“Mas Muhsin nama anaknya siapa?”
“Saya ndak punya anak, Dek”.
“Lha, itu yang kemarin digendong pas sholat tarawih anaknya sapa?”
“Oh, itu anaknya istri saya. Kan yang melahirkan istri, bukan saya. He..he”.
“Yah, bisa aja Mas ini. Kalau anak saya sudah dua, Mas. Yang kecil namanya si “*!}[^%$#>”, dan yang satunya lagi namanya..bla..bla..bla..bla.
“Wah, namanya kok susah disebutnya”
“Iya Mas, agak susah dikit, tapi keren kan Mas. Se-Sidoarjo ndak ada yang ngembari“.
Saya menulis artikel ini bukan sebab pernah dikecewakan oleh manajemen situs jual-beli (sijubel) online, tapi karena pernah menjadi korban dari orang-orang tidak bertanggungjawab yang memasang iklan di situs online tersebut. “Orang tidak bertanggungjawab” barangkali istilahnya masih halus, kita sering menyebutnya “Penipu”. Teman saya bahkan mengatakannya dengan sebutan “Laknatullah ‘alaik”. Kebetulan saya punya akun di salah satu sijubel online sejak dua tahun lalu. Situs ini dulu namanya ada 9 huruf, sekarang berubah jadi tinggal tiga huruf. Alhamdulillah saya sudah termasuk verified member. Beberapa kali saya menjual barang-barang bekas lewat akun tersebut dan kesemuanya untung, aman dan lancar jaya.
Menjelang lebaran seperti sekarang ini, di samping deg-degan dan galau menunggu hasil sidang isbat Kemenag untuk menentukan awal syawal, ada tradisi unik yg mungkin hanya dilakukan oleh umat Islam Indonesia, yaitu tukar uang baru/receh. Penulis rasa, tradisi ini berkaitan erat dengan tradisi lainnya yang juga mungkin hanya ada di Indonesia, khususnya pada setiap momentum lebaran, yaitu angpao, orang jawa biasa menyebutnya wisit. Semacam bagi rezeki untuk anak-anak kecil yg diberikan oleh sebagian orang tua kepada keluarganya, maupun anak-anak dari masyarakat sekitar.
Pada tulisan singkat ini, penulis ingin mencoba membuat analisa tentang hukum tukar uang baru/receh ini, ditinjau dari berbagai segi. Penulis sangat berharap masukan dan koreksi dari semua pembaca. Semoga bermanfaat.
Yang saya tulis ini barangkali sepele, cuma soal interaksi dengan petugas check in counter di Bandara. Akhir-akhir ini saya memang sering bepergian keluar kota dengan pesawat. Salah satu hobi saya adalah “menggoda” petugas bagian check in. Eits, jangan negatif thing-thing dulu, yang dimaksud menggoda disini dalam hal positif lho Bung. Tiap saya mengantri di depan meja check in seringkali saya dapati petugas yang berjaga disana terlihat KSL2MS (baca: Kesel to Mas) artinya Kurang Semangat, Lesu, Lelah dan Minim Senyum.
You must be logged in to post a comment.