Road to 2023

Archive for

Mereka yang Kehilangan Kesempatan


Petugas SPBUIni sore hari yang sejuk. Perempuan manis berseragam merah putih itu tersenyum sebentar lalu bertanya pada saya, “Premium ya Pak?”.  Sambil mesem saya jawab sekenanya, “Bukan Mbak, saya orang. Bukan Premium”. Ha..ha. Terus terang saya paling sebel kalau pas di SPBU mau ngisi BBM motor terus petugasnya bilang begitu. Seolah-olah kita diminta untuk membeli Premium. Secara memang seperti itu. Ini ilmu marketing, Bung. Operator yang menuang BBM dari dispenser ke tangki kendaraan itu kan sejatinya lagi jualan. Bukan cuma “juru ngecor” minyak. Orang yang berjualan logikanya menawarkan lebih dulu barang yang kualitasnya tinggi. Mestinya kalimatnya diganti jadi : “Beli Pertamax ya Pak?”. Sehingga konsumen menjadi “tertarik” atau lebih mantap membeli Pertamax.

Saya tidak melarang Anda untuk membeli Premium, dan saya juga tidak mengatakan kalau Premium itu barang jelek. Tapi secara kualitas memang Pertamax lebih ciamik  ketimbang Premium. Dan Premium adalah barang bersubsidi. Non Keekonomian. Ada resiko tersendiri kalau kita membeli barang subsidi. Silakan baca artikel saya sebelumnya tentang BBM subsidi di link berikut. (klik sini).

Continue reading

Anak muda, Keragu-raguan dan Keputusasaan


Abstract big speech bubbleKemarin ada pesan singkat masuk di Smartphone saya. Pengirimnya seorang remaja putri di Bandung. Isinya begini: “Mas muhsin, apa bedanya anak muda jaman sekarang sama anak muda jaman dulu?.”

Alhamdulillah,  mojang Bandung ini manggil saya “Mas” bukan “Pak”. Berarti saya dianggap masih muda. Berarti dia cerdas dan matanya tidak bermasalah. ^_^
Terus terang saya tidak mengenal baik anak ini, hanya pada kesempatan sebelumnya ia pernah mengajak saya berdiskusi tentang anak muda yang galau namun merindukan prestasi. Dan sama seperti kemarin, diskusi sebelumnya berlangsung lewat WhatsApp. Kebayang susahnya kan. Daripada jadi panjang-lebar saya putuskan untuk  menjawab secara singkat : “Kamu lagi suntuk gara-gara UN ya Dek? Sebenarnya nggak ada bedanya. Cuma yang jelas anak muda jaman dahulu ya sekarang ini sudah pada tuwir (tua) semua.” jawab saya asal.

Continue reading

Masjid dan Anak Kita


masjidSaya beruntung tinggal cukup dekat dengan masjid yang “ramah” anak. Maksud saya yang ramah adalah pengurus masjid dan orang-orang yang memang sehari-harinya rutin sholat berjamaah disitu. Ini baru saya sadari ketika anak lelaki saya yang berumur lima tahunan tertidur di karpet masjid saat sholat shubuh berlangsung. Kalau diajak shubuhan di masjid biasanya anak saya memang begitu: ikutan sholat jamaah dari takbiratul ihram sampai salam (sambil terkantuk-kantuk tentunya), atau ndelosor tidur di karpet tepat disebelah saya. Sepanjang tidurnya tidak ngorok atau kakinya tidak mengganggu jamah lain biasanya ya saya biarkan saja. Masalah muncul manakala Imam salam dan semua jamaah hening terlarut dalam khusyuknya dzikir ba’da sholat, tiba-tiba saat menyentuh karpet telapak tangan saya terasa basah. “Waduh!”, spontan saya njingkat. Semua mata jamaah memandang heran. Sambil nyengir saya bilang, “anak saya ngompol.”

Continue reading

GURU BESAR ‘MAHAKAM’


mahakamBeberapa hari lalu (27/3/2015) sejumlah Profesor dan tokoh masyarakat mendatangi Kantor Kementerian ESDM untuk menyampaikan petisi terkait pengelolaan Blok Mahakam di Kaltim. Pak Menteri langsung melontarkan pernyataan, “Pada level Menteri, Pemerintah mengarahkan bahwa Pertamina mendapat pengelolaan Mahakam sepenuhnya setelah kontrak berakhir.”

Selang satu jam kemudian media online rame-rame menulis : “Didatangi Para Guru Besar, Menteri ESDM menyerahkan Mahakam sepenuhnya ke Pertamina”. Dari kabar itu saya mencatat setidaknya ada 2 hal penting yang menarik untuk dibahas. Pertama, sevalid apa pernyataan yang disampaikan menteri ESDM terkait penyerahan Mahakam ke Pertamina?. Kedua, hikmah apa yang dapat kita petik dari “turun gunung”-nya para guru besar dari berbagai universitas se-Indonesia mengajukan petisi Mahakam ke Kementerian?

Continue reading

Road to International Islamic Followership Trainer

18 June 2023
Seorang muslim terlalu besar untuk memiliki cita-cita yang kecil. Jangan menyerah. Tetap istiqomah. Where there is a will there is a way.

Buku Karya Pertama

JTIG : Jadi Trainer itu Gampang

Jadi Trainer Itu Gampang : Panduan Praktis untuk Memulai Menjadi Trainer dan Pemandu Pelatihan di Usia Muda. (LMT Trustco - Jakarta)

Buku Karya Kedua

The Jongos Ways : Pekerja Tangguh yang Bahagia dan Penuh Manfaat itu Anda (Penerbit : Elex Media Komputindo)

Buku Karya Ketiga

Berani Berjuang: Realita Cinta, Pertamina dan Bangsa Indonesia (A tribute to Mr. Ugan Gandar). Elex Media Komputindo

Buku Karya Keempat

Memorable Book Banjir Bandang Kota Bima - NTB tanggal 21 & 23 Desember 2016 (Elex Media Komputindo)

Follow me on Twitter