Road to 2023
Buku ke-1 : Jadi Trainer Itu Gampang (JTIG), Nulis Lepas

Atasan saya “Gila”


OrgilaKawan-kawan semua,

Kalau disini ada sebutan atasan saya gila maka itu bukan berarti saya harus membawanya berobat ke psikiater  atau ke rumah sakit jiwa terdekat. Sebab gila yang saya maksud bukan seperti mereka yang pikirannya terganggu lantas berjalan telanjang bulat sambil mulutnya komat-kamit sendirian dijalanan kota.

Tapi ini “Gila” dalam tanda kutip. Kemarin sore saat  menawarkan pada atasan saya agar berinfaq untuk pembangunan Sekolah Indonesia di Gaza dengan cara membeli buku “Jadi Trainer Itu Gampang”, tanpa pikir panjang beliau langsung memutuskan membeli sebanyak 21 eksemplar. “Beli sebanyak itu buat apa, Pak?”, tanya saya. “Ya, untuk saya bagi-bagikan”, jawab atasan saya sambil tersenyum.

Barangkali itu belum seberapa “Gila”, yang bikin saya cukup kaget adalah ketika atasan saya dengan enteng melanjutkan ucapannya : “Yah, nanti mau saya bagi-bagikan ke Pak GM, Manajer, dan teman-teman di kantor pusat”.  Busyet, saya benar-benar terharu dan bangga punya atasan model begini. Tak terasa pupil mata ini membesar dan hati saya membuncah. Ingin rasanya memeluk beliau lalu menitikkan air mata.

Terimakasih banyak Pak. Semoga menjadi ladang amal yang mengalir abadi. Jazakallahu khairan katsira.

Tetap istiqomah,

muhsin-budiono

PS :

Definisi gila menurut Albert Einstein :
“Gila adalah melakukan hal yang sama tetapi mengharapkan hasil yang berbeda”
Ini berarti kita harus memperhatikan dengan serius hal-hal yang kita kerjakan. Memperhatikan kebiasaan harian kita. Apakah selalu sama dan itu-itu saja?. Semua orang menginginkan perubahan yang lebih baik untuk dirinya namun pada kenyataannya banyak yang tidak sadar (atau pura-pura tidak sadar) kalau apa yang dilakukannya setiap hari selalu sama. Inilah yang disebut kegilaan. Madness.

Saya pribadi paling membenci jika ada seorang kenalan yang di awal pagi mengirimkan SMS berbunyi : “Selamat menjalankan aktifitas rutin sehari-hari”. Apa pasal?. Sebab itu kalimat yang gila. Ya, GILA. Disana tercantum kata ‘aktifitas rutin’. Hidup saya tidak rutin, Bung. Kendati hanya seorang Jongos tetapi saya tidak ingin hari-hari saya terisi oleh aktifitas rutin yang itu-itu saja. Begitu pula dengan Anda, bukan?. Maka lakukan perbedaan setiap hari. Kerjakan sesuatu yang berbeda tiap hari. Dan istiqomahlah. Istiqomah adalah kalimat yang gampang diucapkan namun sulit dilakukan. Tapi ini harus diucapkan. Sebab saya yakin bila kita senantiasa akan saling mengingatkan.

Saya tidak ingin dan belum mau menjadi orang gila. Bagaimana dengan Anda?

Orgila2

Advertisements

About muhsin budiono

Karyawan, Followership Practitioner dan Penulis Buku. Mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember jurusan Marine Engineering (Lulus tahun 2006) dan Narotama University studi Management (Lulus tahun 2014). Followership Practitioner pertama di Indonesia [Certified by Ira Chaleff, Belgium-2017]. Anggota ILA (International Leadership Association). Pemegang Rekor MURI (Museum Rekor Dunia-Indonesia). Disaat banyak orang Indonesia memuji dan mendalami Leadership, muhsin memilih jatuh hati pada Followership sejak 2007 yang lalu. Di tahun 2013 muhsin menulis buku tentang belajar Followership ala Indonesia berjudul "The Jongos Ways" (TJW) yang fenomenal dan menggugah ribuan pekerja di Indonesia. Berbekal buku TJW muhsin semakin getol membumikan Followership ke seluruh penjuru nusantara secara cuma-cuma/tanpa memungut biaya melalui kegiatan-kegiatan seminar, bedah buku, pembuatan video animasi hingga konsultasi gratis. Hal itu dilakukan sebab menurutnya Indonesia sudah “terlambat” lebih dari 23 tahun dalam mengembangkan Followership. Atas upayanya tersebut pada akhir tahun 2014 muhsin mendapat undangan khusus dari International Leadership Association untuk menghadiri International Followership Symposium di Amerika sebagai satu-satunya wakil dari Indonesia. Disana ia intens berdiskusi dengan beberapa pakar followership dunia dan dinisbatkan sebagai pemerhati followership pertama dari Indonesia. Di tahun 2016 Muhsin juga mendapat kehormatan untuk berbicara tentang Followership dihadapan ratusan praktisi Human Resources di Indonesia dalam forum nasional the 8th Indonesia Human Resources Summit (IHRS). Sementara ini muhsin berkarya di Perusahaan Migas Nasional kebanggaan Indonesia: PT Pertamina (Persero) dan sedang mengumpulkan serta menyusun kerikil demi kerikil untuk dijadikan batu lompatan dalam meraih cita-cita sebagai International Islamic Followership Trainer di tahun 2023 mendatang. Muhsin juga memiliki keinginan kuat untuk resign bekerja agar bisa kuliah/belajar lagi di Saudi Arabia guna mendalami teori Islamic Followership yang sedang dikembangkannya.

Discussion

No comments yet.

Your Comment Please . . .

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Road to International Islamic Followership Trainer

June 18th, 2023
5.2 years to go.

Buku Karya Pertama

JTIG : Jadi Trainer itu Gampang

Jadi Trainer Itu Gampang : Panduan Praktis untuk Memulai Menjadi Trainer dan Pemandu Pelatihan di Usia Muda. (LMT Trustco - Jakarta)

Buku Karya Kedua

The Jongos Ways : Pekerja Tangguh yang Bahagia dan Penuh Manfaat itu Anda (Penerbit : Elex Media Komputindo)

Buku Karya Ketiga

Berani Berjuang: Realita Cinta, Pertamina dan Bangsa Indonesia (A tribute to Mr. Ugan Gandar). Elex Media Komputindo

Buku Karya Keempat

Memorable Book Banjir Bandang Kota Bima - NTB tanggal 21 & 23 Desember 2016 (Elex Media Komputindo)

Follow me

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Follow me on Twitter

Advertisements
%d bloggers like this: