Road to 2023
Nulis Lepas

Hari gini masih ikut-ikutan ValDays?!


Kawan-kawan semua,

Say No ValentineIni kumpulan tulisan yang saya dapatkan dari situs merdeka.com. Isi bahasannya mengenai kontroversial perayaan Valentine. Lumayan panjang, karena aslinya sampai 4 seri tulisan. Tulisan tersebut perlu saya sharing dalam blog ini karena di bulan februari ini dimanapun kita menoleh akan tampak hingar-bingar perayaan hari kasih sayang yang digandrungi banyak anak muda remaja kita. Celakanya mayoritas mereka yang terseret dalam sana ValDays tersebut adalah remaja muslim, bahkan mereka yang duduk di bangku SD juga tidak sedikit yang ikut-ikutan latah.

Kita sadar kalau Valentine Days (Valdays) merupakan momen yang dimanfaatkan dan dihegemoni sedemikian rupa oleh banyak pihak. Terutama para pebisnis dan pelaku industri. Cobalah masuk ke pusat pertokoan, pasar atau minimarket di dekat rumah, bisa dijamin kita akan temukan banyak produk yang bercorak kasih sayang memeriahkan perayaan Valentine. Berbagai penawaran diskon, bonus dan promosi berbau ValDays diumbar di depan mata anak-anak kita. Brengseknya lagi, mereka tidak hanya menjual produk “merah muda” tersebut, produk minuman keras/minuman beralkhohol juga mereka tawarkan tepat di depan pintu masuk. Padahal miras itu sudah jelas minumannya setan. Lantas kalau ada orang yang meminum minumannya setan terus setannya sendiri mau minum apa? Kan kasihan itu setan.

Lebih parahnya lagi, tidak sedikit mereka yang menjalankan usaha atau memiliki bisnis minimarket diatas yang beragama islam. Seorang muslim atau muslimah. Miris. Disaat mereka berkuasa dan memegang uang yang tidak sedikit tapi tidak peduli sama sekali akan peran bisnisnya yang menjerumuskan banyak generasi muda kita. Di hari pembalasan nanti merekalah yang akan dijerumuskan pada siksa sepedih-pedihnya.

Warisan tradisi sesat kaum penyembah berhala

Tradisi dan kebiasaan-kebiasaan berlaku saban perayaan Hari Kasih Sayang atau Valentine berasal dari dua festival berbau seks di zaman Romawi kuno, yakni Lupercalia dan Juno Februata.
Dirayakan tiap 15 Februari, Lupercalia (festival izin berhubungan seks) digelar orang-orang Romawi kuno buat menghormati Lupercus, dewa kesuburan dan pertanian. Lupercus juga dikenal sebagai dewa pelindung hewan ternak dan hasil panen, pemburu sangat hebat, terutama serigala. Orang-orang Romawi meyakini Lupercus bakal melindungi kerajaan mereka dari ancaman serigala.
Dibantu para perawan, Luperci (pendeta lelaki) memimpin upcara pemurnian dengan mengorbankan kambing-kambing dan seekor anjing dalam gua Lupercal di Bukit Palatine. Kemudian, mereka mengenakan cawat dari kulit kambing berlumuran darah. Lantas, Luperci mulai mencambuki para perawan itu dengan tali kulit kambing. Mereka percaya tindakan ini bisa membuat para perawan itu gampang memiliki anak dan melahirkan.
Inilah alasan kenapa Lupercalia diselenggarakan pada Februari. Nama bulan itu berasal dari kata februa, berarti pemurnian, seperti dilansir situs rcg.org.
Orang-orang Romawi juga mengadakan perayaan Juno Februata, dewi cinta dan perkawinan. Pesta ini digelar saban 14 Februari. Tradisi yang berlaku yakni nama-nama gadis remaja ditulis di atas secarik kertas, kemudian-gulungan-gulungan kertas itu dimasukkan ke dalam kotak. Lantas, remaja lelaki masing-masing mengambil secara acak gulungan kertas itu.
Mereka kemudian dipasangkan dan tampil dalam pelbagai permainan erotis sepanjang perayaan itu. Selepas festival Juno Februata, sejoli-sejoli dadakan ini tetap menjadi pasangan bercinta hingga akhir tahun. Tradisi syahwat sesat ini berlangsung berabad-abad di Kekaisaran Romawi.

Hingga kini, Hari Kasih Sayang terus dirayakan generasi muda kita, bahkan menjurus pada pesta berlumur dosa: berkhalwat ditempat maksiat, seks bebas dan mabuk-mabukan.
Dengan tradisi sesat seperti ini, rasanya sungguh tidak pantas generasi muda muslim ikut merayakan Hari Valentine.

Kristen tidak kenal, Islam mengharamkan

Meski perayaan Hari Valentine merupakan warisan bangsa Romawi, Paus Gelasius pada 494 Masehi mengadopsi festival Juno Februata dengan nama baru Festival Purifikasi Perawan Maria. Tanggal pelaksanaannya sempat diubah dari 14 Februari menjadi 2 Februari kemudian dikembalikan lagi.
Sejatinya, para pemimpin gereja ingin menggelar festival pagan itu setelah Kristen menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi. Lupercalia termasuk dalam prioritas, namun rakyat Romawi menolak.
Hingga akhirnya Paus Gelasius pada 496 Masehi mulai merayakan Lupercalia dengan diganti nama menjadi Hari Santo Valentinus. Nama ini merujuk pada Santo valentinus, orang yang dieksekusi kaisar Romawi pada 270 Masehi karena kepercayaannya.
Menurut Ensiklopedia Katolik, ada tiga orang bernama Santo Valentinus, satu adalah pastor dari Roma, seorang lagi uskup di Interamna, dan yang lain hidup di Afrika. Untuk menghapus tradisi kaum penyembah berhala, Gereja Katolik Roma mengganti nama-nama perawan dengan nama orang-orang suci. Mereka menolak arisan seks.
Romo Benny Susetyo, Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan di Konferensi Wali Gereja Indonesia mengatakan bahwa perayaan Hari Valentine memang tidak terkait agama tertentu. Dia menambahkan Gereja Katolik Roma juga masih memperdebatkan soal sejarah Santo Valentinus.

Menurutnya, Hari Kasih Sayang biasa dirayakan di rumah-rumah di Eropa, bukan dengan pesta-pesta. “Kalau ada gereja merayakan, cuma sekadar menggelar misa,” kata Romo Benny.

Kalau Nasrani tidak mengenal tradisi Hari Valentine, Islam bahkan mengharamkan merayakannya. Imam Besar Masjid Istiqlal-Jakarta Pusat, Ali Mustafa Yaqub menegaskan bahwa, “Turut merayakan (Valentine) berarti ikut mempromosikan kebatilan,”.

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabannya” (Al Isra’ : 36).

Hari Valentine versi Yahudi

Perayaan Hari Valentine sebagai warisan tradisi kaum penyembah berhala kian terbukti lantaran agama Yahudi juga tidak mengenal soal Hari Kasih Sayang itu. Mereka memiliki hari sendiri buat menyatakan perasaan kasih dan sayang mereka.
Hari Valentine versi Yahudi ini disebut Tu B’Av, diperingati saban tanggal 15 bulan av dalam kalender Yahudi. Perayaan Tu B’Av tidak hanya mendemonstrasikan kasih sayang, namun juga sebagai ajang mencari jodoh, seperti dilansir surat kabar the Jerusalem Post, Agustus tahun lalu.
Tradisi ini disebutkan dalam Talmud. “…(Di hari itu), para perawan Yerusalem keluar dengan pakaian serba putih, yang mereka pinjam untuk tidak membuat malu kaum papa…(mereka) keluar dan menari di kebun-kebun anggur seraya berseru: Hai pemuda, lihatlah siapa kau pilih untukmu. Jangan pilih karena kecantikan tapi lihat asal usulnya…”
Sayang tradisi itu hanya bertahan sampai Kuil Sulaiman kedua dihancurkan. Selepas itu, tidak ada cerita turun temurun atau bukti tertulis komunitas-komunitas Yahudi masih berpesta merayakan Hari Tu B’Av.
Yang terjadi saat ini di Israel adalah perayaan Tu B’Av dilakukan dengan cara memberikan bunga kepada orang disayangi dan makan malam romantis. Roti-roti berbentuk hati juga ramai dijual. Restoran-restoran menampilkan menu istimewa pada Hari Tu B’Av untuk sepasang kekasih. Klub-klub malam di seantero negara Zionis itu menggelar pesta dengan band dan pemandu musik khusus. Tu B’Av juga menjadi hari pilihan buat menikah.
Kalau Tu B’Av menandai permulaan panen anggur, Hari Yom Kippur mengakhiri panen anggur. Talmud menyatakan Tu B’Av dan Yom Kippur adalah dua hari suci paling gembira dalam perayaan Yahudi.

Meneladani kasih sayang Rasulullah

Dalam berbagai riwayat disebutkan Nabi Muhammad adalah panutan dalam hal kasih sayang. Saking cinta kepada istri pertamanya, Khadijah, Rasulullah begitu sedih ketika dia wafat. Ini menjadi salah satu alasan buat Allah memerintahkan Nabi Muhammad isra dan mikraj.

Rasulullah juga tidak pernah melupakan Khadijah. Dia selalu menyebut nama Khadijah. Sampai-sampai Aisyah, istri termudanya, marah lantaran cemburu. Biasanya Aisyah bakal bilang, “Khadijah! Khadijah! Seolah-olah tidak ada perempuan lain di dunia ini selain Khadijah!”

Rasullulah juga penuh kasih terhadap musuh sudah tidak berdaya. Ketika kembali ke Makkah dari Madinah dengan pasukan kuat, dia tidak berniat balas dendam kepada kaum Quraisy yang telah mengusir dia dari kota kelahirannya itu. Nabi Muhammad malah mengatakan kaum kafir mau masuk Islam atau tidak tetap boleh menetap di Makkah asal tidak memusuhi kaum muslim.

Dia juga tidak marah terhadap orang-orang menghina dan mencaci dia. Dalam sebuah riwayat, Nabi Muhammad menjadi orang pertama menjenguk orang Yahudi sakit padahal dia selalu melecehkan nabi sekaligus rasul terakhir itu. Akhirnya, orang Yahudi itu masuk Islam.

Di kisah lain, Nabi Muhammad saban hari menyuapi pengemis renta yang mangkal di sebuah pasar. Meski perempuan itu selalu menghujat nabi. Hingga akhirnya dia wafat, Abu Bakar menggantikan peran nabi, namun ditolak oleh sang pengemis. Selepas tahu penyuap setianya adalah Nabi Muhammad yang selalu diejek, dia menjadi muallaf.

Nabi Muhammad selalu rela berlapar diri demi memberi sedekah kepada orang membutuhkan. Sampai-sampai, pribadi mulia nabi ini dipilih sebagai tokoh paling berpengaruh sejagat dalam buku karya Michael H. Hart, ahli astronomi dan sejarah tersohor dari Amerika Serikat.

Kepribadian mulia Rasulullah ini juga dipuji oleh pemuka agama Hindu ternama, Swami Lakshmi Shankaracharya. Dia menegaskan Nabi Muhammad adalah manusia terhebat sepanjang sejarah. Jika orang ingin mengetahui Islam, harus menilai dari kehidupan dan ajaran nabi. “Nabi Muhammad selalu memaafkan musuh-musuhnya, sabar ketika dihina dan disakiti. Ini pelajaran moral membuat Islam menjadi agama internasional,” katanya seperti dilansir abna.ir, Senin lalu.

Swami menyesalkan kebanyakan umat Islam sekarang sudah tidak mengikuti ajaran agamanya dan tidak mau belajar dari kehidupan Rasulullah. Padahal, Alquran menyebutkan Rasulullah adalah panutan terbaik menjadi manusia mulia.

Syeikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menyatakan dalam fatwanya bahwa merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena: Pertama, ia merupakan hari raya bid’ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari’at Islam. Kedua, ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) – semoga Allah meridhai mereka. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya. Wallahu a’lam bishawab.

Tetaplah istiqomah dalam dakwah,

muhsin budiono

Advertisements

About muhsin budiono

Karyawan, Followership Practitioner dan Penulis Buku. Mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember jurusan Marine Engineering (Lulus tahun 2006) dan Narotama University studi Management (Lulus tahun 2014). Followership Practitioner pertama di Indonesia [Certified by Ira Chaleff, Belgium-2017]. Anggota ILA (International Leadership Association). Pemegang Rekor MURI (Museum Rekor Dunia-Indonesia). Disaat banyak orang Indonesia memuji dan mendalami Leadership, muhsin memilih jatuh hati pada Followership sejak 2007 yang lalu. Di tahun 2013 muhsin menulis buku tentang belajar Followership ala Indonesia berjudul "The Jongos Ways" (TJW) yang fenomenal dan menggugah ribuan pekerja di Indonesia. Berbekal buku TJW muhsin semakin getol membumikan Followership ke seluruh penjuru nusantara secara cuma-cuma/tanpa memungut biaya melalui kegiatan-kegiatan seminar, bedah buku, pembuatan video animasi hingga konsultasi gratis. Hal itu dilakukan sebab menurutnya Indonesia sudah “terlambat” lebih dari 23 tahun dalam mengembangkan Followership. Atas upayanya tersebut pada akhir tahun 2014 muhsin mendapat undangan khusus dari International Leadership Association untuk menghadiri International Followership Symposium di Amerika sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia. Disana ia intens berdiskusi dengan beberapa pakar followership dunia dan dinisbatkan sebagai pemerhati followership pertama dari Indonesia. Di tahun 2016 Muhsin juga mendapat kehormatan untuk berbicara tentang Followership dihadapan ratusan praktisi Human Resources di Indonesia dalam forum nasional the 8th Indonesia Human Resources Summit (IHRS). Sementara ini muhsin berkarya di Perusahaan Migas Nasional kebanggaan Indonesia: PT Pertamina (Persero) dan sedang mengumpulkan serta menyusun kerikil demi kerikil untuk dijadikan batu lompatan dalam meraih cita-cita sebagai International Islamic Followership Trainer di tahun 2023 mendatang. Muhsin juga memiliki keinginan kuat untuk resign bekerja agar bisa kuliah/belajar lagi di Saudi Arabia guna mendalami teori Islamic Followership yang sedang dikembangkannya.

Discussion

No comments yet.

Your Comment Please . . .

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Road to International Islamic Followership Trainer

June 18th, 2023
5.2 years to go.

Buku Karya Pertama

JTIG : Jadi Trainer itu Gampang

Jadi Trainer Itu Gampang : Panduan Praktis untuk Memulai Menjadi Trainer dan Pemandu Pelatihan di Usia Muda. (LMT Trustco - Jakarta)

Buku Karya Kedua

The Jongos Ways : Pekerja Tangguh yang Bahagia dan Penuh Manfaat itu Anda (Penerbit : Elex Media Komputindo)

Buku Karya Ketiga

Berani Berjuang: Realita Cinta, Pertamina dan Bangsa Indonesia (A tribute to Mr. Ugan Gandar). Elex Media Komputindo

Buku Karya Keempat

Memorable Book Banjir Bandang Kota Bima - NTB tanggal 21 & 23 Desember 2016 (Elex Media Komputindo)

Follow me

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Follow me on Twitter

Advertisements
%d bloggers like this: