Kawan-kawan semua,
Gambar dibawah ini adalah “kenang-kenangan” saat berpartisipasi dalam lomba desain foto-poster tentang perilaku pekerja yang sesuai dengan prinsip 6C di perusahaan saya (Clean, Capable, Competitive, Confident, Commercial, Customer Focus). Daripada dibuang begitu saja, ada baiknya saya tampilkan di blog ini. Semoga manfaat, semoga berkenan. ^_^ Tetap istiqomah,
muhsin-budiono
Caution: Inovasi-inovasi dunia seperti kacamata, tas, perhiasan, make up, dll, -termasuk pula harganya- bukanlah hal yang menjadi sorotan dalam gambar dibawah ini, adapun yang ditekankan disini adalah hijab yang menyelisihi syar’i dan tidak sesuai dengan syarat-syarat hijab syar’i. Wallahu a’lam.
Ini kumpulan tulisan yang saya dapatkan dari situs merdeka.com. Isi bahasannya mengenai kontroversial perayaan Valentine. Lumayan panjang, karena aslinya sampai 4 seri tulisan. Tulisan tersebut perlu saya sharing dalam blog ini karena di bulan februari ini dimanapun kita menoleh akan tampak hingar-bingar perayaan hari kasih sayang yang digandrungi banyak anak muda remaja kita. Celakanya mayoritas mereka yang terseret dalam sana ValDays tersebut adalah remaja muslim, bahkan mereka yang duduk di bangku SD juga tidak sedikit yang ikut-ikutan latah.
Kawan-kawan semua,
Ini nasihat yang saya berikan pada sebuah seminar motivasi penutup akhir tahun di Surabaya. Isinya tentang perbedaan antara manusia daya dan manusia data. Artikel ini lebih condong saya tujukan pada rekan-rekan saya yang berprofesi sebagai pendidik. Semoga bisa menghantarkan anak didiknya mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, meski sistem pendidikan kita saat ini cenderung memproduksi manusia data. Semoga manfaat.
Jangan selalu menjadi manusia data, namun jadilah manusia daya. Sejarah mencatat bahwa ilmuwan besar Einsten pernah ditanya : ada berapa kaki (sekitar 30 cm) dalam satu mil. Einsten lalu menjawab, ”Saya tidak tahu. Mengapa saya harus mengisi otak saya dengan fakta (data) yang dapat saya temukan dalam waktu dua menit di dalam buku acuan standar?”. Continue reading
Kawan-kawan semua,
Dari berita yang terpampang di BBC saya mendapati informasi baru yang membuat pupil mata ini terbuka lebih lebar dari biasanya. Ini tentang peringatan Hari Hijab Sedunia yang mulai diperingati 1 Februari 2013 kemarin. Bukan karena gambar perempuan manis berhijab yang ditampilkan dalam berita tersebut yang menarik perhatian saya, tapi karena substansi seruan untuk berhijab kepada perempuan non Muslim sedunia itulah yang membuat otak saya lantas berpikir : Apakah hari hijab sedunia ini memang dapat meningkatkan pemahaman toleransi dan saling memahami antar pemeluk agama?
Seringkali seseorang yang bekerja sebagai Jongos memiliki paradigma yang kurang benar (baca: keliru) terhadap terminologi ‘Karyawan’. Karyawan biasanya diartikan sederhana sebagai orang gajian belaka, yaitu orang yang menerima gaji/upah sebagai imbalan karena ia telah memberikan tenaga, pikiran ataupun keterampilan yang dimilikinya.
Anda tahu, paradigma (mindset) adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi kehidupan. Stephen Covey pernah berseloroh : “Jika engkau hanya menginginkan perubahan kecil dalam hidupmu, ubahlah perilakumu. Jika engkau menginginkan perubahan dahsyat dalam hidupmu, ubahlah paradigmamu”. Sejatinya ia benar. Karyawan yang hanya menganggap dirinya sebagai orang gajian maka akan sulit mengaktualisasikan diri meskipun telah dibekali banyak pengetahuan dan keterampilan. Sambil koreksi diri, dulu saya sering mengatakan, “Kalau mau kaya ya harus jadi pengusaha”, nah ternyata ini juga termasuk kalimat yang kurang benar. Sebab biarpun jadi pengusaha dan jungkir-balik siang malam tapi mindset yang dimiliki masih ‘mindset non pengusaha’ maka hasilnya akan jalan ditempat atau sulit berkembang.
Ini kisah di tempat kerja saya. Kemarin saya berbincang-bincang dengan seorang petugas Cleaning Services yang perawakannya lumayan tambun alias subur. Hampir setiap hari saya memperhatikan kalau ada yang kurang beres dari penampilannya. Yang kurang beres itu apa ya? Kok kurang kerjaan banget sih mas, sampai harus memperhatikan penampilan seseorang. Dasar . . . (+_+)
Kawan-kawan semua,
Kali ini saya akan menyajikan salah satu tulisan dari Prof. Rhenald Kasali yang saya sukai. Bahasanya sederhana, namun mudah dipahami dan mampu membangun logika cerdas. Isinya terkait kenaikan harga BBM yang masih terus akan menuai pro dan kontra di banyak pihak sampai Pemerintah mau mengambil langkah strategis non-populis yakni menaikkan harga BBM.
Rhenald Kasali merupakan salah satu tokoh yang saya kagumi. Beliau adalah dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Selain bergerak sebagai akademisi, pria bergelar Ph. D. dari University of Illinois ini sangat produktif dalam menulis.Buku-buku yang ditulisnya selalu menjadi perhatian kalangan bisnis dan dikoleksi oleh banyak dan hampir semuanya menjadi best seller. Continue reading
Sejak kemarin sore hingga malam ini, suara motor dengan knalpot bodong hasil modifikasi berteriak meraung-raung di jalanan depan kantor saya. Mudah diduga kalau pemiliknya adalah para remaja tanggung dari kampung. Rambut alay, kaos lusuh, kulit gosong dan alas kaki seadanya adalah ciri-cirinya. Saya berani taruhan kalau isi dompet mereka tidak lebih dari 50 ribu rupiah. Continue reading
You must be logged in to post a comment.