Road to 2023

Muhtivation

This category contains 14 posts

Rumus Bilangan Eksponensial


Teman-teman yang saya cintai,

Sebenarnya ini menyangkut pelajaran yang dulu semasa SMA saya benci habis-habisan : Matematika. Tapi berhubung pelajaran ini erat kaitannya dengan artikel yang akan saya tulis maka dengan senang hati saya harus menjelaskannya.

Entah kenapa dulu saya tidak begitu cinta dengan matematika. Barangkali karena guru yang mengajar saya waktu itu kurang kreatif dan tidak secantik Nonami Takizawa atau semenarik Zhu Songhua. Atau bisa jadi karena mindset saya waktu itu terlanjur memberikan label matematika sesuai singkatannya : MAkin Tekun MAkin Tidak KAruan. Eit, kalau saat ini Anda termasuk orang yang frigid terhadap matematika maka jangan keburu kecewa dulu. Saya tidak akan mengajarkan rumus-rumus atau postulat matematika disini sebab saya yakin Anda lebih pandai ketimbang saya dalam persoalan hitung-menghitung. Tapi kalau soal hitung-menghitung pakai kalkulator tukang sayur saya berani diadu. Asal jangan dengan mata tertutup.

Gambar

Continue reading

Mantan Miliyader Yang Jadi Penjual Siomay Pink


Jalan hidup tak bisa ditebak. Sriyono, seorang mantan miliarder, kini berjualan siomay keliling. Namun, berkat penampilannya yang eksentrik, predikat miliarder itu tampaknya bakal kembali disandangnya.

Menjadi penjual siomay keliling dengan pakaian dan aksesori serba pink membuat Sriyono terkenal, terutama di dunia maya. Mantan miliarder itu juga pernah menjadi bintang tamu di sebuah stasiun televisi. Bahkan, ada yang menawari bermain sinetron. Semua itu dia lakukan demi bisa bertemu anaknya.

Continue reading

Semangat Butuh dan Butuh Semangat


Didepan rumah mertua saya, pemuda itu berkeringat, tersenyum lalu dengan tangkas menawarkan dagangannya. Ia menawarkan kaligrafi berpigora ukuran jumbo. Gila, mungkin kalau tak melihat sendiri anda pikir saya sedang membual. Bukan cerita hoax. Ia membawa 3 buah kaligrafi ukuran 2 meter x 1 meter ditubuhnya. Sekilas saya lihat karyanya sangat sempurna. Garapannya halus. Sayang, saya tidak begitu suka memajang lukisan ataupun kaligrafi model begitu di rumah. Karena selain tidak begitu berguna, fungsinya juga tidak jelas. Ia tidak bisa menghalau masuknya setan dan dedemit, tak mampu mengusir tikus dan rayap, apalagi mencegah datangnya pengamen atau sales alat-alat rumah tangga yang kerap kali datang ke rumah. Paling banter ia hanya akan menjadi semacam rambu petunjuk yang memberitahukan kalau pemilik rumah adalah seorang muslim. Sering saya perhatikan kalau rumah-rumah yang dinding ruang tamu maupun ruang keluarganya banyak dijumpai pajangan ayat-ayat Qur’an, foto-foto ketika naik haji dan umroh, maupun kaligrafi bahasa arab berbingkai pigora cantik, biasanya sang pemilik rumah tidak menampilkan identitas atau ciri seorang muslim. Tidak memakai celana nggantung, enggan memelihara janggut dan jarang ke masjid. Selain itu istri dan anak-anak perawannya juga tidak menutup aurat apalagi berjilbab. Yah, beginilah jaman sekarang. Semua serba terbalik. Sulit membedakan mana muslim dan mana yang bukan muslim dari penampilannya. Begitupula dengan rumah seorang muslim. Sulit membedakannya. Seharusnya ciri khas seorang muslim ditentukan dengan identitas penghuninya yang memang beratribut muslim –selain didukung pula dengan kelakuan dan kebiasaan yang mencerminkan seorang muslim.

semangatOh iya, kembali pada penjual kaligrafi tadi. Sebenarnya saya sudah terlanjur ingin mengeluarkan uang dari kantong celana untuk menghargai keramahtamahan serta jerih payahnya memikul barang jumbo begituan. Tapi begitu hendak menggerakkan tangan, terbesit dipikiran saya kalau nantinya jadi terbeli mau ditaruh dimana kaligrafi segede itu. Bisa-bisa istri saya meracau mirip tukang obat kuat dadakan didepan masjid usai sholat Jumat; Atau minimal bakalan cuek 24 jam bak lukisan Monalisa karena membeli sesuatu yang nilai manfaatnya tidak begitu besar dan tanpa koordinasi terlebih dahulu. Anda tahu, dicuekin seharian rasanya bisa lebih parah ketimbang dua minggu gigit jari menahan nafsu tatkala istri sedang datang bulan. Ya, beginilah kalau sudah berumah tangga. Seringkali anda harus ‘lapor’ atau ‘konsultasi’ terlebih dahulu sebelum membeli sesuatu untuk dibawa pulang kerumah. Hukumnya wajib separuh sunnah. Andai anda abai terhadap hal ini maka siap-siap saja segala kesalahan ditimpakan diatas kepala. Suratan takdir kaum lelaki biasanya memang seperti itu : bila tidak sesuai dengan kehendak istri, biasanya selalu disalahkan kalau ada yang tidak beres dirumah. Mulai genteng bocor, kamar berantakan, pintu lupa dikunci, uang belanja nipis, gairah lemah, sampah numpuk, anak kelewat nakal, dan sederet ketidakberesan lainnya nampak lebih pas kalau sang suami yang ditunjuk hidung. Diluar rumah boleh jadi garang seperti macan, berhadapan dengan istri, hancur.

Continue reading

Mental Kita Mental Pemenang


menyerah karena keadaan

lebih baik memang menyerah

Ada kalanya pada suatu waktu, yang diperlukan dunia ini bukanlah para pemenang, melainkan orang-orang yang bermental pemenang. Tulisan singkat ini saya harapkan bisa menggugah saya dan anda untuk tetap yakin menapaki hidup, menciptakan sejarah dan akhir hayat yang baik, multi manfaat bagi umat, serta tetap memiliki mental pemenang yang kuat.

Continue reading

Road to International Islamic Followership Trainer

June 18th, 2023
2.6 years to go.

Buku Karya Pertama

JTIG : Jadi Trainer itu Gampang

Jadi Trainer Itu Gampang : Panduan Praktis untuk Memulai Menjadi Trainer dan Pemandu Pelatihan di Usia Muda. (LMT Trustco - Jakarta)

Buku Karya Kedua

The Jongos Ways : Pekerja Tangguh yang Bahagia dan Penuh Manfaat itu Anda (Penerbit : Elex Media Komputindo)

Buku Karya Ketiga

Berani Berjuang: Realita Cinta, Pertamina dan Bangsa Indonesia (A tribute to Mr. Ugan Gandar). Elex Media Komputindo

Buku Karya Keempat

Memorable Book Banjir Bandang Kota Bima - NTB tanggal 21 & 23 Desember 2016 (Elex Media Komputindo)

Follow me

Error: Please make sure the Twitter account is public.

Follow me on Twitter

%d bloggers like this: