Road to 2023
Uncategorized

Jongoszers : Menerapkan Prinsip Human Automation dalam Bekerja


Entah kenapa saya sungguh tertarik dengan bidang teknologi automation system semenjak pertama kali diimplementasikan pada Terminal BBM di lokasi kerja saya di Surabaya. Ini barangkali karena automation system menjawab hampir seluruh permasalahan yang muncul di lapangan. Ia memudahkan pekerjaan, membuat protokol dan informasi kerja yang jelas, meningkatkan efektifitas-efisiensi, memperketat sekuritas serta meminimalisir human error. Well, masih banyak manfaat lain dari automation system yang tidak bisa satu-persatu disebut disini.

Tenang saja, disini saya tidak akan menjelaskan tentang teknologi automation system. Tulisan kali ini adalah kisah tentang seorang Jongos yang menerapkan salah satu prinsip automation system, maka dari itu judulnya menjadi human automation.

Kisah berawal pada saat saya menaiki kendaraan sebuah perusahaan travel dari Jakarta ke Bandung. Sebelum menaiki kendaraan yang ditentukan pihak Travel, saya disambut oleh sang Sopir dengan ramah sambil menyodorkan sebotol air mineral dan mengatakan kalau air mineral itu gratis, bagian dari layanan travel mereka. Ini hebat, saya tidak perlu bertanya apakah air mineral tersebut gratis atau tidak. Okelah, itu hal kecil yang bisa ditebak. Tapi dikisah selanjutnya menjadi lebih menarik. Anda tahu di dalam satu mobil travel itu ada lima orang penumpang lain yang memiliki tujuan sama dengan saya : kota Bandung. Masalahnya kota Bandung itu luas. Saya tidak tahu penumpang mana yang bakal diantar duluan oleh sang Sopir. Dan saya diantar urutan keberapa juga belum jelas.

Ajaib, ketika hendak berangkat dan semua penumpang sudah duduk dikursi, tiba-tiba sang Sopir membuka pintu tengah dan menyapa seluruh penumpang dengan suara lantang bersemangat. Sambil memegang secarik kertas ia mengatakan beberapa hal yang kurang lebih sebagai berikut :

  1.  Memperkenalkan nama, menunjukkan ID card dan memberitahukan berapa lama ia telah bekerja sebagai Sopir travel. Poin ‘berapa lama ia bekerja’ ini seolah-olah ingin menyatakan kalau mobil yang kami naiki saat itu akan dikemudikan oleh seorang sopir profesional dan berpengalaman. Mantap.
  2. Menyebutkan satu persatu lokasi tujuan dari tiap penumpang yang akan diantarnya nanti dan memastikan kalau tempat duduk kami tidak tertukar satu sama lain.
  3. Menginformasikan urutan pengantaran yang sejalan dan searah. Ini menjawab pertanyaan saya diatas. Dari sini saya tahu kalau gadis manis yang duduk disebelah saya akan diantar pada urutan ketiga. Bapak paruh baya dibangku depan diantar urutan pertama. Pasangan mahasiswa yang sedang kasmaran dibangku belakang dapat urutan kedua. Sedangkan saya? Aduh, ternyata urutan paling buncit alias terakhir.
  4. Menyebutkan estimasi waktu tiba di tiap-tiap tempat yang dituju.
  5. Menginformasikan kalau ditengah perjalanan mobil akan singgah di check point perusahaan travel dan memberi kesempatan pada penumpang untuk beristirahat sebentar, meregangkan badan maupun mampir ke toilet.
  6. Memberikan kalimat penutup yang ciamik : “Mohon saya diingatkan kalau melebihi batas kecepatan. Kalau ada pertanyaan jangan ragu untuk memberitahu saya. Kiranya sebelum memulai perjalanan ini kita berdoa agar diberi keselamatan dan kemudahan oleh yang diatas. Terimakasih”.

Luarbiasa, inilah yang saya maksud human otomation. Prinsip automation system seperti memberikan informasi secara otomatis/tanpa diminta, memberikan rasa nyaman dan aman, menjamin efektifitas dan efisiensi, profesional, bekerja secara terukur dan terstruktur telah diterapkan oleh seorang Sopir travel. Terus terang saya sudah beberapa kali memanfaatkan jasa perusahaan travel yang sama namun baru kali itu saya menemukan kalau pengemudinya menerapkan prinsip human automation. Saya yakin perusahaan travel itu tidak memiliki standar baku pelayanan ataupun mendidik pengemudi yang dimilikinya dengan perpektif human automation. Ini sepenuhnya adalah inisiatif dan terobosan yang dilakukan secara pribadi oleh seorang Sopir yang memiliki mental dan semangat Jongoszers.  Sederhana, tidak butuh tambahan biaya, namun sangat mengena. Sungguh mengesankan.

Prinsip human automation ini sejatinya bisa diterapkan oleh siapa saja dan dimana saja terlepas dari profesi masing-masing yang kita tekuni. Kunci awalnya adalah niat baik untuk menyenangkan pelanggan/klien dan memudahkan informasi penting tersampaikan. Selanjutnya hanya dibutuhkan improvisasi, pemikiran serta cara penyampaian yang tepat.

Tetap semangat,

muhsin-budiono

About muhsin budiono

Karyawan, Followership Practitioner dan Penulis Buku. Mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember jurusan Marine Engineering (Lulus tahun 2006) dan Narotama University studi Management (Lulus tahun 2014). Followership Practitioner pertama di Indonesia [Certified by Ira Chaleff, Belgium-2017]. Anggota ILA (International Leadership Association). Pemegang Rekor MURI (Museum Rekor Dunia-Indonesia). Disaat banyak orang Indonesia memuji dan mendalami Leadership, muhsin memilih jatuh hati pada Followership sejak 2007 yang lalu. Di tahun 2013 muhsin menulis buku tentang belajar Followership ala Indonesia berjudul "The Jongos Ways" (TJW) yang fenomenal dan menggugah ribuan pekerja di Indonesia. Berbekal buku TJW muhsin semakin getol membumikan Followership ke seluruh penjuru nusantara secara cuma-cuma/tanpa memungut biaya melalui kegiatan-kegiatan seminar, bedah buku, pembuatan video animasi hingga konsultasi gratis. Hal itu dilakukan sebab menurutnya Indonesia sudah “terlambat” lebih dari 23 tahun dalam mengembangkan Followership. Atas upayanya tersebut pada akhir tahun 2014 muhsin mendapat undangan khusus dari International Leadership Association untuk menghadiri International Followership Symposium di Amerika sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia. Disana ia intens berdiskusi dengan beberapa pakar followership dunia dan dinisbatkan sebagai pemerhati followership pertama dari Indonesia. Di tahun 2016 Muhsin juga mendapat kehormatan untuk berbicara tentang Followership dihadapan ratusan praktisi Human Resources di Indonesia dalam forum nasional the 8th Indonesia Human Resources Summit (IHRS). Sementara ini muhsin berkarya di Perusahaan Migas Nasional kebanggaan Indonesia: PT Pertamina (Persero) dan sedang mengumpulkan serta menyusun kerikil demi kerikil untuk dijadikan batu lompatan dalam meraih cita-cita sebagai International Islamic Followership Trainer di tahun 2023 mendatang. Muhsin juga memiliki keinginan kuat untuk resign bekerja agar bisa kuliah/belajar lagi di Saudi Arabia guna mendalami teori Islamic Followership yang sedang dikembangkannya.

Discussion

No comments yet.

Your Comment Please . . .

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Road to International Islamic Followership Trainer

June 18th, 2023
4.7 years to go.

Buku Karya Pertama

JTIG : Jadi Trainer itu Gampang

Jadi Trainer Itu Gampang : Panduan Praktis untuk Memulai Menjadi Trainer dan Pemandu Pelatihan di Usia Muda. (LMT Trustco - Jakarta)

Buku Karya Kedua

The Jongos Ways : Pekerja Tangguh yang Bahagia dan Penuh Manfaat itu Anda (Penerbit : Elex Media Komputindo)

Buku Karya Ketiga

Berani Berjuang: Realita Cinta, Pertamina dan Bangsa Indonesia (A tribute to Mr. Ugan Gandar). Elex Media Komputindo

Buku Karya Keempat

Memorable Book Banjir Bandang Kota Bima - NTB tanggal 21 & 23 Desember 2016 (Elex Media Komputindo)

Follow me

Error: Please make sure the Twitter account is public.

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: