Road to 2023

muhsin budiono

Karyawan, Followership Practitioner dan Penulis Buku. Mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember jurusan Marine Engineering (Lulus tahun 2006) dan Narotama University studi Management (Lulus tahun 2014). Followership Practitioner pertama di Indonesia [Certified by Ira Chaleff, Belgium-2017]. Anggota ILA (International Leadership Association). Pemegang Rekor MURI (Museum Rekor Dunia-Indonesia). Disaat banyak orang Indonesia memuji dan mendalami Leadership, muhsin memilih jatuh hati pada Followership sejak 2007 yang lalu. Di tahun 2013 muhsin menulis buku tentang belajar Followership ala Indonesia berjudul "The Jongos Ways" (TJW) yang fenomenal dan menggugah ribuan pekerja di Indonesia. Berbekal buku TJW muhsin semakin getol membumikan Followership ke seluruh penjuru nusantara secara cuma-cuma/tanpa memungut biaya melalui kegiatan-kegiatan seminar, bedah buku, pembuatan video animasi hingga konsultasi gratis. Hal itu dilakukan sebab menurutnya Indonesia sudah “terlambat” lebih dari 23 tahun dalam mengembangkan Followership. Atas upayanya tersebut pada akhir tahun 2014 muhsin mendapat undangan dari International Leadership Association untuk menghadiri International Followership Symposium di Amerika sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia. Disana ia intens berdiskusi dengan beberapa pakar followership dunia dan dinisbatkan sebagai pemerhati followership pertama dari Indonesia. Di tahun 2016 Muhsin juga mendapat kehormatan untuk berbicara tentang Followership dihadapan ratusan praktisi Human Resources di Indonesia dalam forum nasional the 8th Indonesia Human Resources Summit (IHRS). Sementara ini muhsin berkarya di Perusahaan Migas Nasional kebanggaan Indonesia: PT Pertamina (Persero) dan sedang mengumpulkan serta menyusun kerikil demi kerikil untuk dijadikan batu lompatan dalam meraih cita-cita sebagai International Islamic Followership Trainer di tahun 2023 mendatang. Muhsin juga memiliki keinginan kuat untuk resign bekerja agar bisa kuliah/belajar lagi di Saudi Arabia guna mendalami teori Islamic Followership yang sedang dikembangkannya.
muhsin budiono has written 180 posts for muhsinbudiono

Bu Karen Agustiawan dan Pujian Pak Dahlan


Masih segar dalam ingatan saya ketika 10 bulan yang lalu membaca artikel tulisan Hazairin Sitepu (CEO Radar Bogor Group berjudul “Dua Jam Bersama Pak Dahlan Iskan” yang di dalamnya terdapat sindiran terhadap Dirut Pertamina (Bu Karen) yang terlambat menghadiri janji ketemuan dengan Pak Dahlan Iskan.  Pak DIS (sapaan akrab Pak Dahlan) akhirnya membatalkan pertemuan dengan Bu Karen sebab setengah jam berikutnya  Beliau memiliki agenda lain yang harus dipenuhi, yakni bertemu dengan Menteri ESDM.

“Wah, barangkali ini termasuk pencitraan negatif terhadap nama baik CEO Pertamina”, gumam saya dalam hati. Meskipun saya sangat yakin kalau Hazairin sama sekali tidak bermaksud demikian, tapi ranah intelektualitas orang awam agaknya sulit untuk memandang dengan jernih tulisan tersebut.  Ya, itu cerita di tahun 2011; di tahun 2012 ini -tepatnya 24 Januari 2014- saya membaca artikel yang masih berhubungan dengan Pak DIS (sebab penulis artikel tersebut ya memang Pak DIS sendiri) berjudul Pergantian Direksi yang Sangat Bising. Dalam artikel yang bertema sentral Manufacturing hope ini Pak DIS menulis tentang riuhnya suasana penggantian direksi di perusahaan BUMN. Ternyata menjelang pergantian direksi muncul banyak manuver politik dan kasak-kusuk untuk mengangkat maupun menjatuhkan pamor calon yang diunggulkan. Sungguh, Anda harus membaca tulisan Pak DIS tersebut.

Continue reading

Kartun Kantoran


Gambar

Gambar

Continue reading

Catatan Kunjungan Bapak Habibie ke Manajemen Garuda Indonesia


Teman-teman,

Kemarin saya dapat email dari rekan sekantor tentang kunjungan Pak Habibie ke kantor Manajemen Garuda Indonesia. Saya harus akui kalau email tersebut sungguh menginspirasi meski saya membacanya dengan tjara seksama dan dalam tempoe jang sesingkat-singkatnja (jadi mirip teks proklamasi nih) . Maklum waktu itu saya baca emailnya pas jam sibuk-sibuknya orang pada kerja, jadi mbacanya ngebut. Gas pol rem blong.

Tulisan ini merupakan catatan dari salah seorang karyawan Garuda Indonesia, namanya Capt. Novianto Herupratomo. Saya tidak kenal apalagi pernah berjumpa dengan beliau, tapi dari namanya saya yakin ia orang indonesia asli. Tanpa basa-basi lagi, langsung saja bisa dinikmati tulisan beliau yang cukup renyah dibaca sekaligus menyentuh kalbu berikut ini :

Continue reading

Tanya Jawab #1


Rekan-rekan semua,

Barangkali memang sudah ndak laku, atau sudah banyak Trainer baru yang lebih muda dari saya. Setelah mengantongi 102 jam terbang dalam hal mengisi materi maka di tahun 2011 yang baru berakhir ini saya lebih banyak introspeksi dan merenung. Tahun 2011 kemarin adalah tahun dimana saya “sepi panggilan”. Sebagai “lelaki panggilan” (julukan untuk profesi Trainer dimana saya sering diundang/dipanggil lewat SMS atau telpon langsung ke HaPe) untuk mengisi sebuah acara pelatihan atau materi tentunya kesepian ini cukup membuat hati terasa galau. Rasanya ada bagian diri ini yang hilang. Di tahun 2011 kemarin saya ‘hanya’ menerima 8 panggilan/undangan (6 undangan untuk mengisi materi pelatihan dan 2 undangan untuk konseling pribadi). Dari 8 undangan tersebut hanya 5 undangan yang bisa saya hadiri. 3 undangan lainnya terpaksa ditolak secara halus karena diwaktu bersamaan saya sedang dinas diluar kota. Namun demikian saya tetap mengucap Alhamdulilah dan mensyukuri nikmat ini. Sebab kalau ndak bersyukur khawatirnya nanti malah di-bogem Malaikat yang lagi lewat. Bisa mati berdiri saya.

Well, memang tahun kemarin sepertinya saya kurang bisa membagi waktu dengan baik sehingga perhatian memasok makanan hati & jiwa melalui kegiatan seorang trainer menjadi minim. Di tahun 2012 ini saya mencoba terobosan lain untuk bisa menyentuh “klien” saya melalui forum tanya jawab melaui email. Walhasil diakhir tahun kemarin saya woro-woro lebih intens saat mengisi materi di ITS maupun di UNAIR untuk tanya jawab lewat email tersebut. Hasilnya? di awal januari ini ada sudah ada 1 orang mahasiswa yang bertanya. Tulisan berikut adalah tampilan perdana atas pertanyaan yang muncul dari ‘adik-adik’ saya yang ingin berbagi pikiran atau sekedar menyapa.

Continue reading

Izin Muat atau Ijin Muat ?


Teman-teman,

Hari ini saya diminta tolong oleh atasan saya untuk merevisi surat izin layak muat BBM ke Tongkang.  Redaksionalnya ‘minta tolong’, padahal sejatinya dia tidak perlu minta tolong. Tinggal perintah saja : jongos pasti langsung action. Dasar atasan saya ini baik hati dan tidak sombong. Saking terlalu baiknya bahasa yang dipakai pun selalu santun. Atasan yang model begini ini yang permintaannya cenderung sulit untuk tidak dipenuhi oleh bawahan. Continue reading

Optimisme Idul Fitri 1432 H


Sekiranya ada seseorang yang kurang kerjaan lantas mengajukan pertanyaan : puasa bulan ini masih kurang berapa hari lagi?, rasa-rasanya kita akan mudah menjawabnya. Tidak perlu melihat kalender atau bertanya pada seorang kawan apalagi sampai browsing di internet. Barangkali sudah mafhum kalau kurang seminggu menjelang idul fitri seperti ini maka naluri dan kemampuan setiap muslim untuk mengenali perubahan musim dan pergantian waktu seolah-olah meningkat drastis menyerupai insting birahi serangga di musim kawin. Adapun setelah menjawab pertanyaan diatas, biasanya beberapa diantara kita berseloroh akan cepatnya waktu bergulir : Nggak terasa Ramadhan kan berganti syawal. Idul fitri sebentar lagi. Kata ulama Prancis : Le temps passé si vite (waktu berlalu begitu cepat). Barangkali banyak yang nyengir karena ujian lapar dan haus di siang bolong bakalan usai. Senang-gembira, sebab hari kemenangan sudah didepan mata. Sementara itu sebagian sahabat air matanya meleleh membanjiri pipi sebab sedih akan ditinggal sang tamu agung. Dalam gambaran seperti diatas, kita termasuk yang bersedih atau yang bergembira? Di penghujung Ramadhan kali ini pertanyaan tersebut haruslah dijawab. Sebab indikator optimisme menjadi manusia baru yang kembali fitri pasca Ramadhan sedikit banyak dapat terukur dari penyikapan atas hal ini.

Continue reading

MAKE Study Award 2011


Congrats..congrats…

Semakincerahpemandangankedepan.

MakinYakinKamiMenujuWorldClassCompany

Pertaminaenergiuntuknegeri.

BiarpunCumaJongosSayaTurutBanggaAtasPencapaianIni.

ArtinyaPerusahaanIniCenderungTampilSebagaiPerusahaanYangSangatMemperhatikanPekerjanyaDalamBerbagiInformasiMaupunSharingPengetahuan.

SemogaKedepannyaBisaLebihBaikLagi.

Proudtobepartofit

muhsin-budiono

Most Admired Company 2011


IMAC

Alhamdulilah.

Inilah salah satu bukti semangat terbarukan kita.

Semangat anak bangsa mengusung transformasi di semua lini.

Energi kebaikan yang selalu terbarukan.

Proud to be part of it.

– R. M

 

Islam dan Keutamaan Waktu


”Dan demi shubuh apabila fajarnya mulai menyingsing.” (Terj. QS. At Takwir [81] : 18)

waktu

waktu adalah kehidupan

Waktu, adalah madrasah maya bagi tiap insan. Wadah pembentukan diri. Ia adalah garis edar hidup untuk kita tumbuh dan berkembang menjadi dewasa, dari lahir hingga berpulang ke hadirat-Nya. Ia adalah harta paling berharga yang dimiliki semua orang. Sumber daya atau modal utama yang terus melaju dan tak akan kembali. Ia tak dapat diperbarui dan bagi saya pribadi ia merupakan substansi gaib nomer dua setelah Tuhan. Memanfaatkan waktu menjadi sedemikian penting dalam hidup ini. Bahkan Allah sering mengikat janji dan firman-Nya dengan keberadaan waktu. Demi masa, demi waktu dhuha, demi malam, demi matahari dan cahayanya di pagi hari, demi fajar, demi langit yang datang pada malam hari, demi shubuh, demi hari kiamat, demi bintang ketika terbenam, demi umurmu, adalah merupakan kalimat-kalimat yang bisa kita temui dalam Qur’an.

Continue reading

My First Book : Jadi Trainer Itu Gampang


Alhamdulillah…

Plong sekali rasanya. Sebagai laki-laki tulen sampai kapanpun saya tidak akan pernah bisa merasakan rasanya melahirkan anak. Pasti lega dan senang luarbiasa sekali ketika melihat jabang bayi merah keluar dan meramaikan dunia dengan tangisan pertamanya. Rasa sakit dan letih ketika mengandung hingga saat meregang nyawa berjuang melahirkan anak memang tidak akan bisa saya rasakan dan memang tidak sebanding ketika kesemuanya tersebut saya ibaratkan sama dengan menulis buku. Namun demikian, bagi penulis amatir seperti saya ya begitulah rasanya perjuangan menulis dan menyelesaikan sebuah buku. Buku ini barangkali sangat sederhana dan bisa jadi sangat jauh dari harapan Anda. Tapi daripada cuma bisa ngomong dan berangan-angan menulis buku, terselesaikannya buku ini semoga semakin mendorong saya untuk lebih rajin menulis dan menyelesaikan buku-buku berikutnya.

Silahkan download buku saya disini : Jadi Trainer Itu Gampang

Jadi Trainer Itu Gampang

JTIG

Road to International Islamic Followership Trainer

18 June 2023
Seorang muslim terlalu besar untuk memiliki cita-cita yang kecil. Jangan menyerah. Tetap istiqomah. Where there is a will there is a way.

Buku Karya Pertama

JTIG : Jadi Trainer itu Gampang

Jadi Trainer Itu Gampang : Panduan Praktis untuk Memulai Menjadi Trainer dan Pemandu Pelatihan di Usia Muda. (LMT Trustco - Jakarta)

Buku Karya Kedua

The Jongos Ways : Pekerja Tangguh yang Bahagia dan Penuh Manfaat itu Anda (Penerbit : Elex Media Komputindo)

Buku Karya Ketiga

Berani Berjuang: Realita Cinta, Pertamina dan Bangsa Indonesia (A tribute to Mr. Ugan Gandar). Elex Media Komputindo

Buku Karya Keempat

Memorable Book Banjir Bandang Kota Bima - NTB tanggal 21 & 23 Desember 2016 (Elex Media Komputindo)

Follow me on Twitter