Road to 2023
Tanya Jawab

Mengatasi Rasa Bosan


Lagi BosanMengatasi Rasa Bosan. Kawan-kawan semua, ini salah satu pertanyaan yang saya dapat ketika mengisi kajian di Kantor salah satu Badan Amil Zakat di Surabaya tanggal 22 Februari kemarin. Pertanyaannya adalah “Bagaimana mengatasi rasa bosan?”. Dikarenakan waktu yang tidak mencukupi maka saat itu saya hanya menjawabnya dengan ringkas. Khawatir kalau jawabannya tidak memuaskan maka saya memutuskan untuk menulis artikel ini sebagai pengembangannya. Bagaimana jika setelah membaca artikel ini ternyata rekan penanya tersebut tetap belum terpuaskan?. Ah, gitu aja kok repot. Barangkali saya harus mengatakan : “Kalau Anda kurang puas dengan jawaban saya mohon maaf, karena saya bukan alat pemuas”. (^_^)

DEFINISI BOSAN
Secara psikologi, rasa bosan didefinisikan oleh Fisher dalam istilah ‘proses psikologis sentral’nya sebagai “suatu kondisi perasaan (afektif) yang tidak menyenangkan dan bersifat sementara, yang seseorang merasakan suatu kehilangan minat dan sulit konsentrasi terhadap aktivitas yang sedang dilakukannya.” Leary dan lainnya mendefinisikannya secara sama, namun sedikit lebih ringkas, yaitu: suatu pengalaman afektif (berkaitan dengan perasaan) yang berhubungan dengan proses-proses kognitif dalam hal perhatian.” Definisi-definisi itu memperjelas bahwa rasa bosan muncul bukan karena tak ada sesutu untuk dikerjakan, tetapi karena ketidakmampuan untuk terikat dalam suatu aktivitas tertentu. Meskipun sering muncul hasrat yang sangat dalam ke arahnya.

TERKAIT DENGAN DEPRESI
Bosan2Kebosanan pada orang dewasa seringkali merupakan suatu tanda kurangnya stimulasi intelektual. Dalam kasus yang tidak begitu banyak, orang yang berulang kali mengeluh bosan bisa jadi menderita suatu keadaan klinis semacam depresi.
Ada tiga tipe umum kebosanan yang biasa muncul, semuanya berkaitan dengan masalah adanya perhatian. Jenis-jenis kebosanan itu meliputi waktu saat kita dicegah terlibat dalam sesuatu, ketika dipaksa terlibat dalam aktivitas yang tidak kita inginkan, atau ketika kita hanya tak mampu -tanpa alasan yang muncul- untuk mempertahankan keterlibatan kita dalam suatu aktivitas atau pertunjukkan.

Salah satu konsep psikologis yang penting adalah kecenderungan bosan (boredom proneness); Suatu kecenderungan untuk mengalami semua jenis rasa bosan. Konsep ini biasanya diukur dengan skala kecenderungan bosan (the Boredom Proneness Scale) . Selaras dengan definisi tersebut, penelitian menemukan bahwa kecenderungan bosan secara jelas dan konsisten terkait dengan gangguan-gangguan perhatian. Rasa bosan dan kecenderungan bosan, keduanya secara teori dan kenyataan berhubungan dengan depresi dan gejala-gejalanya. Namun, kecenderungan bosan telah terbukti terkolerasi secara kuat dengan hilangnya fokus/perhatian, sebagaimana depresi.

BOSAN ITU WAJAR
Apakah ada diantara kita yang tidak pernah merasakan jenuh atau bosan dalam melakukan sesuatu hal yang rutin? Setiap manusia normal pastilah pernah merasakan kebosanan. Entah itu bosan dalam belajar, bosan sebab sekolah, bosan mengajar (bagi guru), bosan bekerja, bosan bermain, bosan dalam menjalin hubungan dengan seseorang, bosan mengurus rumah, merawat anak dan seabrek bosan lainnya yang mustahil disebutkan satu per satu disini.
Sebenarnya perasaan bosan adalah hal wajar yang hinggap di kepala kita atas sesuatu yang kita lakukan. Bosan menjadi penanda apakah seorang manusia masih melakukan aktifitas kehidupan atau tidak. Maka bersyukurlah bila dalam kita beraktifitas tiba-tiba muncul rasa bosan yang membuat hati terasa gamang. Namun demikian rasa bosan tidak dapat disepelekan. Bosan yang terus berkelanjutan dapat berakibat rasa malas yang akut, self confidence yang rendah, membuat hubungan dengan orang lain berakhir dan menjadikan kita pribadi yang terpuruk. Orang yang mudah bosan pada segala hal biasanya tidak akan sukses dalam mengerjakan apa saja.

Bosan
Masalahnya tidak semua orang memiliki pengetahuan dan ketrampilan memadai dalam memperlakukan rasa bosan. Manajemen Bosan, itu kalimat yang akan kita pelajari bersama disini. Bosan dapat terjadi karena kita melakukan rutinitas yang sama dari hari ke hari, dari minggu ke minggu dan dari tahun ke tahun. Atau bosan muncul sebab kita melakukan “gaya” dan “kebiasaan” yang sama atas segala hal yang sering kita temui sehari-harinya. Maka dari itu pada saat harus menjawab pertanyaan diawal artikel ini, saya hanya menjawabnya dengan kalimat singkat : “Jadilah pribadi yang kreatif dan mengejutkan”. Ya, kata kuncinya cuma ini : Kreatif dan Mengejutkan.
Sebagai contoh, kalau kita bosan terhadap pekerjaan yang kita jalani tiap hari maka kita mesti “menyelipkan” banyak hal dalam pekerjaan tersebut dengan sesuatu yang asing/nyeleneh. Hanya perlu diingat kalau yang asing/nyeleneh itu masih dalam aturan syar’i, tidak melanggar aturan perusahaan dan tidak merugikan orang lain. Misalnya supaya suasana berangkat dan pulang kerja tidak sama setiap harinya maka tidak ada salahnya mencoba rute/jalan lain yang belum pernah kita lewati. Ayolah, mayoritas orang jika berangkat ke kantor melewati Rute A dan pulang kerja menempuh Rute B maka setiap harinya ia akan melalui Rute A lalu Rute B. Padahal tidak tertutup kemungkinan ia bisa mencari rute lainnya yang akan membuat suasana perjalanan menjadi berbeda. Atau kalau tiap hari kita berangkat kerja menggunakan sepeda motor maka suatu hari cobalah berangkat memakai angkutan umum. Naik sepeda ontel atau malah jalan kaki juga boleh. Syaratnya Anda harus cerdas dan tahu diri akan jarak yang mesti ditempuh. Sungguh, saya tidak menyarankan berjalan kaki kalau antara rumah Anda dengan kantor jaraknya 40 Km.  Menempuh jalan/rute baru, menggunakan alternatif transportasi lain, menata kembali letak meja & kursi kantor, memberikan hiasan pada dinding kantor, mengganti desain wallpaper komputer, dan hal-hal kreatif lainnya akan membuat kita “bertemu” dengan suasana baru serta memunculkan berbagai kemungkinan positif untuk menekan rasa bosan yang muncul.

BOSAN DENGAN PASANGAN HIDUP
Contoh diatas merupakan sedikit bahasan tentang bosan pada pekerjaan. Nah, kalau bosan sama makhluk hidup gimana, Mas?. Misal pada hewan peliharaan kita atau pada pasangan hidup kita. (Haduuh, gimana sih Mas. Ini kok hewan piaraan disetarakan dengan pasangan hidup).
Menurut Agus Supriatna, bosan adalah keadaan di mana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu. Dan sebagai manusia, wajar jika terkadang kita merasa bosan, termasuk bosan terhadap pasangan.

Mengukur Tingkat Bosan

Mengukur Tingkat Bosan

Bosan itu tidak hanya terjadi kepada pasangan yang masih dalam taraf kenalan/penjajakan, pasangan yang sudah menikah pun seringkali dihinggapi rasa bosan. Bertemu mata tiap hari, ngobrol tiap hari, SMS-an setiap hari, dan melakukan rutinitas yang sama setiap hari. Apalagi kalau keduanya sama-sama bekerja dan satu kantor. Di dunia nyata ketemu, di dunia maya pun ketemu. Di rumah ketemu, di kantor pun ketemu. Pada pasangan model begini tingkat kebosanan menjadi cukup tinggi.
Percaya atau tidak, sebenarnya bosan itu inspirasi. Ketika bosan tengah melanda, otomatis pasangan tersebut mencoba menemukan cara supaya rasa bosan itu hilang. Cara yang unik, cara yang simple, cara yang menyenangkan supaya bosan itu berubah menjadi rindu. Rindu untuk terus bersama. Tapi ingat, jangan hanya karena merasa bosan, terus langsung minggat dari rumah atau mencoba untuk selingkuh. Dosa, Bung. Ada yang bilang “Rumput tetangga jauh lebih subur ketimbang rumput sendiri”. Saya sendiri belum pernah merasakannya (Naudzubilahi min dzalik), tapi saya percaya kalau rumput lain itu lebih subur. Sebab memang setan menjadikan indah segala godaan yang muncul didepan mata kita. Dan setan selalu mencari celah agar pasangan suami-istri yang sah dapat berpisah/bercerai. Selalu ada kekurangan yang bisa kita cari-cari/ungkit-ungkit ketika melihat pasangan kita, dan sialnya selalu ada kelebihan untuk disanjung/dibanggakan ketika melihat orang lain.

kagetBerikut beberapa tips agar terhindar dari rasa bosan terhadap pasangan.
1.    Memberikan Kejutan. Supaya keharmonisan dengan istri bisa sedikit berwarna, bolehlah kita tambahkan pemanis di tiap rutinitas yang ada. Beri kejutan-kejutan kecil yang bisa membuat pasangan bahagia. Ajaklah pasangan untuk belanja bersama, makan lesehan di pinggir jalan (jangan di tengah jalan), traveling bersama, masak bersama, sholat di masjid yang belum pernah dikunjungi bersama, dll. Atau yang tidak perlu mengeluarkan uang blas seperti yang biasa saya lakukan : sepulang kerja saya usahakan untuk masuk rumah secara diam-diam kemudian bersembunyi di suatu sudut ruang yang biasa dilewati istri. Saat istri datang sayapun beraksi. Ciluk Baa!! Dia kaget dan ujung-ujungnya bisa ditebak : Kejar-kejaran bak adegan film India terjadi. (^_^). Note : Jangan terlalu sering melakukan hal ini, apalagi kalau pasangan Anda punya penyakit jantung lemah.
2.    Cuek lawan Perhatian. Ada kalanya seseorang bosan dengan sikap cuek atau perhatian yang diberikan oleh pasangannya. Nah bagi anda yang suka memberikan perhatian, sekali waktu cobalah untuk memainkan ‘sandiwara’ cuek terhadap pasangan, begitu juga sebaliknya.
3.    Menulis. Tips ini cocok untuk pasangan yang suka menulis. Mengirim email yang mengejutkan atau sediakan buku khusus untuk saling memberikan tulisan. Sebelum berangkat kerja luangkan 1-5 menit untuk menulis sesuatu untuk pasangan. Jadi ketika Anda bekerja, ia dapat membaca tulisan tersebut dan sosok Anda selalu terbayang. Tidak hanya dibuku, bisa juga Anda lakukan di cermin, di pintu kulkas, pintu kamar, dll. Tapi jangan lebay : kalimat yang sama Anda tulis setiap hari. Nanti malah bosen banget jadinya.
4.    Mengenang Bersama. Melihat foto atau video tentang Anda dan pasangan, tentang Anak yang masih bayi dulu, membaca kembali surat yang pernah pasangan berikan, dll. Kenanglah semua hal yang bisa membuat Anda tersenyum dan semakin sayang dengan pasangan.

Oh iya, berikut ini adalah artikel mengatasi rasa bosan yang menurut saya bagus untuk dibaca. Saya nukilkan untuk Anda dari situs http://www.motivasi-islami.com/jurus-jurus-menghilangkan-bosan/. Semoga penulisnya mendapat barokah sebab tulisannya yang memberikan hikmah kebaikan bagi kita.

PENYEBAB BOSAN
Pertama adalah Kondisi Stagnan, jika hidup kita stagnan, gitu-gitu saja, tidak ada perubahan dari dulu sampai sekarang, bisa menyebabkan kita bosan. Kondisi yang tidak berubah bisa dari pekerjaannya bisa juga dari hasilnya. Dari survey kecil tadi, ada yang mengatakan dia bosan karena aktivitasnya gitu-gitu saja. Artinya dia melakukan hal yang sama terus-menerus, sementara hal tersebut harus dilakukan, seperti bekerja.
Ada juga yang merasa bosan karena hasilnya yang tidak berubah. Dia sudah berusaha keras, namun hasilnya tidak juga berubah. Dia rajin bekerja, tetapi tidak juga naik jabatan. Bisa jadi dia terus berdagang, namun hasilnya tetap seberapa. Atau apa pun aktivitas dengan hasil yang tidak ada peningkatan.
Termasuk bosan menjadi pegawai. Mungkin karena apa yang ia lakukan begitu-begitu saja. Dia melakukan hal yang sama setiap hari karena tuntutan pekerjaan. Tentu saja, hal ini bisa menyebabkan seseorang menjadi bosan. Konon banyak orang yang tetap bekerja bukan karena dia suka pada pekerjaan itu, namun karena terpaksa sebab (menurut mereka) tidak ada profesi/pekerjaan lain atau takut kehilangan sumber penghasilan.
Penyebab Bosan Kedua adalah Tidak Ada Aktivitas. Banyak yang mengatakan bahwa penyebab bosan itu adalah tidak adanya aktivitas. Seperti harus menunggu dalam waktu yang lama, baik menunggu teman saat janjian, menunggu di rumah sakit, menunggu kabar naik gaji, menunggu sajian makanan direstoran, dan sebagainya. Termasuk harus menunggu rumah saat semua keluarga sedang pergi. Menunggu memang sebuah “pekerjaan” yang membosankan dan tidak disukai.
Tidak ada aktivitas juga bisa karena nganggur, tidak ada pekerjaan dan tidak ada kegiatan. Bahkan orang yang bekerja sekalipun bisa merasa bosan saat tidak ada pekerjaan karena bisnis sedang sepi misalnya.
Penyebab ketiga adalah Kondisi Yang Tidak Menyenangkan. Kadang kala kita menemukan kondisi yang tidak menyenangkan. Banyak sekali, sebagai contoh yang dijawab oleh survei kecil kami:
1.    Mengeluh
2.    Ketemu sama orang yang Kamseupay
3.    Disuruh-suruh
4.    Tidak pernah ikhlas dan mensyukuri
5.    Terkekang
6.    Terpuruk terus
7.    Terpuruk karena masalah selalu datang pada waktu tdk tepat.
8.    Tidak punya uang.. nganggur.. lemes.
9.    Bosan kalau mengajari orang yang nggak ngerti-ngerti…..atau tidak mau mengerti.
10.  Berada dilingkungan orang-orang yang tidak pernah sholat.
11.  Bosan jika gak bisa tidur

Termasuk juga ketika dalam kondisi penyesalan
1. Telah mengambil keputusan yg kurang tepat. bawaannya bete, pengen nangis, hidup serasa hampa.
2. Maksiat terus-menerus.
3. Menunda sesuatu yang seharusnya dilaksanakan dengan cepat,
4. Mengerjakan sesuatu namun hasilnya tidak sebaik yang diharapkan.

Dan Penyebab Bosan Yang Keempat adalah Kesendirian. Ya, kita akan cepat bosan jika sendiri. Meski pun sebagian orang mungkin senang sendiri, namun sebagian besar orang tidak bisa hidup sendirian karena membosankan. Secara fitrah kita adalah makhluk sosial yang membutuhkan untuk membina hubungan.

CARA MENGHILANGKAN BOSAN
Pada dasarnya cara menghilangkan bosan ialah dengan menghilangkan penyebab bosan tersebut. Alihkan fokus pikiran BUKAN pada perasaan bosan, tetapi solusi untuk menghilangkan bosan tersebut. Selama Anda fokus memikirkan kebosanan, maka Anda akan bosan selamanya. Namun fokuslah untuk mengatasi kebosanan Anda, maka Anda akan menemukan solusinya.
•    Saat bosan karena stagnan, maka carilah cara agar Anda tidak stagnan. Carilah ide-ide untuk mengubah aktivitas atau hasil. Anda stagnan karena Anda melakukan hal yang sama dan dengan cara yang sama, termasuk dengan pola pikir yang sama (mindset). Maka ubahlah. Anda bisa mengubah cara melakukan aktivitas Anda. Adalah salah jika Anda pikir Anda sudah melakukan dengan cara yang terbaik, masih ada cara terbaik, hanya saja Anda belum mengetahuinya. Carilah. Tingkatkan mindset dan tingkatkan kreativitas Anda, maka Anda tidak akan bosan lagi.
•    Jika Anda bosan karena tidak ada aktivitas, menurut saya ini lucu. Kenapa? Sebab aktivitas itu ada banyak sekali, banyak hal yang bisa kita lakukan. Anda bisa membaca, Anda bisa belajar, Anda bisa berlatih, Anda bisa berdagang, Anda bisa ke luar rumah membantu lingkungan, Anda bisa menulis, dan berbagai aktivitas lainnya. Sudahkah Anda hafal Al Quran? Jika belum, maka hafalkanlah. Jika sudah, tidak ada salahnya untuk menjaga hafalan Anda. Aneh, banyak orang yang mengaku tidak ada waktu untuk menghafal Al Quran, sementara ada orang yang bosan karena tidak ada aktivitas. Satu lagi, jika Anda bergabung dengan jamaah dakwah, saya jamin Anda tidak akan kehabisan aktivitas!
•    Jika Anda bosan karena kondisi yang tidak menyenangkan, maka carilah cara untuk mengubah kondisi tersebut. Jangan hanya menyesali kondisi yang tidak menyenangkan, carilah ide dan cara untuk mengatasinya. Dan yang terpenting, jadikan semua itu sebagai tantangan.Contoh: Sulit mengajar? Tantanglah diri Anda agar bisa menjadi pengajar yang lebih baik sehingga mudah untuk dipahami.

DEKLARASIKAN BAHWA DIRI ANDA TIDAK AKAN BOSAN
Ini adalah rahasianya. Penyebab bosan sebenarnya adalah sikap kita sendiri. Apa pun kondisi yang kita alami, bisa membosankan bisa tidak, semuanya terserah kita. Bukan kondisi yang membuat kita bosan, tetapi cara kita menyikapi kondisi tersebut.
Maka untuk itu, jika Anda berani (memang hanya untuk pemberani) katakan bahwa Anda akan antusias menghadapi hidup ini. Bahwa Anda akan bersyukur atas apa pun yang terjadi, bahwa Anda akan menjadikan setiap kesulitan yang Anda hadapi sebagai tantangan, bahwa semua kesulitan dan beban adalah lahan untuk mencari keridhaan Allah Ta’alla. Insya Allah Anda tidak akan bosan lagi.

Backspace

Ketika saya menulis penutup untuk artikel ini, sering sekali saya menekan tombol backspace pada keyboard. Terlalu sering, bahkan. Saya mencoba merenungi berapakali saya mengalami kebosanan semenjak remaja hingga sekarang ini. Walhasil, jawabannya sama dengan tombol backspace diatas. Dulu bahkan saya pernah merasa bosan dengan diri sendiri. Pingin mengakhiri hidup tapi nggak berani (takut dosa pula). Muak dengan kondisi yang biasa-biasa saja, terkungkung dalam kemiskinan dan penderitaan hidup. Galau. Miskin ilmu, miskin harta. Fakir asmara pula. Untungnya saya bukan pengemis cinta. Rasanya ingin teriak dan memaki Sang Pencipta kenapa hidup ini tidak adil. Ah, mohon maaf kalau saya sampai terlarut dengan perasaan ini. Barangkali Anda beruntung tidak pernah mengalami kegalauan seperti saya diatas.

Saya teringat perkataan Charles Noble, “You must have long term goals to keep you from being frustrated by short term failures.”. Long term goals, agaknya ini salah satu rahasia besar untuk menghalau galau dan kebosanan. Sepanjang kita punya target/cita-cita jangka panjang maka terhentinya diri ini untuk melakukan sesuatu sebab bosan dan sebagainya tidak akan sampai menyurutkan pergerakan kita. Target jangka panjang akan membuat kita tetap semangat bila dihayati dengan baik. Ia akan menjadi pemicu agar diri ini tetap istiqomah meski harus menjumpai seabrek masalah, kegagalan dan rasa bosan. Namun jangan dilupakan juga untuk tetap berdoa pada Allah Ta’ala agar senantiasa membimbing kita dalam mencetak prestasi dan melakukan kebaikan. Sudahkah kita memiliki target jangka panjang?.

Tetap istqomah.
Wallahu a’lam.

muhsin-budiono

About muhsin budiono, B.Ss., CFT

MUHSIN BUDIONO. Bukan Siapa-Siapa, Cuma Followership Trainer. Penulis Buku. Pakar Followership pertama di Indonesia. Member of ILA (International Leadership Association). Pemegang Rekor MURI (Museum Rekor Dunia-Indonesia) Sementara ini berkarya di sebuah Perusahaan Migas Nasional. Sedang mengumpulkan dan menyusun kerikil demi kerikil untuk dijadikan batu lompatan dalam meraih cita-cita sebagai Pembicara Internasional (International Islamic Followership Trainer) di tahun 2023 mendatang (insya Allah). Sedang menghimpun biaya untuk bisa kuliah lagi, menafkahi keluarga tercinta, bayar utang dan bersedekah.

Discussion

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Tips Mengusir rasa bosan | ORIZA RIVAI SAMODRA 8 - 4 July 2013

Your Comment Please . . .

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Road to International Public Speaker

June 18th, 2023
7.8 years to go.

Buku Karya Pertama

Jadi Trainer Itu Gampang (JTIG) : Panduan Praktis untuk Memulai Menjadi Trainer dan Pemandu Pelatihan di Usia Muda. (Terbit : Januari 2013 - Jakarta)

Buku Karya Kedua

Buku The Jongos Ways (bisa dibawa pulang dari toko buku Gramedia terdekat di kota Anda)

The Jongos Ways (TJW) : Pekerja Tangguh yang Bahagia dan Penuh Manfaat itu Anda. (Terbit : Desember 2013 - Jakarta)

Buku Karya Ketiga

Buku Berani Berjuang karya Muhsin Budiono & Pengurus SPPSN

Follow me

Follow me on Twitter

.kata.frasa.asa.

Sepotong kata. Sebait frasa. Sekeping asa. Merindu makna. Media berkaca dalam putaran masa.

Did You Know

Politics, War, People, Poverty, Human Rights, Pollution

Munif Chatib

Discovering human's multiple intelligences ...

Akhmad Arqom

Catatan Inspirasi

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

muhsinbudiono.com

Pemerhati Followership

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 152 other followers

%d bloggers like this: