Tidak ada keraguan lagi bahwasanya tauhid memiliki kedudukan yang tinggi bahkan yang paling tinggi dalam Islam. Tauhid merupakan hak Allah yang paling besar atas hamba-hamba-Nya, sebagaimana dalam hadits yang terkenal dari shahabat yang mulia Mu’adz bin Jabal Radhiyallah ‘anhu ketika Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam bertanya kepadanya :
( يا معاذ ، أتدري ما حق الله على العباد وما حق العباد على الله ؟ ) قلت : الله ورسوله أعلم ؟ قال : ( حق الله على العباد أن يعبدوه ولا يشركوا به شيئا، وحق العباد على الله أن لا يعذب من لا يشرك به شيئا )
“Wahai Mu’adz, tahukah kamu apa hak Allah atas hamba-hamba-Nya dan hak hamba-hamba-Nya atas Allah?” Mu’adz menjawab: Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui. Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “hak Allah atas hamba-hamba-Nya adalah mereka beribada kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Akhir bulan april 2011 ini saya mengambil cuti kerja lumayan lama : 6 hari. Ya, enam hari. Rasanya nikmat sekali -meski sempat dongkol sebab seakan-akan jarum jam berjalan lebih cepat dari biasanya.
Selamat datang di blog sederhana saya.
Salam kenal, nama saya Muhsin Budiono. Biasa dipanggil ‘muhsin’ atau ‘budiono’. Bila ingin lebih akrab saya memiliki panggilan lain yang lebih keren tapi jarang dipakai: Dion. Saya seorang penulis buku dan pemerhati dalam bidang yang di Indonesia sedang berkembang: Followership. Sejak tahun 2009 perlahan tapi pasti saya mulai jatuh hati pada followership.
Sejak di bangku SMA saya senang sekali berdiskusi dan berbagi ilmu seputar pengembangan diri. Pernah mendirikan lembaga motivasi dan pengembangan pelajar bertajuk “High Motivation Indonesia” serta Sanggar belajar dan bermain Anak di Desa Gebang–Sidoarjo. Kerap diundang sebagai pembicara dalam acara kajian, pelatihan maupun seminar di berbagai sekolah, kampus dan perusahaan. Baru-baru ini mendapat kehormatan untuk membumikan followership di forum nasional the 8th Indonesia Human Resources Summit (IHRS) 2016 sebagai pembicara.
Sementara ini asyik bekerja berkarya di PT. Pertamina (Persero) dan sedang berjuang mengumpulkan serta menyusun kerikil demi kerikil untuk dijadikan batu lompatan dalam meraih cita-cita menjadi International Islamic Followership Trainer di tahun 2023 mendatang (insya Allah). Disamping juga tengah menghimpun biaya untuk bisa melanjutkan kuliah, menafkahi keluarga tercinta, bayar utang dan bersedekah. 🙂
Mohon doa dari Anda agar cita-cita diatas bisa tercapai dan semoga saya menjadi orang baik penuh manfaat serta sukses di dunia maupun diluar dunia.
Terimakasih atas kunjungannya.
muhsin-budiono
Pemerhati Followership Pertama di Indonesia
Member of International Leadership Association (ILA)
Buku karya muhsin budiono :
2. The Jongos Way : Pekerja Tangguh yang Bahagia dan Penuh Manfaat itu Anda (2013. Penerbit: Elex Media Komputindo)
3. Berani Berjuang : Realita Cinta, Pertamina dan Bangsa Indonesia (muhsin budiono & Pengurus SPPSN, 2015. Penerbit: Elex Media Komputindo)
4. Tangguh Bersama : Jepretan Lensa dan Catatan Sederhana Pekerja Terminal BBM tentang Bencana Banjir Bandang di Kota Bima (muhsin budiono & Tim Relawan TBBM Bima – 2017. Penerbit: Elex Media Komputindo).
—————————————————————————————————————–
Beberapa waktu lalu secara tiba-tiba saya diminta oleh Site Manager PT. Patra Niaga untuk mendampingi staff human resources mereka dari Jakarta dalam proses wawancara kerja untuk rekrutmen pekerja baru yang rencananya akan ditempatkan di lokasi Surabaya. Tujuannya kurang lebih supaya proses interview menjadi lebih obyektif begitu. Sekedar info kalau Patra Niaga merupakan Downstream Oil & Gas Company yang berpusat di Jakarta serta merupakan salah satu anak perusahaan dari PT. Pertamina, korporat dimana saya berkarya saat ini. Continue reading
Kata orang : anda tidak akan pernah merasakan betapa berartinya hidup ini kalau anda tidak pernah mempertaruhkannya. Mungkin hal ini yang menginspirasi adanya ‘Russian Roulette’ di Rusia. Bahkan saya pernah membaca juga bahwa ada permainan menantang maut lainnya yang jauh lebih seru dan mendebarkan yaitu dengan cara menerobos lampu merah dengan sebuah mobil berkecepatan tinggi yang dipasangi beberapa kamera perekam video online langsung di internet. Kalau selamat dan tidak ada yang ditabrak maka dia dinyatakan menang dalam gambling edan tersebut. Di jaman aneh seperti sekarang segalanya memang bisa saja terjadi. Dewasa ini banyak gambling modern yang muncul meracuni pola pikir waras manusia. Kesenangan yang didapat dari gambling menantang malaikat pencabut nyawa sudah berubah bentuk dan pelakunya menyesuaikan kondisi jaman. Saat ini remaja-remaja di Rusia memiliki permainan baru : sebuah uji keberanian menantang laju kereta api.
Terlepas apakah ini berguna atau tidak tapi inilah sebuah mesin bor (drill) terkecil di dunia yang pernah ada sampai saat ini dengan ukuran yang tidak lebih dari ibu jari anda. Bor ini benar-benar bisa bekerja seperti bor sungguhan tetapi memang sayangnya tidak bisa untuk mengebor apapun mengingat bentuk mata bor dan mesinnya yang kecil.
Bor ini juga dilengkapi sebuah tempat yang menjadikannya sebuah gantungan kunci. pembuatnya sendiri mengaku bahwa bor terkecil ini dibuat hanya karena dia menyukainya. Tapi kalau anda mau, anda bisa membelinya dengan harga € 85 (sekitar Rp. 1.250.000). Lumayan mahal untuk sebuah gantungan kunci 🙂
Judul : Hukum Lagu, Musik, dan Nasyid
Penulis : Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Penerbit : Pustaka At Taqwa
Cetakan : Pertama, November 2008
Halaman : 128
Buku ini memuat dalil dalil yang terang dan begitu gamblang tentang hukum lagu, musik, dan nasyid. Banyak hal yang dibahas dalam buku ini diantaranya adalah status hukum nyanyian dan musik; nyanyian dan alat musik yang dibolehkan syari’at; hukum nyanyian tanpa alat musik; hukum nyanyian shufi dan nasyid Islami; dll. Continue reading
Alkisah, seorang sahabat minta dikirimi via email 6 kalimat kutipan (semacam kata-kata mutiara) dari orang-orang yang berprofesi sebagai motivator atau trainer terkenal seperti Tung Desem Waringin, Hermawan Kartajaya, Mario Teguh, Andrie Wongso, Adi W. Gunawan, dsb yang menurut saya paling berkesan. Ketika ditanya untuk apa perlu ‘quotation’ sebanyak itu, sahabat yang satu ini dengan enteng menjawab untuk “menyemangati” adik perempuannya yang lagi kuliah diluar negeri sana. Oalah-oalah, Adik yang mana, Bung?. Setahu saya dia ini ndak punya adik kandung perempuan. Atau jangan-jangan Bapaknya nikah lagi dengan seorang janda beranak lima yang akhirnya membuat statusnya berubah jadi seorang kakak. Ah, saya ndak mau pusing berandai-andai lebih panjang akan hal itu. Tapi yang bikin kepala saya agak cenut-cenut adalah syaratnya itu lho : ‘quotation’ itu harus bertemakan kasih sayang atau kebijaksanaan hati yang bisa memperkuat jiwa. Tidak lebih dari 75 kata, 300 huruf dan –yang terpenting- harus dalam bahasa Inggris sekaligus ada terjemahan Indonesianya. Wah, memangnya ini mau minta tolong apa lagi nyodorin ketentuan ikutan lomba ngarang cerpen ya, kata batin saya memberontak. Tapi ya sudahlah, saya ndak sampai hati untuk mengecewakan, sebab dari nada bicaranya di telepon saya yakin kalau dia sedang gembira. Atau mungkin sedang jatuh cinta? Yang jelas rekan saya ini dulu orangnya sering sekali jatuh cinta. Maksud saya sering jatuhnya daripada cintanya diterima. 🙂 Continue reading
You must be logged in to post a comment.