Road to 2023

Followership and Leadership

This category contains 32 posts

Sisi Gelap Followership: Mengapa Ghislaine Maxwell Lebih Berbahaya dari Jeffrey Epstein?


Jangan Tertipu “Dokumen Sampah” yang Sengaja Dibuang ke Publik.

Dunia sedang heboh dengan jutaan dokumen kasus Epstein di awal Februari 2026 ini. Tapi mari kita jujur: jika sebuah dokumen sudah sampai ke tangan publik secara massal, maka nilai strategisnya bagi intelijen sudah nol. Itu adalah limbah yang sengaja disebar untuk tujuan tertentu. Kalau pergaulan Anda luas dan mendunia tentu Anda paham dengan strategi ini.

Saya sengaja tidak membahas detail kebusukan amoral Epstein di artikel terbaru ini. Saya tidak ingin terjebak dalam skenario yang memang diinginkan “The invisible hands” untuk mengalihkan perhatian kita dari agenda yang lebih besar.
Apa yang harus diwaspadai?

Continue reading

Mundur Berjamaah


Dunia keuangan kita lagi heboh.
​Bayangkan. Di tengah hantaman sanksi pembekuan indeks oleh MSCI dan anjloknya IHSG yang memicu trading halt beruntun, sebuah fenomena langka terjadi: Petinggi OJK dan BEI mundur berjamaah. Hampir barengan.

Apa gorengan, eh gerangan penyebabnya?
Saya baca tulisannya Said Didu, Syauqi Zuhdi, dkk. Setidaknya ada tiga kemungkinan yang melatar belakangi alasannya.


Pertama, soal integritas. Ini soal followership. Pemimpin sekaligus pengikut yang tahu diri. Sebagai followers, mereka merasa gagal menjaga marwah bursa dari praktik “goreng-menggoreng” saham. Lalu, memilih mundur sebagai bentuk tanggung jawab moral. Gentle. Kalau di teori courageous follower-nya Ira Chaleff ini disebut Courage to leave (Take moral action when needed).


Kedua, ini yang lebih seru: pembersihan paksa. Dugaan kuatnya, pemerintah lagi berupaya memutus rantai afiliasi oligarki. Pemerintahan Presiden Prabowo lagi gerah. Bursa dianggap sudah jadi “taman bermain” oligarki. Tempat pengeruk uang rakyat melalui skema manipulatif (pump & dump, wash sales, dll) yang berjalan dengan “restu” diam-diam dari regulator. Maka, “pembersihan” pun dilakukan. Purging.


Ketiga, soal dana pensiun. Pemerintah baru saja menaikkan limit investasi dana pensiun (Dapen) ke bursa. Dari 8 persen jadi 20 persen. Angka yang besar. Sangat besar.
Memasukkan dana pensiun rakyat secara masif (hingga 20%) ke dalam pasar modal yang sedang dicap “kotor” oleh dunia internasional adalah perjudian tingkat tinggi. Para pejabat tersebut sepertinya menyadari bahwa kebijakan ini berpotensi moral hazard—menggunakan uang tabungan hari tua rakyat untuk melakukan bailout terhadap kejatuhan pasar.

Continue reading

Narasi Oplosan dan Korupsi Kuadriliun: Membaca Ulang Followership Publik, Citra Pertamina, dan Pembuktian Kerugian Negara dalam Kasus Tata Kelola Migas


Kasus dugaan korupsi dalam tata kelola migas yang melibatkan PT Pertamina telah menjadi sorotan utama sejak awal tahun ini. Namun, seiring bergulirnya persidangan perdana pada 9 Oktober 2025 lalu, terdapat kebenaran pahit yang terkuak: kerugian terbesar yang dialami Pertamina justru datang dari kehancuran citra yang disebabkan oleh narasi publik yang tidak akurat.
Klarifikasi terbaru otoritas penegak hukum —bahwa istilah “BBM Oplosan” dan klaim kerugian hingga “Rp1 Kuadriliun” secara implisit maupun eksplisit tidak terdapat dalam dakwaan resmi Jaksa Penuntut Umum (JPU)— telah menyingkap ironi serius.

source: detik.com
Continue reading

I COULD BE WRONG, BUT . . . #AkhlakPause (1)


(3 Minutes reading)

Kendati tergolong pribadi jenius dan memiliki kecerdasan di atas rata-rata kolega sebayanya, Benjamin Franklin tak serta merta jumawa atau merasa lebih pintar. Franklin sadar bila ia pintar, namun ia juga cukup cerdas untuk menyadari bahwa ia tak mungkin benar tentang segala hal. Inilah mengapa dalam setiap membangun argumen atau men-challenge pendapat, Franklin selalu menyampaikan kalimat “pengantar” berbunyi: “I could be wrong, but…”, sebelum mengutarakan gagasan pokoknya.

Continue reading

One day . . . You will leave the stage. (Sebuah pesan untuk para leader)


Tak peduli berapa lama ia sanggup hidup di hutan atau padang rumput, Singa terhebat sekalipun, pada akhirnya harus menyerah pada usia. Suka atau tak suka, singa terkuat pada saatnya nanti akan menyerahkan nasib pada alam atau kebuasan hewan lain. Lalu mati dengan menyedihkan. Boleh saja kita menganggap itu tak adil atau kejam, namun begitulah dunia.

Continue reading

Memilah Prioritas, Menemukan Kelebihan.


Ini tulisan yang saya buat untuk salah seorang penanya dalam sesi Q&A pada followership webinar sebuah BUMN di Jakarta. Semoga bermanfaat. Salam Followership!.

PERTANYAAN: Selamat siang mas Muhsin, salam kenal nama saya Indra, kebetulan kita satu almamater juga di ITS, Mas. Pagi tadi saya menyimak materi mas Muhsin di webinar M***Talks. Terima kasih banyak atas sharingnya, namun ada yang ingin saya tanyakan. Tadi dijelaskan dalam mengembangkan followership dikehidupan pribadi, kita harus mengenal 2 point yaitu apa yang mau dicapai dan menyadari apa kelebihan kita.

Pertanyaannya, ketika kita sudah berkerja keras seperti saat ini, banyak hal yang mau dicapai, baik dalam hal karir, rencana usaha, keluarga, dan juga capaian kesehatan diri. Bagaimanakah caranya memilah prioritas hal yang untuk dicapai?. Pertanyaan selanjutnya saya kadang masih ragu dengan apa sebetulnya kelebihan saya. Bagaimanakah menemukan solusinya?. Terimakasih atas jawabannya mas.

Continue reading

Belajar Followership-Leadership Bersama Leda dan Folla


Dalam berbagai kesempatan diskusi serius maupun obrolan santai di warung kopi, saya selalu memikirkan bagaimana caranya mengajarkan followership sedini mungkin ke generasi muda Indonesia. Bila perlu ke anak SD atau TK sekalipun. Semakin dini mereka mengenal konsep interdependensi Leadership dan Followership tentunya akan semakin baik. Agar informasi yang diterima sejak kecil hingga dewasa tidak berat sebelah ke wacana-wacana Leadership saja. Kalau ada leader tentunya ada follower. Harapannya ketika dewasa nanti anak-anak kita memahami konsep ketergantungan antara pemimpin dengan yang dipimpin. Sehingga mereka tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang siap memimpin dan juga siap untuk dipimpin.

Bersama seorang kawan yang berpengalaman belasan tahun membuat ilustrasi, karikatur maupun gambar kartun/animasi pada akhirnya muncullah Leda & Folla. Karakter kartun yang merupakan kakak beradik kembar fraternal yang memiliki curiousity besar untuk mempelajari leadership-followership. Dengan kehadiran Leda & Folla kami berharap belajar followership-leadership akan lebih menarik dan simple. Terutama untuk segmentasi anak dan remaja. Oh iya, ini baru seri pertama dari serial belajar followership dimana targetnya akan dibuat sebanyak 20 seri. Mohon doa dan support Kawan2 semua agar kami bisa terus berkarya dan meyelesaikan serial Leda & Folla secepatnya. Terimakasih, salam Followership!.

Continue reading

Dulu Satu Panggung Besar, Kemarin Online Satu Layar.


Beberapa waktu lalu saya menghadiri online meeting bincang-bincang santai namun meaningful. Judulnya C-level Talk. Acara virtual ini konsisten menghadirkan sosok para eksekutif korporasi swasta maupun non swasta, profit maupun nirlaba untuk sharing knowledge, cerita karir, tips & trick leadership, dll. Dibelakang C-level Talks ada Career Coach René Suhardono. (Suhardono ya, bukan Budiono. 😀). Nama yang tak asing lagi di dunia pengembangan diri dan korporasi. Beliau sendiri juga rutin menjadi host saat sesi berlangsung. Kebetulan waktu itu yang menjadi narasumber adalah Bu Dian Siswarini, President director XL Axiata – a mobile telecommunications services operator company.

Continue reading

Pertamina Online Learning and Sharing – January 27th, 2021 With Prof. Marc Hurwitz


Pertamina Corporate University Gelar Bedah Buku bersama Pakar Followership asal Kanada

Bedah Buku Followership Education
Continue reading

Bukan Leader-Centric, Pembangunan Kota Lebih Butuh Followership


Mengoptimalkan peran followers dalam pembangunan adalah tantangan tersendiri yang sangat menarik bagi para leaders di zaman yang sudah serbacanggih ini. Hal tersebut dikupas dalam empat episode sharing session daring bertajuk #SimakKamis seri Sustainable City tentang leaders-followers relationship yang diadakan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) pada bulan Agustus.

Continue reading

Road to International Islamic Followership Trainer

18 June 2023
Seorang muslim terlalu besar untuk memiliki cita-cita yang kecil. Jangan menyerah. Tetap istiqomah. Where there is a will there is a way.

Buku Karya Pertama

JTIG : Jadi Trainer itu Gampang

Jadi Trainer Itu Gampang : Panduan Praktis untuk Memulai Menjadi Trainer dan Pemandu Pelatihan di Usia Muda. (LMT Trustco - Jakarta)

Buku Karya Kedua

The Jongos Ways : Pekerja Tangguh yang Bahagia dan Penuh Manfaat itu Anda (Penerbit : Elex Media Komputindo)

Buku Karya Ketiga

Berani Berjuang: Realita Cinta, Pertamina dan Bangsa Indonesia (A tribute to Mr. Ugan Gandar). Elex Media Komputindo

Buku Karya Keempat

Memorable Book Banjir Bandang Kota Bima - NTB tanggal 21 & 23 Desember 2016 (Elex Media Komputindo)

Follow me on Twitter