Road to 2023
Nulis Lepas

Mengenal Eben Upton dan Raspberry Pi


Eben UptonLupakan Bill Gates atau Steve Jobs sejenak. Mereka sudah bergelimang popularitas untuk setiap detak jantung, tarikan napas atau bahkan kematian mereka. Mari melirik pada Eben Upton. Sekilas tak ada yang luar biasa pada lelaki berusia 34 tahun. Oke, dia memang botak. Orang sering menganggap lelaki botak kinclong itu pintar dan banyak berpikir. Anggapan itu sama sekali tak meleset. Dia memang doktor komputer lulusan Universitas Cambridge, Inggris.

Yang membuat dia istimewa adalah peristiwa kecil pada 2006. Eben Upton melihat anak-anak masa itu telanjur dimanjakan oleh komputer canggih dan punya penampilan menarik seperti iPad, Mac, Windows dan lain-lain. Tapi, keindahan komputer itu tak membuat mereka jago komputer. Orang tua selalu marah bila anak-anak membuat eksperimen.  “Jangan macam-macam, nanti komputer rusak.”

Ancaman itu kerap membuat rasa ingin tahu anak mengkeret. Lama-kelamaan membunuh keinginan untuk menyelam lebih dalam.

Itulah yang membuat Eben Uton melahirkan antitesis dari semua yang diciptakan Bill Gates atau Steve Jobs. Dia menciptakan komputer yang sangat sederhana. Ukurannya cuma sedikit lebih besar dari sebungkus rokok . Harganya cuma US$ 35. Sumber listriknya cuma baterai A2 yang biasa untuk senter kecil.

Komputer RaspberryPiWalau cuma segede sebungkus rokok ini komputer yang komplet.Tinggal menambahkan papan ketik, tetikus, layar.  Di dalamnya sudah terpasang sistem operasi Linux, software gratis yang biasa dipakai para jago komputer. Si Mini ini nyaris bisa melakukan semua pekerjaan komputer canggih. Dengan komputer ini, Eben Upton, berharap anak bisa “mengacak-acak” komputer sesuka hati tanpa dimarahi orang tua, tapi bisa belajar membuat software.

Saya mengenal kisah Eben Upton dan Raspberry Pi ini dari seorang teman dari Bandung.  Dia bukan programmer masyhur di ranah persilatan komputer. Tapi sudah empat tahun menggantungkan hidupnya hanya dari berjualan aplikasi di toko software Apple iTunes.com. Aplikasinya yang dia buat untuk iPad, BlogShelf,  pernah beberapa kali dinobatkan sebagai aplikasi nomor kedua terlaris di iTunes.

Suatu hari, dengan mimpi membagikan ilmu untuk anak jalanan, dia datang ke Tempo membawa dua ransel. Isinya mengejutkan: aki motor, televisi LCD, dan si mungil komputer Raspberry Pi. Dengan komputer mungil itu Feiry menunjukkan dia bisa mengajar anak jalanan belajar membuat program dan mikrorobot. Mainan mobil remote control bila diduetkan dengan Raspberry Pi bisa dikontrol komputer. Misalnya roda belakang bergerak mundur, lampu kiri menyala dan sebagainya.

Raspberry pi“Mimpi saya anak jalanan bisa menjadi jago komputer, bukan cuma main game,” ujar Feiry.

Kehebatan si proyek amal Raspberry Pi (www.raspberrypi.org) ini diminati banyak orang. Dave Akerman asal Brightwalton, Inggris, misalnya membuat Raspberry Pi ini menjadi “pesawat mata-mata”. Terbang setinggi 40 kilometer menggunakan balon dan bisa mengambil gambar video dan foto.  “Kini semua sekolah dasar di dunia bisa membuat foto dari angkasa,” kata Upton senang.

Raspberry Pi memang keren. Sampai-sampai, Eric Schmidt, mantan bos Google, memborong 15 ribu Raspberry Pi dan membagikan ke sekolah dasar di Inggris.(*)

Sumber : (klik disini)

A 'Raspberry Jam' session at CERN

Advertisements

About muhsin budiono

Karyawan, Followership Practitioner dan Penulis Buku. Mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember jurusan Marine Engineering (Lulus tahun 2006) dan Narotama University studi Management (Lulus tahun 2014). Followership Practitioner pertama di Indonesia [Certified by Ira Chaleff, Belgium-2017]. Anggota ILA (International Leadership Association). Pemegang Rekor MURI (Museum Rekor Dunia-Indonesia). Disaat banyak orang Indonesia memuji dan mendalami Leadership, muhsin memilih jatuh hati pada Followership sejak 2007 yang lalu. Di tahun 2013 muhsin menulis buku tentang belajar Followership ala Indonesia berjudul "The Jongos Ways" (TJW) yang fenomenal dan menggugah ribuan pekerja di Indonesia. Berbekal buku TJW muhsin semakin getol membumikan Followership ke seluruh penjuru nusantara secara cuma-cuma/tanpa memungut biaya melalui kegiatan-kegiatan seminar, bedah buku, pembuatan video animasi hingga konsultasi gratis. Hal itu dilakukan sebab menurutnya Indonesia sudah “terlambat” lebih dari 23 tahun dalam mengembangkan Followership. Atas upayanya tersebut pada akhir tahun 2014 muhsin mendapat undangan khusus dari International Leadership Association untuk menghadiri International Followership Symposium di Amerika sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia. Disana ia intens berdiskusi dengan beberapa pakar followership dunia dan dinisbatkan sebagai pemerhati followership pertama dari Indonesia. Di tahun 2016 Muhsin juga mendapat kehormatan untuk berbicara tentang Followership dihadapan ratusan praktisi Human Resources di Indonesia dalam forum nasional the 8th Indonesia Human Resources Summit (IHRS). Sementara ini muhsin berkarya di Perusahaan Migas Nasional kebanggaan Indonesia: PT Pertamina (Persero) dan sedang mengumpulkan serta menyusun kerikil demi kerikil untuk dijadikan batu lompatan dalam meraih cita-cita sebagai International Islamic Followership Trainer di tahun 2023 mendatang. Muhsin juga memiliki keinginan kuat untuk resign bekerja agar bisa kuliah/belajar lagi di Saudi Arabia guna mendalami teori Islamic Followership yang sedang dikembangkannya.

Discussion

One thought on “Mengenal Eben Upton dan Raspberry Pi

  1. Eben upton orang yang sangat simbolis dengan raspberry pi. luar biasa memang. silahkan mampir ke blog saya di Jual Raspberry Pi

    Like

    Posted by gunslinger_ | 23 February 2015, 18:26

Your Comment Please . . .

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Road to International Islamic Followership Trainer

June 18th, 2023
4.9 years to go.

Buku Karya Pertama

JTIG : Jadi Trainer itu Gampang

Jadi Trainer Itu Gampang : Panduan Praktis untuk Memulai Menjadi Trainer dan Pemandu Pelatihan di Usia Muda. (LMT Trustco - Jakarta)

Buku Karya Kedua

The Jongos Ways : Pekerja Tangguh yang Bahagia dan Penuh Manfaat itu Anda (Penerbit : Elex Media Komputindo)

Buku Karya Ketiga

Berani Berjuang: Realita Cinta, Pertamina dan Bangsa Indonesia (A tribute to Mr. Ugan Gandar). Elex Media Komputindo

Buku Karya Keempat

Memorable Book Banjir Bandang Kota Bima - NTB tanggal 21 & 23 Desember 2016 (Elex Media Komputindo)

Follow me

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Follow me on Twitter

Advertisements
%d bloggers like this: