Tahun 2026 ini bukan tahun biasa. Ini tahun “perjudian” besar. Namanya Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tahun 2025 lalu, program ini masih malu-malu. Masih tahap pemanasan. Anggarannya “cuma” Rp 51,5 triliun. Masih aman di kantong APBN.
Tapi lihatlah tahun 2026. Anggarannya meledak. Total diproyeksikan tembus Rp 335 triliun. Yang membuat kita sesak napas itu ini: Rp 223 triliun ditarik dari kantong pendidikan.
Ini bukan lagi kenaikan. Tapi ledakan. Naik 5 kali lipat dalam setahun. Kita belum pernah melihat politik fiskal seagresif ini. Begitu berani.
Logika Baru: Mengunyah = Belajar?
Negara tampaknya punya logika baru yang revolusioner. Aktivitas mastikasi dianggap sebagai bagian integral dari proses pedagogi primer.
Logika yang dianut: kalau perut kenyang, otomatis otak jadi cerdas.
Maka, biaya katering massal dimasukkan ke dalam fungsi pendidikan. Hebat. Secara administratif, mandat konstitusi 20 persen terpenuhi. Angka di atas kertas nampak memuaskan. Semua pejabat bisa tersenyum.
Tapi, substansinya? Hancur.

You must be logged in to post a comment.