dipimpin dengan baik. Artinya untuk bisa menjadi pemimpin yang baik harus pernah menjadi anak buah yang baik.
Saya meragukan seseorang yang ketika menjadi anak buah tidak baik, dia bisa menjadi pemimpin yang baik. Menjadi anak buah yang baik itu adalah anak buah yang loyal tetapi juga kritis. Anak buah yang patuh tetapi juga bisa berpikir mana yang baik dan mana yang tidak baik. Anak buah yang selalu bisa memberikan jalan keluar kepada atasannya. Anak buah yang bisa memberikan pemecahan masalah bagi atasannya. Bukan anak buah yang selalu merepotkan atasannya, anak buah yang selalu membikin masalah pemimpinnya dan anak buah yang selalu memberikan persoalan bagi pemimpinnya.”
Nah, begitulah sedikit “bocoran” yang bisa saya sajikan mengenai buku TJW ini. Semoga berkenan. Oh iya, bagi Anda yang penasaran ingin membaca buku TJW, silahkan bisa Anda download gratis disini : TJW Muhsin Budiono for Blog. Sebenarnya beberapa isi dari buku TJW telah ada dalam beberapa artikel yang saya tulis dalam blog ini, namun lokasinya masih terpisah-pisah. Jadi ada baiknya Anda men-download ketimbang menjadi senewen dan penasaran (kayak arwah aja bisa penasaran) Hehe.
Saya berharap besar dan bermimpi kalau buku TJW akan di-launching pada tanggal 10 Desember 2013 di kantor pusat Pertamina dan oleh CEO Pertamina juga. Kenapa harus 10 desember? Sebab di tanggal tersebut Pertamina berulang tahun. Ingin sekali rasanya memberikan “hadiah spesial” bagi perusahaan sekaligus bagi rekan-rekan kerja saya semua di hari yang istimewa tersebut. Berkenaan dengan hal itu, dikesempatan yang baik ini saya ingin mengajak Anda semua agar turut mendoakan kelancaran peluncuran buku TJW. Tidak ada salahnya bermimpi, tidak ada salahnya memiliki harapan yang besar. Jangan takut bermimpi, sebab antara mimpi dan realitas hanya dipisahkan oleh waktu. Semoga terwujud.
Sementara saya cukupkan sampai disini, semoga yang sedikit ini bermanfaat dan semoga niat ini tetap ikhlas.
Tetap istiqomah,
muhsin-budiono
PS : Ingin mengetahui beberapa dokumentasi tentang TJW? Silahkan download disini : Foto Dokumentasi TJW
Kenapa harus beli BBM non subsidi?
Pertanyaan ini sering terlontar dari adik-adik kelas, keluarga maupun kenalan saya. Barangkali karena mereka mafhum kalau saya kerja di bidang perminyakan mestinya harus bisa ngasih alasan bagus atas pertanyaan tersebut. Ya, saya berharap juga demikian, tidak enak rasanya kalau jawaban yang kita berikan tidak bagus. Masalahnya kata “bagus” itu sifatnya relatif, tergantung siapa yang memaknai.
Saat berkunjung ke Lampung, saya pernah ditanya oleh seorang pekerja outsourcing sebuah perusahaan disana. Kira-kira nanyanya begini : “Apa rahasianya biar kita bisa sukses dalam hidup dan dalam bekerja?”. Waktu itu saya jawabnya nggak jelas atau muter-muter kayak tong gembong dan roller coaster.
You must be logged in to post a comment.