Road to 2023
Nulis Lepas

Dokter Tuna Wisma


Relawan BSMISemenjak berhubungan dengan Lembaga Kemanusiaan BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) terkait penjualan buku “The Jongos Ways” (TJW) saya jadi memiliki banyak kenalan orang-orang mulia yang mendedikasikan hidupnya di bidang sosial dengan menjadi relawan kemanusiaan. Diantara dari mereka berprofesi sebagai praktisi kesehatan dan dokter. Beberapa darinya memang sudah STW alias setengah tua (dengan badan tegap dan masih terlihat enerjik sekali), namun banyak juga yang masih muda dengan semangat menyala-nyala mengalir dari pancaran matanya.

Alhamdulillah saya sudah pernah bertemu dengan ketua BSMI pusat di Jakarta, bahkan ketika launching buku TJW beliau berkenan jauh-jauh datang dari Ibu kota untuk menyempatkan hadir dan mengucapkan selamat. Beberapa kali komunikasi via telpon maupun pertemuan langsung selalu terbungkus suasana bersahaja, santun dan menyenangkan. Tidak jauh berbeda, ketika saya bersilaturahim ke kantor BSMI cabang Surabaya serta diundang menghadiri acara Munas BSMI Jatim dan juga Diklat relawan mereka suasana “kesederhanaan” juga jamak saya temui dari sosok-sosok pribadi mereka. Bahkan beberapa dokter yang saya kenal benar-benar tampil “membumi” dan jauh dari kesan angkuh, keminter apalagi elegan.

Dari situ terbersit di pikiran saya sosok Dr. Jim Withers yang ada di Pittsburgh. Anda tahu Pittsburgh? Sudah pernah kesana? Kalau belum pernah kesana saya doakan suatu hari nanti Anda bisa pergi berlibur atau sekedar foto selfie di downtown-nya. Nah, kalau sudah pulang dari sana Anda bisa menceritakan pengalaman, pemandangan dan apa-apa saja yang menurut Anda menarik. Saya ingin sekali mendengarnya. Karena sampai saat ini saya juga belum pernah ke Pittsburgh. Ha..ha <tertawa sedih>

186634392_295Pittsburgh adalah sebuah kota terkenal di AS yang terletak di negara bagian Pensylvania. Dr. Jim berasal dari situ. Sudah 20 tahun belakangan, beliau mendedikasikan hidup untuk tunawisma atau mereka yang tak memiliki tempat tinggal. Beliau dikenal sebagai ‘Dokter Jalanan’, karena selalu berpakaian seperti tuna wisma dan keluar pada malam hari untuk memberikan perawatan medis untuk kaum papa. Sejak tahun 1992 silam, sebanyak kurang lebih 1.200 orang telah merasakan betapa mulia hati Dokter Jim.

Bersama Mike Sallows, seorang rekannya yang juga mantan tuna wisma, mereka berdua berkeliling membawa ransel yang berisi bahan makanan maupun obat-obatan. Berdua menyusuri malam, menemukan siapa saja yang membutuhkan bantuan mereka. Kepeduliannya patut diacungi dua jempol (bila perlu ditambah jempol kaki sekalian. Jadinya empat jempol). Rasa iba melihat para tuna wisma yang sakit dan kerap kedinginan telah mendasari beliau melakukan kegiatan mulia ini. Betapa mulia hati beliau.

jim-withers-street-doctor-550x309Kita doakan saja semoga keberadaan beliau, keikhlasan dan kepeduliannya mampu menjadi inspirasi bagi mereka yang berprofesi sebagai dokter di negara kita ini. Saya kok optimis kalau Indonesia punya sosok dokter seperti Jim Withers, barangkali belum terkenal dan diekspos saja. Kalau memang ada banyak sosok dokter, direktur rumah sakit, pejabat, birokrat dan anggota Hewan..eh anggota Dewan yang memiliki karakter dan hati mulia seperti dokter Jim, maka barngkali program BPJS tidak akan semrawut dan menyedihkan seperti sekarang. Bahkan boleh jadi tidak perlu lagi ada program BPJS yang konon singkatannya adalah Baru Pertama Justru Semrawut.***

Sumber

Advertisements

About muhsin budiono

Karyawan, Followership Practitioner dan Penulis Buku. Mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember jurusan Marine Engineering (Lulus tahun 2006) dan Narotama University studi Management (Lulus tahun 2014). Followership Practitioner pertama di Indonesia [Certified by Ira Chaleff, Belgium-2017]. Anggota ILA (International Leadership Association). Pemegang Rekor MURI (Museum Rekor Dunia-Indonesia). Disaat banyak orang Indonesia memuji dan mendalami Leadership, muhsin memilih jatuh hati pada Followership sejak 2007 yang lalu. Di tahun 2013 muhsin menulis buku tentang belajar Followership ala Indonesia berjudul "The Jongos Ways" (TJW) yang fenomenal dan menggugah ribuan pekerja di Indonesia. Berbekal buku TJW muhsin semakin getol membumikan Followership ke seluruh penjuru nusantara secara cuma-cuma/tanpa memungut biaya melalui kegiatan-kegiatan seminar, bedah buku, pembuatan video animasi hingga konsultasi gratis. Hal itu dilakukan sebab menurutnya Indonesia sudah “terlambat” lebih dari 23 tahun dalam mengembangkan Followership. Atas upayanya tersebut pada akhir tahun 2014 muhsin mendapat undangan khusus dari International Leadership Association untuk menghadiri International Followership Symposium di Amerika sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia. Disana ia intens berdiskusi dengan beberapa pakar followership dunia dan dinisbatkan sebagai pemerhati followership pertama dari Indonesia. Di tahun 2016 Muhsin juga mendapat kehormatan untuk berbicara tentang Followership dihadapan ratusan praktisi Human Resources di Indonesia dalam forum nasional the 8th Indonesia Human Resources Summit (IHRS). Sementara ini muhsin berkarya di Perusahaan Migas Nasional kebanggaan Indonesia: PT Pertamina (Persero) dan sedang mengumpulkan serta menyusun kerikil demi kerikil untuk dijadikan batu lompatan dalam meraih cita-cita sebagai International Islamic Followership Trainer di tahun 2023 mendatang. Muhsin juga memiliki keinginan kuat untuk resign bekerja agar bisa kuliah/belajar lagi di Saudi Arabia guna mendalami teori Islamic Followership yang sedang dikembangkannya.

Discussion

No comments yet.

Your Comment Please . . .

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Road to International Islamic Followership Trainer

June 18th, 2023
5.2 years to go.

Buku Karya Pertama

JTIG : Jadi Trainer itu Gampang

Jadi Trainer Itu Gampang : Panduan Praktis untuk Memulai Menjadi Trainer dan Pemandu Pelatihan di Usia Muda. (LMT Trustco - Jakarta)

Buku Karya Kedua

The Jongos Ways : Pekerja Tangguh yang Bahagia dan Penuh Manfaat itu Anda (Penerbit : Elex Media Komputindo)

Buku Karya Ketiga

Berani Berjuang: Realita Cinta, Pertamina dan Bangsa Indonesia (A tribute to Mr. Ugan Gandar). Elex Media Komputindo

Buku Karya Keempat

Memorable Book Banjir Bandang Kota Bima - NTB tanggal 21 & 23 Desember 2016 (Elex Media Komputindo)

Follow me

Error: Please make sure the Twitter account is public.

Follow me on Twitter

Advertisements
%d bloggers like this: