Road to 2023
Lain-lain

Kebiasaan Kecil di Tempat Kerja


Renungan sederhana untuk kita semua…..

SapaPak Mubi bekerja di satu pabrik pendistribusian daging. Suatu hari, ia pergi ke ruangan pendingin daging utk melakukan pemeriksaan. Sayang, nasib buruk menimpanya. Karena kurang berhati-hati tanpa diduga pintu ruangan itu menutup dan ia pun terkunci di dalamnya, tanpa seorangpun yang melihat. Karena ruangan pendingin daging itu kedap udara, maka yang di luar tidak mungkin mendengar teriakan dari dalam ruangan itu.

Lima jam kemudian, saat ia berada di ambang kematian karena kedinginan, secara ajaib penjaga keamanan pabrik membuka pintu ruang pendingin dan menyelamatkan nyawanya.

Setelah sadar dan memulihkan diri, Pak Mubi lalu meminta penjaga keamanan itu menceritakan padanya bagaimana ia bisa mengetahui keberadaannya dan membuka pintu ruangan pendingin daging itu, padahal pekerjaan itu bukan bagian dari rutinitas pekerjaannya. Penjaga keamanan itu lantas menjelaskan seperti ini :
“Setiap hari ratusan pekerja datang dan keluar, tetapi anda aadalah salah satu dari sedikit sekali orang yang selalu menyapa dan memberi salam kepada saya di pagi hari ketika datang dan setiap petang ketika hendak meninggalkan tempat ini setelah jam kerja usai. Banyak yang memperlakukan saya seolah-olah saya tidak terlihat. Barangkali karena peran saya kecil dan hanya dianggap sebagai jongos biasa.

Hari ini, seperti biasanya, anda menyapa dan memberi salam kepada saya saat masuk kerja. Tetapi setelah jam kerja berakhir, saya tidak menemukan salam dan ucapan selamat tinggal dari anda. Saya tidak mendapati anda di pintu keluar. Oleh sebab itu saya memutuskan untuk memeriksa di sekitar pabrik. Saya masih berharap mendengar salam dan kata ‘Saya pulang duluan’ atau ‘Monggo, Pak’ dari anda seperti biasa setiap harinya.
Karena tidak mendengar kata salam anda itu, saya yakin sesuatu hal buruk telah terjadi.
Lalu, saya berusaha mencari-cari dan akhirnya menemukan anda”.

Takkan mahal harga dan takkan habis waktu hanya beberapa detik untuk sekedar saling menyapa….. tanpa pernah  membedakan manusia dengan status sosialnya. Tanpa kita sadari bahwa dari hal kecil dan kebiasaan sederhana ternyata dapat berdampak besar dan luarbiasa.

What a simple “salam” and ‘hello’ could lead to million things !

About muhsin budiono

Karyawan, Followership Practitioner dan Penulis Buku. Mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember jurusan Marine Engineering (Lulus tahun 2006) dan Narotama University studi Management (Lulus tahun 2014). Followership Practitioner pertama di Indonesia [Certified by Ira Chaleff, Belgium-2017]. Anggota ILA (International Leadership Association). Pemegang Rekor MURI (Museum Rekor Dunia-Indonesia). Disaat banyak orang Indonesia memuji dan mendalami Leadership, muhsin memilih jatuh hati pada Followership sejak 2007 yang lalu. Di tahun 2013 muhsin menulis buku tentang belajar Followership ala Indonesia berjudul "The Jongos Ways" (TJW) yang fenomenal dan menggugah ribuan pekerja di Indonesia. Berbekal buku TJW muhsin semakin getol membumikan Followership ke seluruh penjuru nusantara secara cuma-cuma/tanpa memungut biaya melalui kegiatan-kegiatan seminar, bedah buku, pembuatan video animasi hingga konsultasi gratis. Hal itu dilakukan sebab menurutnya Indonesia sudah “terlambat” lebih dari 23 tahun dalam mengembangkan Followership. Atas upayanya tersebut pada akhir tahun 2014 muhsin mendapat undangan khusus dari International Leadership Association untuk menghadiri International Followership Symposium di Amerika sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia. Disana ia intens berdiskusi dengan beberapa pakar followership dunia dan dinisbatkan sebagai pemerhati followership pertama dari Indonesia. Di tahun 2016 Muhsin juga mendapat kehormatan untuk berbicara tentang Followership dihadapan ratusan praktisi Human Resources di Indonesia dalam forum nasional the 8th Indonesia Human Resources Summit (IHRS). Sementara ini muhsin berkarya di Perusahaan Migas Nasional kebanggaan Indonesia: PT Pertamina (Persero) dan sedang mengumpulkan serta menyusun kerikil demi kerikil untuk dijadikan batu lompatan dalam meraih cita-cita sebagai International Islamic Followership Trainer di tahun 2023 mendatang. Muhsin juga memiliki keinginan kuat untuk resign bekerja agar bisa kuliah/belajar lagi di Saudi Arabia guna mendalami teori Islamic Followership yang sedang dikembangkannya.

Discussion

No comments yet.

Your Comment Please . . .

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Road to International Islamic Followership Trainer

June 18th, 2023
4.5 years to go.

Buku Karya Pertama

JTIG : Jadi Trainer itu Gampang

Jadi Trainer Itu Gampang : Panduan Praktis untuk Memulai Menjadi Trainer dan Pemandu Pelatihan di Usia Muda. (LMT Trustco - Jakarta)

Buku Karya Kedua

The Jongos Ways : Pekerja Tangguh yang Bahagia dan Penuh Manfaat itu Anda (Penerbit : Elex Media Komputindo)

Buku Karya Ketiga

Berani Berjuang: Realita Cinta, Pertamina dan Bangsa Indonesia (A tribute to Mr. Ugan Gandar). Elex Media Komputindo

Buku Karya Keempat

Memorable Book Banjir Bandang Kota Bima - NTB tanggal 21 & 23 Desember 2016 (Elex Media Komputindo)

Follow me

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: