Akhir bulan ini salah seorang kawan saya di fungsi Plan & Maintenance Services resmi resign dari pekerjaannya. Ada yang bilang alasannya mengundurkan diri karena ingin menjadi pengusaha, ada juga yang berkata kalau ia hendak fokus menjadi Ustadz dan guru ngaji. Wallahua’lam, saya tidak pernah tahu alasan yang sebenarnya. Ia misterius, barangkali hampir sama dengan Bu Karen. ^_^ Saat saya bertanya apa alasan kawan saya mengundurkan diri jawaban yang saya terima cuma seputar : “Saya sudah jenuh/bosan kerja disini”, “Saya kecewa”, atau “Kok mau lama-lama jadi pegawai. Kalo mau kaya jangan jadi pegawai”. Bagi saya itu jawaban yang bias dan aneh. Karena jawabannya aneh saya jadi mafhum dan berhenti bertanya lebih jauh. Bagaimanapun saya menghormati keputusannya. Saya doakan semoga lebih sukses dan bahagia.
Kawan-kawan saya yang baik hatinya,
Dalam tulisan kali ini saya ingin berbagi kebahagiaan. Saking gembiranya saya langsung to the point, nih.
Kemarin, tanggal 04 Oktober 2012 cita-cita saya untuk menjadi seorang pembicara bertaraf Internasional di-amini dan didoakan oleh Bapak Mario Teguh.
Kok bisa ya seorang Trainer papan atas Indonesia mendoakan cita-cita saya. Apa nggak salah ini Mas?.
Baiklah pertanyaannya saya ubah : Kok mau sih Pak Mario mengamini permintaan saya?
Kawan-kawan semua,
Saya mendapatkan cerita ini dari seorang sahabat. Katanya kisah dalam cerita ini ditujukan tidak hanya untuk mereka yang bergender laki-laki saja, tapi juga bisa untuk renungan buat mereka yang mengaku kaum hawa. Setelah bercerita, ia menasehati kalau mereka-mereka yang merasa tidak puas dengan pasangan hidupnya saat ini bisa melakukan introspeksi melalui kisah ini. Daripada penasaran berikut kisah dari “Toko Istri” tersebut :
Kawan-kawan semua, hari ini saya tidak sengaja membaca salah satu artikel dari Pak Andrie Wongso, motivator lulusan SDTT (Sekolah Dasar tidak Tamat) yang luarbiasa. Pak Andrie punya slogan yang menurut saya sangat keren : Sukses adalah hak saya. Kisah hidup Beliau juga sanggup menginspirasi siapa saja yang ingin sukses dan menjadi motivator bagi diri sendiri maupun orang lain. Supaya apa yang saya baca bermanfaat lebih luas lagi saya posting saja di blog ini. Ambil yang baik-baik saja ya. Yang menurut Anda tidak baik silahkan dikesampingkan. Selamat membaca.
Sebagai seorang Dahlanisti (sebutan bagi fans Dahlan Iskan) yang baik, saya merasa perlu dan wajib untuk mem-posting tentang para punggawa yang siang malam bekerja keras mewujudkan mobil listrik nasional bisa lahir dari rahim Ibu pertiwi. Biar gaungnya semakin keras dan semakin menusuk di hati setiap rakyat Indonesia. Sangat optimis kalau kita bisa segera menjadi produsen mobil listrik dan dengannya turut berpartisipasi dalam “perang” melawan BBM yang semakin langka dan mahal.
Punggawa mobil listrik terkenal dengan istilah pandawa putra petir. Disebut pandawa karena jumlahnya ada lima. Putra petir pada awalnya didahului oleh tulisan Manufacturing Hope-nya Pak Dahlan yang berjudul berjudul Saatnya Putra Petir Harus Melawan. Untuk bisa menyimak semua tulisan Pak DIS mengenai mobil listrik silahkan mengunjugi klipblog (kumpulan tulisan Pak DIS) yang dibuat oleh salah satu Dahlanisti juga di alamat : http://dahlaniskan.wordpress.com/. Terimakasih Pak DIS. Panjang umur dan sehat selalu.
Tetap optimis dan istiqomah.
Maju terus anak bangsa. Jayalah Indonesiaku.
Tulisan terbaru tentang hasil uji coba mobil listrik silahkan klik disini.
Demi Tempat Duduk, Siswa SD di Brebes Masuk Jam 3 Pagi !!
Untuk mendapatkan kursi duduk pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2012, siswa SD di Brebes rela berangkat jam 3 pagi. Padahal sekolahan belum dibuka.
Gambar sebelah kiri : Berian tersenyum senang mendapatkan kursi depan meski berangkat jam 3 pagi. (gambar lainnya di artikel ini cuma ilustrasi/bukan foto-foto murid SD di Brebes).
Mungkin inilah cara unik dan fenomenal yang dilakukan hanya oleh para siswa baru di SD Negeri Pasar Batang 4, Brebes. Setiap tahun ajaran baru tiba, para siswa menyambutnya dengan antusias serta rela berangkat ke sekolah sejak dinihari hanya untuk memperebutkan kursi yang diinginkan.
Teman-teman yang saya cintai,
Sebenarnya ini menyangkut pelajaran yang dulu semasa SMA saya benci habis-habisan : Matematika. Tapi berhubung pelajaran ini erat kaitannya dengan artikel yang akan saya tulis maka dengan senang hati saya harus menjelaskannya.
Entah kenapa dulu saya tidak begitu cinta dengan matematika. Barangkali karena guru yang mengajar saya waktu itu kurang kreatif dan tidak secantik Nonami Takizawa atau semenarik Zhu Songhua. Atau bisa jadi karena mindset saya waktu itu terlanjur memberikan label matematika sesuai singkatannya : MAkin Tekun MAkin Tidak KAruan. Eit, kalau saat ini Anda termasuk orang yang frigid terhadap matematika maka jangan keburu kecewa dulu. Saya tidak akan mengajarkan rumus-rumus atau postulat matematika disini sebab saya yakin Anda lebih pandai ketimbang saya dalam persoalan hitung-menghitung. Tapi kalau soal hitung-menghitung pakai kalkulator tukang sayur saya berani diadu. Asal jangan dengan mata tertutup.
Jalan hidup tak bisa ditebak. Sriyono, seorang mantan miliarder, kini berjualan siomay keliling. Namun, berkat penampilannya yang eksentrik, predikat miliarder itu tampaknya bakal kembali disandangnya.
Menjadi penjual siomay keliling dengan pakaian dan aksesori serba pink membuat Sriyono terkenal, terutama di dunia maya. Mantan miliarder itu juga pernah menjadi bintang tamu di sebuah stasiun televisi. Bahkan, ada yang menawari bermain sinetron. Semua itu dia lakukan demi bisa bertemu anaknya.
You must be logged in to post a comment.