Road to 2023
Nulis Lepas

Orang yang Tidak Bertanggungjawab di Jual-Beli Online


OL ShopSaya menulis artikel ini bukan sebab pernah dikecewakan oleh manajemen situs jual-beli (sijubel) online, tapi karena pernah menjadi korban dari orang-orang tidak bertanggungjawab yang memasang iklan di situs online tersebut. “Orang tidak bertanggungjawab” barangkali istilahnya masih halus, kita sering menyebutnya “Penipu”. Teman saya bahkan mengatakannya dengan sebutan “Laknatullah ‘alaik”. Kebetulan saya punya akun di salah satu sijubel online sejak dua tahun lalu. Situs ini dulu namanya ada 9 huruf, sekarang berubah jadi tinggal tiga huruf. Alhamdulillah saya sudah termasuk verified member. Beberapa kali saya menjual barang-barang bekas lewat akun tersebut dan kesemuanya untung, aman dan lancar jaya.

Bagaimana dengan pengalaman membeli? Tidak terlalu sering, pengalaman pertama yakni membeli sepeda onthel. Cukup menyenangkan, meskipun tidak bertemu dengan penjual yang muda nan cantik tapi saya berhadapan dengan Bapak separuh baya yang ramah dan tahu banyak tentang dunia per-onthel-an. Banyak ilmu yang saya dapat. Pengalaman kedua sangat bertolak belakang. Saya ketipu. Memang tidak rugi dalam bentuk uang, tapi waktu dan kesempatan saya terbuang. Hati ini dibikin dongkol dan sumpah serapah negatif sempat mengendap di pikiran.

Ceritanya waktu itu saya hendak membelikan handphone seken untuk ibunya anak saya (baca : istri). Kenapa beli HP bekas? Karena ini HP jadul idaman istri yang sudah ndak diproduksi lagi. Inisial merk HPnya “SE”. Sebagai suami teladan yang baik hati dan sholeh, ^_^ tentunya saya selalu berusaha memenuhi keinginan istri dan membuatnya tersenyum. Singkat cerita setelah kenalan dan deal harga lewat telpon saya dan pembeli sepakat untuk COD di suatu hari dan suatu tempat yang lokasinya lumayan jauh dari domisili saya. Oh iya, COD tuh singkatan dari cash on delivery, maksudnya barang dibayar tunai kalau sudah diterima oleh pembeli. Disini idealnya pembeli dan penjual langsung beradu muka.

Nah, di hari dan waktu yang disepakati -setelah menempuh perjalanan luar kota hampir 1,5 jam- saya tiba di TKP (istilah umum untuk tempat transaksi). 5 menit berlalu, batang hidung penjual belum nampak. Perasaan saya mulai gusar. Pas coba ditelpon, sang penjual tidak mengangkat panggilan saya. Barangkali masih dijalan, baik sangka saya. Lewat seperempat jam, saya telpon ulang sampai belasan kali tetap tidak diangkat. Ada nada dering, tapi tidak diangkat. Di SMS juga tidak berbalas. Setelah lebih dari 3600 detik berlalu saya baru sadar kalau sudah tertipu. Sia-sia perjalanan saya dari rumah ke TKP, sayapun pulang dengan tangan hampa. Badan capek, pikiran lelah, hati dongkol. Komplit dah. Saya membayangkan betapa girangya si penipu girang sambil tiduran santai dia bilang : “Kasiaaan deh Lu”.

Penipuan Online

Pengalaman ketiga beli barang lewat toko online juga hampir sama, tapi disini alhamdulillah ketemuan sama pembelinya. Hanya saja barang yang ada di depan mata saya tidak sesuai dengan yang nampak di foto iklannya. Yang di foto cakep banget, sementara di TKPnya ancur banget. Nih orang jago juga kalau motret, batin saya. Saya jadi curiga jangan-jangan foto profilnya dia di Facebook atau di BBM juga penuh trik/rekayasa biar yang lihat kesengsem. Jaman sekarang ada baiknya Anda tidak percaya begitu saja pada foto, lebih lagi pada foto-foto caleg yang dibumbui janji-janji manis serta klaim kinerja yang baik dan terkesan merakyat. Bisa bikin sakit hati.

Oh iya, sebagai penutup berikut saya sertakan juga beberapa ciri umum dan trik penipu yang berkeliaran di situs jual beli online seperti OLX, Berniaga, bukalapak, dll  :

  1. Harga yang ditawarkan sangat tidak wajar, jauh dibawah harga pasaran. Misalnya mobil bekas yang harga pasarannya 90 juta cuma ditawarkan seharga 40-50 juta saja.
  2. Memberikan deskripsi hanya copy paste dari deskripsi barang yang tersedia di toko online atau situs resmi barang tersebut.

  3. Foto-foto yang diberikan berasal dari internet. Atau fotonya cuma 1 (satu) biji doang mirip Si Jomblo yang lagi mandengin kipas angin sendirian di kamar pas malam minggu.

  4. Profil pengguna baru saja dibuat, hanya dalam hitungan hari dari waktu tayang iklan.

  5. Pada iklan tertulis melayani COD (cash on delivery) dan kalau yang kita beli itu mobil maka sang pembeli berani jamin akan mengantar mobil tersebut ke berbagai daerah, namun sebelumnya kita tetap disuruh transfer uang yang tak sedikit sebelum COD dan dipastikan akan kabur setelahnya. Jurus penipuan begini sering diluncurkan oleh orang-orang jahat di luar sana. Mendingan pakai Rekber (Rekening Bersama) daripada tertipu 500 ribu-5 juta rupiah.

  6. Menawarkan produk yang sama dibanyak wilayah.

  7. Profil akan segera dihapus setelah berhasil melakukan penipuan.

  8. Verified member tidak 100% jaminan penjual bisa dipercaya. Ada baiknya ditelusuri dulu rekam jejaknya di internet.

  9. Waspadalah bila ada perbedaan antara keterangan di “Detail Iklan” dengan “Detail Penjual”. Di Detail Iklan tertulis kalau Lokasi Iklan di Kota A (Misal : Sidoarjo Kab., Jawa Timur) sedangkan di Detail Penjual tertulis lokasi penjualnya di Kota Z (Misal : Haji MarutoKlopo. Probolinggo Kab.)

  10. Btw, kalau suatu saat Anda menjual barang di TokoBagus ada baiknyaAnda berhati-hati juga, karena saya juga pernah pengalaman menjual mobil dan sempat dibumbui oleh selingan orang yang berusaha menipu pakai SMS (Dari cerita di internet malah ada yang pakai modus Gendam dan Hipnotis. Naudzubillah). Jangan pernah percaya kalau Anda terima SMS seperti ini “Mobilnya saya sudah lihat dan alhamdulilah cocok, Gan. Sy serius. Utk masalah pembayarannya tolong telpon Bapak saya (Haji Cikrak) di 0813307765xx. Trims”.

Ada baiknya juga Anda tidak mencantumkan alamat lengkap Anda kecuali Anda bisa pastikan kalau tiap hari selama 24 jam Anda memang berada di rumah dan “standby” disamping barang yang dijual untuk menunggu pembeli yang mau lihat barang. Karena bahaya, Gan. Misal yang jaga rumah Pembantu atau istri Anda, sementara Anda kerja di kantor dan lepas Isya’ baru sampai rumah. Maka kalau “orang jahat” tahu alamat rumah Anda bisa jadi bakal langsung didatengin dan bilang ke orang rumah kalau dia sudah ada deal dengan Anda (Tentunya dengan sedikit ilmu hipnotis dan sejenisnya). Walhasil barang berpindah tangan dan sampai di rumah Anda hanya bisa melongo sementara Pembantu/Istri Anda asyik nonton sinetron tanpa merasa bersalah apa-apa.

Oh iya, untuk tips dan cerita lainnya seputar penipuan dan tukang tipu online bisa dibuka juga di link-link berikut :

http://stoppenipuan.net/

http://www.datapenipu.com/cek-penipu.html

http://bongkarpenipuan.blogspot.com/2013/11/cara-mudah-mengenali-toko-online.html

http://vaksin.com/2014/0114/online%20shop%202014/onlineshop%20fraud%202014.html

http://id-id.facebook.com/notes/yan-keiz/daftar-ratusan-online-gadget-shop-penipuan-di-facebook/121197364609926

Sementara begitu yang bisa saya tulis untuk Agan-Sista semua. Semoga manfaat. Mohon mangap kalau tulisannya kepanjangan. Selamat jual-beli dengan semangat, aman & selamat.

 

With love,

muhsin budiono

Advertisements

About muhsin budiono, B.Ss., CFT

MUHSIN BUDIONO. Bukan Siapa-Siapa, Cuma Followership Trainer. Trainer dan Penulis Buku. Pakar Followership pertama di Indonesia. Member of ILA (International Leadership Association). Pemegang Rekor MURI (Museum Rekor Dunia-Indonesia) Sementara ini berkarya di sebuah Perusahaan Migas Nasional. Sedang mengumpulkan dan menyusun kerikil demi kerikil untuk dijadikan batu lompatan dalam meraih cita-cita sebagai Pembicara Internasional (International Islamic Followership Trainer) di tahun 2023 mendatang (insya Allah). Sedang menghimpun biaya untuk bisa kuliah lagi, menafkahi keluarga tercinta, bayar utang dan bersedekah.

Discussion

No comments yet.

Your Comment Please . . .

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Road to International Islamic Followership Trainer

June 18th, 2023
5.6 years to go.

Buku Karya Pertama

JTIG : Jadi Trainer itu Gampang

Jadi Trainer Itu Gampang (JTIG) : Panduan Praktis untuk Memulai Menjadi Trainer dan Pemandu Pelatihan di Usia Muda. (Terbit : Januari 2013 - Jakarta)

Buku Karya Kedua

Buku The Jongos Ways (bisa dibawa pulang dari toko buku Gramedia terdekat di kota Anda)

The Jongos Ways (TJW) : Pekerja Tangguh yang Bahagia dan Penuh Manfaat itu Anda. (Terbit : Desember 2013 - Jakarta)

Buku Karya Ketiga

Buku Berani Berjuang karya Muhsin Budiono & Pengurus SPPSN

Follow me

Error: Please make sure the Twitter account is public.

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: